
"Zira nampar Sisil pah...nih lihat pipi Sisil merah. Yaudah Sisil tutup aja pintu gerbangnya " Sisil berbohong
"HEH OM...JANGAN PERCAYA SAMA TELUR BOSOk INI, YANG NAMPAR SISIL ITU SAYA OM. SILAHKAN OM MAU PUKUL SAYA GAK APA-APA, LAGIAN INI DEMI ZIRA. MASA ANAK KANDUNG YANG PUNYA RUMAH DI USIR SAMA ANAK SETAN INI" Emosi Riana yang masih dengan nada tingginya, Arga memang lebih percaya kepada Zira. Lagian Zira sangat ketakutan dengan situasi yang menimpanya, namun ini bukan saatnya untuk Arga berbaik pada Zira, jika ia membela Zira, hancur sudah rencana nya ini.
Plakkk...
"Kamu udah keterlaluan Zira pada Sisil, sekarang buka pintu gerbanganya" Arga menampar Zira yang membuat Sisil tersenyum lalu membuka pintu gerbangnya. Sedangkan Riana terkejut dengan perlakuan Arga pada Zira
"HEH OM, MANA KEADILAN OM SEBAGAI AYAH? DI SINI SAYA SEBAGAI SAKSINYA, KO OM JAHAT BANGET SIH SAMA ZIRA. KALAU OM GAK MAU NGURUS ZIRA LAGI, BIAR GUE BAWA ZIRA OM, BIAR GUE BAWA JAUH NYAMPE GAK KENAL PAPAH BRENGSEKNYA LAGI" Bentak Riana seraya mendorong Arga dengan keras, hati Arga begitu sakit kala seorang sahabat menyayangi anak kandungnya begitu besar di bandingkan dirinya sendiri.
"KAMU JANGAN IKUT CAMPUR DENGAN URJSAN KELUARGA KAMI, PERGI DARI SINI CEPAT..." Bentak Arga pada Riana, Riana pun hanya tersenyum sinis dan berbisik di telinga Zira yang sudah terisak menangis
"Kalau sampai mereka nyakitin lo lebih dari ini, lo harus hubungin gue" Titah Riana yang langsung memilih pergi karena Arga sudah mengusirnya
"SEKARANG KAMU MASUK ZIRA, KENAPA KAMU MASIH BERSIKAP LAYAKNYA ANAK KECIL? KAMU INGAT GAK, SEMINGGU LAGI KAMU AKAN MENIKAH" Titah Arga yang hanya di balas anggukan oleh Zira, tidak ada lagi penyangkalan pada papahnya, ia sudah sangat sedih takut dan rapuh saat ini,
"Makanya jangan macem-macem sama gue cupu" Bisik Sisil yang mendahului Zira masuk ke dalam rumah
•••
Sedangkan di rumah sakit Ethan sedang melamun, dia menatap makanan dengan tatapan kosong, hambar sekali rasanya. Sama seperti hidupnya
"Than...lo makan dulu" Titah Samuel yang susah setengah jam memegangi nampan makanan itu
"Lo makan aja El, gak nafsu" Jawab Ethan lirih
"Lo gak kasihan sama bunda dan papah lo?lagian lo mau nikah sama Zira, lo harus Vit dong" Kata Samuel lagi yang membuat Ethan mengerenyit
__ADS_1
"Nikah? Zira? siapa dia?" Tanya Ethan lagi
"Gue udah tau lo bakal kayak gini, ini diri lo sebenarnya. Tapi lo gak tau apa yang di alami sehari- hari , lo harus mengenal Zira Ethan" Kata Samuel yang berharap besar
"Zira...Zira itu cewek yang dulu sama Crish di uks? dia benar tunangan gue? bahkan calon istri gue?" Tanya Ethan pada Samuel, walaupun samuel tidak ada di tempat kejadian saat itu, dia hanya mengangguk. Mungkin saja benar wanita itu adalah Zira, karena Crish jarang membawa seorang wanita kecuali Zira
"Itu permintaan papahnya Zira sama papah kamu, jagain dia dengan baik ya" Kata Samuel
"Jadi ini rencana papah, gue sayang papah sama bunda, kalau mereka mau nya begitu gw bakalan menuruti apa perkataan mereka. Gue harus mengenal cewe itu lebih dalam" Tutur Ethan yang di balas senyuman oleh Samuel
"Yaudah sekarang lo istirahat karena nanti malam lo udah di bolehin buat pulang" Kata Samuel yang langsung di turuti oleh Ethan
"Kenapa nih anak jadi baik banget...biasanya pribadi lain sering sekali emosi, gila sih...penyakit ini menganggu kepribadian aslinya, kalau aja gua gak tau...mungkin gue udan benci sama lo yang bersikap labil" Batin Samuel sambil memperhatikan Ethan yang berusaha tertidur lelap, Ethan yang dilihatnya kini seperti anak kecil, tidak sangar namun nampak lucu dan menawan walaupun sedang sakit
MALAM HARINYA...
