RAPUH

RAPUH
Bab 24


__ADS_3

"AAA MAMAH SAKITTTTT" Teriak Sisil disebabkan tendangan dan jarum suntik yang malah menusuk perutnya, ditambah obatnya bereaksi membuat Sisil sangat tersiksa. Ternyata obat itu adalah obat peningkat gairah seseorang hingga membuat tubuhnya menjadi panas


"MAU GUE BUNUH LO HAH?" Teriak Zira yang sudah lepas dari jeratan lelaki itu, Zira adu bela diri dengan lelaki di hadapannya tanpa rasa lelah. Zira semakin buas hingga dia berhasil membuat cowok itu terjatuh...dia menyayat tubuh Cowok itu mulai dari tangan wajah, kaki hingga perut tanpa henti menggunakan kaca yang tadi dia hancurkan.


Sedangkan Andini yang melihat itu kini mendektai Zira dari belakang dengan membawa sebuah balok kayu yang amat besar. Balok itu di ayunkan dengan cepat, namun berhasil di gagalkan oleh Zira yang tak kalah cepat. Kini Zira beralih menyiksa Andini dan merebut balok kayu nya serta terus memukul Andini tanpa henti. Rahang Andini terdengar retak yang membuat siapa pun yang mendengarnya terasa ngilu, darah mulai keluar dari kepala hidung dan mulut Andini yang membuat Zira tertawa...


"INI BELUM SEBERAPA DENGAN PENDERITAAN MAMAH GUE" Bentak Zira yang menjambak rambut Andini dan hendak meninju wajahnya, namun aksinya terhenti kala Arga, Ethan, serta Riana masuk ke dalam gudang yang sudah terlihat berantakan...


"ZIRA...HENTIKAN...CUKUPP" Teriak Riana yang ngeri melihat apa yang di lakukan Zira cukup sadis


"GUE GAK PUNYA URUSAN SAMA LO" Ketus Zira yang membuat semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zira termasuk Ethan


"ZIRA SADAR LO...SADAR...DIA SALAH BUKAN BERARTI LO HARUS BUNUH DIA" Teriak Riana yang hendak mendekati Zira yang masih asyik menyiksa Andini dan Sisil, namun tangannya dicegat oleh Ethan yang melarangnya untuk mendekatinya


"ZIRA...INGAT PESAN MAMAH MU" Kata Arga yang membuat Zira menghentikan aksinya, dia kini menatap ketiga orang yang dia habisi dengan tajam sambil terkekeh...


"Untuk saat ini kalian selamat, terimakasih udah rela ngasih darah buat gue" Kata Zira yang membuat siapapun ngeri mendengarnya , sedangkan Ethan bersikap biasa saja karena dirinya juga sering melakukan ini...Zira kini berjalan dan berhenti tepat di depan Arga...


"BUKTINYA ADA DI PONSEL YANG GUE LEMPAR KE LANTAI...CARI SENDIRI" Bentak Zira yang melihat Ethan, Riana dan papahnya sendiri dengan tatapan merendahkan. Selepasnya dia pergi tanpa mau mendengarkan apa yang akan di katakan oleh mereka...


"Kenapa Zira bisa begini?" Tanya Riana dan Ethan pada Arga


"Maaf saya tidak bisa menjelaskan nya sekarang" Kata Arga, dia segera mengerahkan bawahannya untuk membereskan tiga orang yang akan menyakiti Zira. Sedangkan Ethan dan Riana yang memang tadi di hubungi oleh Arga kini mencari ponsel Zira


"Lo ke sebelah sana ya, biar gue di sini" Kata Riana yang di balas angguka oleh Ethan


"Si polos ternyata banyak musuh, merepotkan" Gerutu Ethan yang sibuk mencari ponsel Zira di setiap celah

__ADS_1


"Ketemu gak Than?" Tanya Riana yang tak kunjung menemukan ponsel Zira


"Udah polos, bego juga. Dia lempar hp nya ke galaksi apa?" Gerutu Ethan sangat kesal, belum pernah ia melakukan hal begini yang menurutnya tidak penting. Jika bukan karena rengekan mamahnya dan Riana, mungkin dia tidak akan sudi untuk membantu. Toh menurut Ethan Zira cukup lumayan dalam bela diri.


