RAPUH

RAPUH
Bab 13


__ADS_3

"Zir...maafin gue ya yang selalu kasar sama lo" Kata Ethan seraya mengusap puncak kepala Zira, Ethan sudah diberitahu oleh Samuel tentang semuanya termasuk tentang keadaannya, pribadi yang aslinya kini tahu bahwa Ethan memiliki penyakit kepribadian ganda


"Et-Ethan" Gugup Zira yang sedikit ketakutan, namun merasa nyaman juga karena Ethan bersikap lembut


"Gue mau ngenal lo lebih dalam, jadi izinin gue ya. Gue mau belajar jadi calon suami lo yang baik"Kata Ethan yang disambut heboh oleh sahabat tengiknya, sedangkan Crish tersenyum hangat melihat keduanya


"GILA BOS KITA BUCINNNN" Teriak Dave sambil menempeleng kepala Aaric


"Bisa diem kagak tangan lo? apa mau gue bacok hah?" Ancam Aaric


"Ampun suhu" Kata Dave seraya membungkuk layaknya prajurit yang tengah menghormat kepada rajanya


"I-iya" ucap Zira yang langsung berlari terpekik senang, mereka yang melihat Zira lari sambil loncat karena senang, malah melongo menatapnya


"Ke nya calon istri lo agak-agak deh Than" Ujar Dave mengusap kepala Etha yang langsung ditepis oleh Ethan


"Lo yang agak-agak" Balas Ethan menatap Dave dengan tajam, sedangkan Zira berlari seperti anak kecil masuk ke dalam kelasnya dengan ceria, dia menjadi pusat perhatian anak-anak di koridor sekolah yang menatapnya aneh


"YAANNNNNNN" Teriak Zira pada Riana


BRAKKKK


Pintu kelas di dorong kuat membuat semua insan di dalamnya terkejut bukan maennn


"WOY GEMOYY...BAR-BAR BANGET LO" Kata Alex yang merupakan ketua kelas Zira, iya terpekik kaget karena kelakuan Zira


"MAAF DEH OM KELEKS" Ujar jira meledek ketua kelasnya


"EH MOY...NAMA GUE ALEX YANG BUKAN KETEK" Ketua kelas itu mengingatkan dengan suara keras


"ELEK KALI LEX" Kini Riana menambahkan sambil terkekeh

__ADS_1


"LAKNAT SEKALI KALIAN" Ucap Ketua kelas mendramatis


"Eh lo kenapa sih aneh banget hari ini, biasanya juga ke toke punya utang?" Tanya Riana pada Zira


"Zira seneng banget, tadi my crush nya Zira bilang dia mau jadi calon suami yang baik buat Zira, jadi dia minta izin buat mengenal Zira lebih dalam" Ucap Zira seraya menceritakan dengan berapi-api


"Siapa? Ethan?" Tanya Riana yang sudah tau soal pernikahan Ethan dengan Zira


" Iya lah...mas mamang cilok" Kata Zira cemberut, sejenak Riana otaknya malah ngeleg..lalu setelah sadar...


Brakkk..


"GILA LO RA, PAKE PELET APA LO, BISA-BISANYA SI RAJA SALJU LULUH AMA LO" Teriak Riana yang menggebrak meja nya dan lagi-lagi membuat anak kelasnya terpekik kaget


"Kapan kelas gue adem ayem? lihat ada dua monyet yang pesta di sana malah bikin mumet" Ucap Alex melihat kedua anggotanya sambil geleng-geleng kepala, siapa lagi kalau bukan Zira dan Riana


"Ini lampu hijau buat lo, lo juga harus pergunakan waktu sebaik mungkin. Pernikahan lo minggu depan loh, lo harus belajar jadi calon istri yang baik Ra" Perintah Riana pada Zira yang kali ini nampak sangat Antusias


"Iya bos siyap" Kata Zira yang mengakhiri percakapan, karena guru bahasa Indonesia sudah memasuki ruangan dengan senjata andalannya


•••


KRING.......


