RAPUH

RAPUH
BAB 17


__ADS_3

Ethan membuka kan matanya sambil menatap Crish malas, Samuel memang sangat peduli padanya. Tapi selalu bersikap seperti cewe...


"UDAH BANGUN LO?" Pekik samuel melihat Ethan sudah sadar sepenuhnya


"Kagak, lagi kesurupan ini" Kata Ethan ketus


"Kenapa lo gak berubah?" Tanya Samuel pada Ethan


"Berubah jadi apa gue? emang gue bekantan?" Tanya Ethan tak santai


"Lo kan punya kepribadian ganda, tiap lo panik sama pusing pasti jadi orang lain" Heran Samuel


"Woy kutil kuda, gak selamanya gue jadi pribadi yang lain, lagian gue juga manusia. Gak selamanya salah dan bener, syukur-syukur gue sembuh biar gak usah repotin orang lagi" Kata Etha kembali, ia amat berharap. Amat sangat berharap


"Iya deh, kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungin gue" Kata Samuel yang hanya dibalas kode OK oleh Ethan


•••


"Zir...lo ko belum bangun-bangun" Lirih Riana yang menjaga Zira bersama Crish


"Gue ama abang lo jenguk lo nih...masa gak di sapa" lanjut Riana bersedih


"Udah...mungkin Zira mau istirahat sebentar" Kata Crish berusaha menenangkan Riana, padahal dirinya sendiri panik


"Ketar-ketir gue kalau sahabat gue begini. Dia sering begini Crish...kalau baru pertama kali gue masih fine"Tutur Riana sebal melihat Crish tak panik sepertinya


"Ya mau bagaimana lagi, lo jangan panik. Zira udah sama kita, lagian dia kan cewe kuat" Kata Crish kembali


"Iya...lo kuat banget Zir, bahkan gue gak nyangka lo ahli bela diri. Tapi lo gak pergunain itu sembarangan, mantap lo" Kata Riana memuji Zira yang tak kunjung membuka matanya, Riana bingung harus bagiaman lagi. Hingga akhirnya sebuah ide muncul dalam pikirannya...


"Eh lo mau es krim gak?" Tanya Riana pada Zira, namun tak sedikit pun ada reaksi dari Zira, Riana sudah kesal. Pada akhirnya dia mengeluarkan jurus terakhirnya...


"GUE BANTING BONEKA TEDY LO KE SUNGAI YA, BIAR DI ROBEK AMA BUAYA RAWA" Teriak Riana kuat, Crish yang mendengarnya pun sontak menutup telingan nya


"Lo kemasukan apa sat?" Kesal Ethan, Riana tak kunjung menjawab. Ia malah memperhatikan lengan Zira yang menunjukan Reaksi, perlahan kesadaran Zira mulai pulih, di saat Zira membuka mata nya...


"JANGAN AMBIL BONEKA GUE BANGSAT, LO MAU GUE RENDEM HAH?" Kata Zira dengan menatap tajam Riana

__ADS_1


"EH...GUE BECANDA KALI, LO KENAPA? KO GALAK BENER?" Tanya Riana kaget karena Zira sikapnya kembali berbeda, Ethan yang sudah mengetahui rahasia Zira pun kini sedang dalam keadaan was-was


"BENER-BENER BIKIN GUE PUSING" Bentaknya lagi sambil memegang kepalanya


"INI APAAN LAGI, KENAPA GUE DI INFUS? GUE GAK SUKA ADA DI MARI" Zira mengamuk dan hampir melepaskan jarum infus yang ada di tangannya, Crish pun segera memencet bel agar dokter melakukan tindakan lanjutan, tak selang beberapa lama, para dokter dan perawat pun datang dengan tergesa...


"PERMISI...SAYA MAU PERIKSA DIA DULU" Kata sang dokter pada Crish, setelah memeriksanya dan Zira terus melakukan aksi pemberontakan, Zira oun di bius agar dia kembali tenang


"ZIRA...ZIRA"Panggil Riana yang berhambur mendekati Zira seraya memeluknya. Zira kembali pingsan di karena kan efek dari obat bius yang diberikan dokter


"Gimana keadaan adik saya dok?" Tanya Crish khawatir


"Dia baik-baik saja, mungkin ada beberapa memori yang membuat emosi nya tidak terkendali. Saya sarankan kalian hati-hati dan jaga dia dengan baik" Ucap sang dokter