"STOP THAN...UDAH KETEMU" Teriak Riana yang langsung di hampiri Ethan


"Lo kenapa?" Tanya Riana yang melihat Ethan kening nya berkerut


"Apa yang di lakukan gadis idiot itu, kaca gudang nyampe jebol begini?" Heran Ethan yang sepertinya itu bekas pukulan tangan, bukan lemparan benda karena ada darah yang menempel pada kaca.


"Gila kuat amat dia Than, biasanya juga kalau jatuh sedikit nangis minta di obatin, kenapa sekarang malah ke hancurin tubuhnya sendiri?" Kata Riana yang sama heran nya dengan Ethan


"Ke nya ada yang gak beres " Kata Ethan yang disetujui oleh Riana


"Besok kita cari tahu saat di sekolah" Riana memberitahu


"Idih, jahat amat lu sama calon istri" Ucap Riana yang heran kepada Ethan karena sikap nya tak bisa di mengerti oleh siapapun


"Ehem...perasaan kemarin ada orang yang bilang jangan berhenti buat perjuangin gue" Kata Riana meledek, Ethan yang mendengarnya pun memutar bola matanya malas dan langsung pergi dari gudang. Sedangkan Riana berdecak sebal melihat sikap Ethan yang seenak jidat.


Sedangkan Arga sudah membereskan semuanya, kini yang harus ia hadapi adalah Andini serta Sisil, mereka berdua sudah sadar dengan wajah yang mengenaskan karena perbuatan Zira.


"MAS TOLONG...TOLONG DENGERIN PENJELASAN AKU" Kata Andini yang kini di cengkram oleh orang suruhan Arga


"SAYA GAK PEDULI SAMA KALIAN" Bentak Arga yang mengejutkan Andini, sedangkan Sisil sekarang nampak terlihat aneh. Seluruh tubuhnya lemas dan panas, dia melirik ke arah cowok yang tadi ia bawa yang sepertinya pasrah untuk di tangkap.


Karena sudah tak tahan akan reaksi obat itu, dia menendang orang yang mencengkram lelaki itu dan dirinnya. Sisil pun segera berlari sambil menarik lelaki itu dengan cepat hingga penjaga pun sedikit kewalahan mengejarnya....

__ADS_1


"Sudah hentikan" Titah Arga kepada bawahan nya


"Tapi bos mereka kabur" Jawab bawahan nya


"Saya tahu...biarkan saja mereka mendapatkan balasannya" Kata Arga yang langsung di mengerti oleh anak buah nya.


"Saya akan menyerahkan kamu ke pihak yang berwajib, atas kekerasan pada anak dan percobaan pembunuhan berencana" Kata Arga tegas, dia mengkode anak buahnya untuk segera berangkat dan itu membuat Andini berteriak histeris memohon maaf,


••••


"Lo mau bawa gue ke mana Sil?" Heran lelaki itu karena Sisil terus berlari tanpa henti


"Ba-bantu gue" Kata Sisil yang sudah tidak kuat


" Kenapa lo ke sini, lo mau pamer kita babak belur hah?" Tanya lelaki itu yang heran kenapa dirinya di bawa ke sebuah hotel. Namun tak kunjung lama Sisil masuk ke dalam kamar yang sudah dia pesan


"Bisa-bisanya lo kaya gini ya?" Kata Cowok itu yang menampar Sisil


"Ba-bantu gue, gua...gak tahan" Lelah Sisil yang sudah membuka perlahan baju nya, lelaki itu menatap jijik kepada Sisil dan sama sekalibtak berminat untuk memenuhi hasrat Sisil. Biarkan saja dia tersiksa batin lelaki itu...


"Walau body lo bagus, gue jijik sama lo. Jadi jangan harap bisa ngotorin gue lu, bagusan juga si Zira" Kata lelaki itu meninggalkan Sisil yang sepertinya tersiksa akibat perbuatan nya sendiri


"Gue akan bantu lo, gue akan bawa orang ke sini"Lanjut laki-laki itu menyeringai. Setelah itu ia menelpon seseorang yang sepertinya orang suruhan nya


"CEPAT KE ALAMAT YANG UDAH GUE SHARE" Kata lelaki itu


" Baik Albert" Jawab lelaki di sebrang sana menyanggupi permintaan lelaki yang bernama Albert itu

__ADS_1


__ADS_2