
...Lo baru peka ketika gue udah jadi milik orang lain...
Dengan hitungan detik setelah mereka saling melempar senyum, tubuh laki-laki itu sudah
terjatuh kebawah. Akibat satu pukulan mematikan dari tangan milik Gavin.
"Gue lupa bilang kalau Lo boleh minta apapun sama gue. Terkecuali cewe gue, Ratu" ucap Gavin dengan napas yang memburu, matanya tidak lepas dari laki-laki itu.
Meskipun mendapatkan Ratu tidak memerlukan perjuangan yang merepotkan. Karena Gavin hanya harus kehilangan Kayla untuk Ratu, tetapi Gavin tidak akan melepaskan Ratu semudah itu.
"Anjing lo" laki-laki itu menoyor kepala Gavin.
"Lo yang anjing, *******" setelah mengatakan itu Gavin kembali meninju laki-laki itu dibagian rahangnya.
Laki-laki itu terkalahkan lagi oleh pukulan Gavin. Tangannya memengangi rahangnya yang baru saja di berikan sensasi kesakitan dari Gavin.
"Lo mau tiduran disana terus?masih ada nyali bua--"
"Gavin ke ruang BK sekarang" teriakan itu sontak menghentikan ucapan Gavin. Gavin memusatkan pandanganya pada sumber suara itu. Tepat di belakangnya seorang guru dengan kaca mata besar dan tubuh besar sedang memberinya tatapan kebencian.
Pantesan si ******* diem aja batin gavin.
Gavin tidak membalas ucapan atau melaksanakan perintah ibu itu. Gavin malah berbalik dan kembali menatap laki-laki yang kini tengah berpura pura kesakitan.
Laki-laki itu tersenyum pada Gavin. Senyuman meledek yang Gavin tidak pernah sukai, tangan Gavin terkepal dua atau tiga pukulan di kanan dan kiri pipinya akan membuat laki-laki itu berhenti tersenyum.
"Ke ruang BK sekarang"
...*...
"Muka udah babak belur kayak gitu masih mau nambah?" tanya perempuan tengah baya dengan nada tegas dan dingin.
Gavin menundukkan kepalanya,dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Kenapa kamu diam?" tanya perempuan itu dengan nada sedikit tinggi, dia hanya ingin Gavin berbicara mengenai kejadian perkelahianya pagi ini.
Setelah tidak ada tanggapan dari Gavin, perempuan itu memulai berbicara. Semoga jika dia berbicara terlebih dahulu, Gavin mau menjelaskan kronologi kejadian perlelahiaanya yang membuat Tyo berkunjung ke UKS untuk mengobati lukanya.
__ADS_1
"Di depan saya kamu diem, di depan Tyo tadi muka kamu kayak orang kesurupan. Kenapa kamu nggak mau jawab atau bentak saya? apa perlu saya pukul dulu baru kamu jawab?" Tanya perempuan itu,entah bercanda atau tidak tetapi nada bicaranya sangat serius membuat Gavin memdongkakkan kepalanya dan memberanikan diri menatap perempuan itu.
"Saya pantang menyakiti perempuan" ucap Gavin dengan mimik muka serius, seakan perkataannya itu sesuai dengan tindakannya.
Perempuan yang merupakan guru BK itu membulatkan matanya sempurna. Murid nakalnya ini ternyata pandai berbohong.
...*...
...Mungkin Ratu adalah satu dari sekian banyak perempuan yang membenci kisah masa lalu. Karena kejadian memalukan, menyedihkan atau menyeramkan bisa saja menjadi alasanya....
Dan disinilah Ratu sekarang, di taman belakang sekolah bersama Raja yang tidak henti-hentinya membicarakan pengalaman SMP dulu bersama Ratu.
"Gue mau kita kayak dulu"
Ratu mengalihkan pandangannya jauh-jauh agar matanya tidak bertemu mata Raja yang menyebalkan itu.
"Gue nggak bisa kayak dulu. Gue nggak bisa dan gue nggak mau" tegas Ratu dingin. Matanya terpejam mengingat hal bodoh di masa lalu yang pernah dia lakukan.