"Gue balik dulu ya, kalau kepala lo terasa sakit minum aja obatnya" Titah Samuel setengah berbisik, karena mamah dan papahnya Ethan tidak mengetahui keadaan anaknya
"Iya, besok gue jemput lo. Gue juga sekolah" Kata Samuel yang lagi-lagi hanya diberi anggukan, Ethan pun bangkit dan mengantar Samuel nyampe depan pintu kamarnya. Setelahnya ia masuk dan termenung kembali dengan pikirannya
"Sebenarnya gua kenapa? kenapa harus minum obat? perasaan gue baik-baik aja, kenapa gue sering pusing?" Tanya nya yang tak kunjung menemukan jawaban, karena yang mengetahui penyakit yang dj deritanya adalah pribadi Ethan yang lain
SMK NUSA BAHASA
""HELLO MY FRIENDS...ABANG CRIS...ABANG AARIC...ABANG ARIF" Ucap Dave seraya mengedipkan matanya kepada ketiga sahabatnya
"Idih najis, ke banci lo" Kata Arif seakan ingin muntah melihat reaksi si Dave yang otaknya kurang beruntung
__ADS_1
"Jangan gitu dong bang, Dave sakit hati nih" Kata Dave yang mengeloni Arif
"Jijik tau gak?...dasar saraf lo" Kata Arif yang langsung menendang pantat Dave, Dave pun tersungkur tragis yang membuat semua teman-temannya tertawa
"Lihat si kadal nyium tembok lagi" Tawa Aaric yang paling laknat tertawanya karena sangat keras, sedangakn Crish hanya tersenyum tipis melihat teman-temannya yang kurang ahlak
"DASAR BEKANTAN, GAK PUNYA RASA KASIH SAYANG LO" Umpat Dave yang berusaha bangun dan membersihkan bajunya, belum sempat Arif menjawab kembali, mereka dikejutkan dengan kehadiran Samuel yang tengah memapah Ethan
"El?" Tanya Aaric terheran-heran
"Pagi gyus" Ucap Ethan dan Samuel menuju mereka
"Pagi" Jawab mereka serempak
"Idih sejak kapan kita pake acara pagi-pagian, biasanya juga bar-bar" Kata Dave yang sudah selesai membereskan bajunya
"Ya gak apa-apa, kali-kali romantis ama temen sendiri. Jangan sama cewe mulu" Kata Aaric
"Ngeri gue" Ucap Crish yang membuat semuanya tertawa, kini pandangan Crish terhenti kala melihat Zira melewati depan kelasnya, sontak ia pun berteriak
"ZIRAAAA" Panggil Crish dengan suara keras, Zira pun menoleh ke arah sumber suara, sedangkan Ethan mengkode Zira agar dia masuk kelasnya dengan cara melambai-lambaikan tangannya
"Iya bang ada apa?" Tanya Zira saat sudah masuk kelas Crish, dia sangat kikuk karena dia jadi pusat perhatian para anggota The boys ganteng
"Lo gak apa-apa kan?" Tanya Crish melihat keadaan Zira yang amat berantakan
"Zira baik-baik aja ko bang" Jawab Zira berbohong sambil menunduk
__ADS_1
"Eh gemoy, gak usah malu ama kita. Kalau malu ama abang Ethan aja...dia kan calon suami lo" Kata Dave terkekeh,
"Zira...."Ucap Ethan lirih seraya mendekati Zira