Bel istirahat berbunyi nyaring, Zira dan Riana pun beranjak dari kursi dan langsung menuju toilet karena kaca di sana sungguh mewah, sekolah elit memang beda...mereka mulai sibuk dengan apa yang mereka sudah rencanakan, Riana nampak tekun mendandani Zira hingga ia berubah menjadi super cantik


"Gila lo ra, cantik banget" Puji Riana melihat wajah Zira yang lebih dewasa


"Berkat kamu, jago banget kamu Yan make up in aku" Jawab Zira seraya mengacungkan jempolnya tanda ia menyukainya


"Biasa aja" Kata Riana yang sebenarnya bersemu mendengar pujian Zira,

__ADS_1


"Anjir...gue kebelet, gua masuk ke toilet dulu ya" Kata Riana karena sudah tak tahan ingin buang air kecil


"Iya Yan aku tunggu di sini ko" Kata Zira pada Riana


"Iya awas, jangan ke mana-mana lo" Ancam Riana yang dituruti oleh Zira, namun setelah Riana masuk. Tiba-tiba ada yang membengkam Zira dari belakang, Zira memberontak namun ia semakin lemah karena nafasnya sesak, kini dia pingsan di bawah pangkuan orang itu yang menyeretnya dengan tragis. Tidak ada yang melihat aksi mereka, karena keadaan mulai menyepi dikarenakan bel masuk akan berbunyi 10 menit lagi...


Sedangkan Riana yang baru saja keluar dari toilet terkejut melihat Zira tidak ada, dia mulai menyari keberadaan Zira di dalam toilet yang lain, namun hasilnya nihil. Riana pun mencoba untuk menelpon Zira, namun ia melihat ponsel Zira tergeletak di depannya


"Gawat kayaknya gue kecolongan lagi" Kata Riana panik, dia pun berlari menuju kelas Ethan hingga sesekali menabrak beberapa orang yang masih berlalu lalang


"MAAFIN GUE" Kata Riana pada salah satu cewe yang ia tabrak hingga minumannya tumpah


"ETHANNN...CRISHHHH...." Teriak Riana yang sudah sangat ngos-ngosan


"Et...tenang dulu cewe bar-bar, kenapa lo teriaak-teriak?" Tanya Dave yang ikutan kaget melihat kehadiran Riana dengan kondisi seperti itu


"Zira...Zira..." Ucapnya masih ngos-ngosan karena berlari begitu kencang


"Nih..minum dulu" Titah Samuel yang menyodorkan botol minumannya, Riana pun meneguknya tanpa basa basi lagi, setelah minum barulah ia mengutarakan maksudnya


"ZIRA ILANG, KE NYA DI CULIK. GUE TAKUT KALAU PELAKU NYA KAKAK TIRINYA LAGI" Tutur Riana yang membuat The boys panik


"KENAPA LO KECOLONGAN LAGI SIH?" Nada Crish meninggi karena sangat emosi, tanpa aba- aba dia langsung berlari keluar diikuti yang lain dengan cara berpencar. Riana mencari Zira bersama Ethan, Ethan kebingungan menatao wanita di hadapannya


"Mungkin dia temannya Zira" Batin Ethan yang terus berlari bersama Riana


•••


"Uhuk..uhuk.." Zira terbatuk ketika banyak sekali debu yang masuk lewat hidungnya, perlahan matanya sedikit terbuka dan dia terkejut melihat keadaan di sekitarnya, banyak sekali barang berserakan. Banyak kertas yang menumpuk serta beberapa perlatan sekolah yang dibiarkan begitu saja


"Gudang? kenapa aku ada di gudang" Batin Zira sambil memberontak, ia berteriak keras meminta tolong siapapun karena di sini begitu sesak dan gelap

__ADS_1


"TOLONGG ....TOLONGINNN ZIRA BANG DAVE...YANNN TOLONGIN ZIRA" Teriak Zira kencang hingga membuat sang pelaku muncul di hadapannya, dia langsung membekam mulut Zira tanpa kasihan, bahkan dia sudah menggores lengan zira menggunakan pecahan kaca yang membuat Zira terpekik kesakitan, namun dia hanya memberontak dan bicara pun tidak terdengar jelas. Zira sudah menangis, terlihat dari matanya yang bercucuran membasahi kain yang membengkap mulutnya, dan tubuhnya pun bergetar


__ADS_2