"Kenapa?" tanya Raja penasaran.
Ratu mengalihkan pandanganya kepada Raja. Matanya menatap lurus wajah Raja. Jika dulu dia selalu salting dan sangat bahagia tak karuan di pandangi Raja seperti ini, maka kali ini Ratu benci di tatap Raja.
"Bukan gitu. Maafin gue"
"Gue maafin. Tapi tetap gue nggak bisa kayak dulu"
"Karena Gavin lo jadi gini?" tanya Raja dengan nada sedikit tinggi. Bahkan Raja belum mengenal Gavin tapi kenapa bisa dia membawa Gavin dalam masalah ini.
Ratu menggelengkan kepalanya pelan. Dia tersenyum miris. Cairan bening itu tidak bisa di bendung lagi, Ratu menangis.
"Lo pikir ngejar-ngejar cowok yang nggak peka itu menyenangkan? Kalau ngejar cowok itu meyenangkan dan nggak ada rasa sakit mungkin sampai detik ini gue masih bertahan sama cinta gue. Karena mencintai sendirian itu sakit, berharap pada yang seharusnya nggak diharapkan itu sakit. Oleh karena itu gue berhenti sebelum hati gue tambah sakit. Sebelum atau sesudah ada Gavin pun gue udah mutusin untuk berhenti ngejar lo"
Raja menatap sendu Ratu yang sekarang tengah tertunduk dalam. Raja menyesal karena baru bisa membalas perasaan Ratu sekarang, saat Ratu sudah dimiliki Gavin.
"Kembali bersama gue" Raja meraih tangan Ratu. Namun Ratu menarik tanggannya jauh-jauh agar tidak bisa di gapai Raja, seperti yang dulu raja lakukan padanya.
"Kita nggak pernah bersama. Pernah atau enggak pun kita bersama, gue nggak akan kembali"
__ADS_1
"Gue pindah kesekolah ini demi lo. Sekarang gue berubah. Gue sekarang berusaha menjadi yang lo mau, menjadi yang lo suka. Jadi tolong beri gue hati dan kesempatan kedua"
"Lo pikir ini monopoli pake kesempatan? ngak sekalian Ratu kasih lo dana umum?"
Raja dan Ratu sontak mengalihkan pandangnya pada Gavin yang baru berkata begitu.
Gavin mengepalkan tanganya,jika dia tidak ingat perkataan Ibu BK mungkin Raja sudah mencicipi kepalan tangan Gavin ini. Gavin berjalan menuju Ratu dan merangkulnya. Ratu tersentak kaget.
Ratu berusaha melepaskan rangkulan Gavin dan Gavin langsung melepaskan rangkulanya ketika melihat Raja pergi dari taman ini, dalam hatinya dia bersyukur.
"Pacar lo itu gue bukan Raja. Jadi lo harus.." Gavin menggantungkan ucapanya.
Tangan Gavin menelungkup wajah Ratu dan di dekatkan wajah Ratu ke wajah Gavin "Deket-deket sama gue"
Ratu melotot, berusaha melepaskan tangan Gavin dari wajahnya namun Gavin malah tersenyum ria
"udah ya jangan nangis, tuh ingusnya mondar mandir ke pipi"
Sialan, batin Ratu.
"Lepasin Gavin. Gue benci sama lo" ucap Ratu setengah menjerit.
"I love you too" jawab Gavin
"Jangan deket deket sama Raja" larang Gavin dengan wajah serius,seolah Raja itu penjahat dan Gavin itu penyelamat.
Ratu menatap Gavin seolah mengatakan "kenapa?"
"Gue cemburu, berdasarkan hak karena lo kan cewek gue" ucap Gavin dengan etengnya.
"Itu juga terpaksa" Tambah Ratu.
"Nanti juga lo nggak mau lepas dari gue"
"Lo mau lepasin gue?"
"Iya"
__ADS_1
"Kenapa nggak sekarang aja? Gue pengen jomblo teru--"
"Terus jadian sama Raja?"