"Baik dok, terimakasih atas bantuannya" Kata Ethan


"Iya sama-sama, itu sudah kewajiban kami melayani kalian dengan baik. Kalau begitu saya izin pamit. Jika ada tanda-tanda seperti tadi, hubungi kami dengan segera"Perintah sang dokter yang di mengerti oleh Crish dan Riana


"SUMPAH, SI ZIRA KE KERUSUPAN MONYET HUTAN ZIR" Heboh Riana yang langsung disentil oleh Crish


"Eh btw kita foto dulu yu, buat kenang-kenangan"Titah Riana yang memfokuskan kamera nya ke arah mereka bertiga, belum sempat Crish bergaya, Riana sudah memencet tombol cekrek nya


"WAH GILA...HAHA MUKA CAKEP LO KE BABI" Ngakak Riana...Ethan yang malu pun segera mengambil ponsel Riana dengan cepat


"Bener" Batin Crish malu melihat fotonya sendiri


"Balikin hp gue!" Titah Riana yang berhasil merebut ponselnya kembali dari Crish


"HAPUS DULU BAHLUL" Kata Crish yang muak dengan Riana yang terus mengerjainya, kamar rawat Zira pun penjh dengan becandaan mereka berdua yang memang berbeda dari kamar di sebelahnya yang terlihat begitu damai.....


•••


"I-Ini gak mungkin pah, bagaimana anak kita bisa mempunyai kepribadian ganda? sejak kapan pah?" Tanya mamah nya Ethan begitu sakit serta sesak dadanya saat mendengar penuturan dari sang dokter


"Papah juga tidak tahu mah. Pantas saja dia selalu bersikap kasar, untung sekarang jangan buat dia tertekan terlebih dahulu. Kita undurkan dulu tanggal pernikahan mereka sampai mereka pulih" Ucap Dion mengambil keputusan


"Kita tanya kan dulu pada Ethan pah, kita juga rawat Ethan agar dia bisa sembuh" Kata istri Dion yang masih menangis

__ADS_1


"Udah mah jangan bersedih, ini karunia tuhan. Mungkian ia tengah menguji kita dengan ini" Kata Dion, setelah mendengar penuturan suaminya, Mamah Ethan sedikit lega dan tangisannya pun mulai berhenti...


"Yaudah...ayo kita kembali" Ajak Dion pada istrinya untuk kembali menemani anaknya


•••


"SISIL" Bentak Andini saat Sisil baru saja bangun


PLAKKK


"KENAPA KAMU DI SKORS DARI SEKOLAH HAH?" Andini menatap mata Sisil dengan emosi, Sisil yang diperlakukan seperti itu tersenyum pahit. Rasa kebas di pipinya begitu terasa, lagi- lagi dia di pertemukan dengan situasi seperti ini


"KAMU MALU-MALUIN MAMAH TAU GAK?" Lanjut Andini


"KAMU PANTAS DAPATKAN LUKA-LUKA INK SEMUA SISIL" Ucap Andini yang begitu menyayat di hati Sisil,


"GUE JUGA GAK MAU DI SKORS DARI SEKOLAH, INI SEMUA GARA-GARA SI CUPU ITU" Emosi Sisil meluap


PLAKK


"GAK SOPAN KAMU SAMA ORANG TUA" Lagi-lagi Sisil di bentak


"SEJAK KAPAN LO TAHU SOPAN SANTUN HAH? LO YANG NGAJARIN GUE GINI. KENAPA LO MASIH NYALAHIN GUE? INI SEMUA GUE LAKUIN DEMI KEBAHAGIAAN LO" Balas Sisil sangat kasar dan tidak santai


"Oke fine maafin mamah, sekarang kamu bilang, siapa orang yang sudah membuat kamu seperti ini?" Tanya Andini dengan lembut


"Ini semuanya gara- gara si Zira, bahkan luka ini semua gara- gara dia" Tutur Sisil membuat Andini terkejut


"Bagaimana dia melakukannya, dia kan polos" Tanya Andini tak percaya


"Owh... mamah beneran gak tahu?" Kini Sisil yang bertanya


"Tahu apa?" Kata Andini penasaran


"Sini deh, aku bisikin" Titah Sisil


"Dia mantan psikopat" Bisik Sisil yang berhasil membuat Andini membulatkan matanya

__ADS_1


__ADS_2