
...Rasa paling dilarang itu ketika masih sayang mantan...
Pagi itu bu Tyas yang merupakan guru biologi sedang menjelaskan tentang sistem pernapasan didepan kelas Ratu dan teman-temannya.
Terlihat dari mimik wajah yang diamati Ratu kemungkinan bu Tyas sedang kesal. Perlahan Ratu mengikuti arah pandangan bu Tyas dan ternyata bu Tyas beberapa kali menatap kesal Gavin dan Kayla yang sekarang sedang duduk sebangku bukan masalah posisi duduknya tapi keasikan mereka berdua yang sedang berpacaran ketika bu Tyas menjelaskan materi.
Suasana hati Ratu sedang tidak baik setelah megetahui jika Kayla dan Gavin balikan ditambah Jeni yang tidak sekolah membuat Ratu semakin kesepian. Ratu herusaha mengacuhkan apa yang terjadi,seperti kabar balikannya Gavin dengan Kayla. Ratu kembali memperhatikan bu Tyas yang sedang menjelaskan tapi tiba-tiba hanphone yang disimpan berdekatan dengan buku itupun bergetar.
Jika handphone Ratu bergetar pasti ada pesan yang masuk,bukan Ratu tidak ingin menghargai bu Tyas yag sedang mejelaskan tapi tiba-tiba kelakuan Ratu yaitu rasa keponya kembali kumat. Ratu kepo,kemudian dia membuka pesan itu secara diam-diam agar bu Tyas tidak mengetahuinya.
Jeni
Tolong gue di gudang sekolah gue dihajar tyo!
Setelah membaca satu pesan yang dikirim oleh Jeni,Ratu langsung pamit keluar kelas dengan alasan ke toilet padahal aslinya dia akan membantu Jeni.
...*...
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar"
Suara itu menggema ditelinga Ratu. Suara itu yang pertama menyambut kesadaran Ratu yang ditandai gerakan spontan jari tangannya. Kedua mata Ratu terbuka menampakkan dua buah bola mata indah berwarna hitam yang membuat orang yang melihatnya bisa masuk kedalam indahnya mata itu.
Setelah terbuka kedua mata itu mengedarkan pandanganya, mencari tahu dimana dirinya berada. Seperkian detik setelah Ratu mengedarkan pandangannya, mata Ratu menyipit melirik satu persatu orang yang berada disekelilingnya. Di sebelah tempat duduknya telah ada Ibu guru yang tengah dikursi, disebelah sana ada tyo dan kawan-kawanya.
Ratu baru ingat apa yang terjadi, tadi dia dikirim satu pesan dari Jeni yang mengatakan jika Jeni sedang berada di gudang sekolah. Lalu Ratu ke gudang itu namun tidak menemukan Jeni, Jeni tidak sekolah. Itu hanya siasat tyo agar bisa menyandera Ratu.
Ratu mulai membenarkan posisi duduknya, dia duduk tegap disebelah Bu Melly.
"Ratu" panggil Bu Melly dengan suara lembut dan nada pelannya.
__ADS_1
Ratu memalingkan wajahnya pada bu Melly tatapan tanya.
"Kamu ingat apa yang terjadi?" tanya Bu Melly, entah sekedar basa-basi atau to the point.
"Saya ingat bu. Saya hanya pingsan bukan amnesia" Ratu menjawab sekenanya.
"Perlu minum nggak?"
Ratu melirik pada orang yang dikiranya sedang bertanya pada Ratu. Ada sakit dibagian hatinya ketika sadar jika orang itu Gavin, setelah Gavin balikan bersama Kayla hanya sakitlah kata yang mampu mengsinonimkan Gavin.
Ratu menggelengkan kepalanya.
"Tyo, Haris dan Randy apa yang kamu lakukan itu tidak mencerminkan siswa pelajar. Apalagi kalian disini sudah kelas 12, sebentar lagi kalian lulus dari sekolah ini" jelas bu Melly dengan nada penuh penekanan.
*
"Apa karena kita sekarang mantan bukan pacar?" tanya Gavin dengan nada sedikit tinggi ketika Ratu melepaskan tangan Gavin yang berusaha menarik tanggannya.
"Gue rasa pundak lo nggak sakitkan?" Gavin merangkul pundak Ratu.
"Tapi gue nggak enak sama Kayla" tolak Ratu berusaha sehalus mungkin. Ratu melepaskan tangan Gavin dari pundaknya.
"Dia nggak lihat, Tu" ucap Gavin simple.
"Kalau gitu, pasti lo mau selingkuh dari Kayla selama Kayla nggak lihat itu? Ketika lo jauh dari Kayla pasti lo mau macem-macem sama cewem lainkan? karena Kayla nggak lihat"
Ratu sengaja menghentikan langkahnya hanya untuk menyampaikan itu, begitupun juga dengan Gavin yang menghentikan langkahnya. Tapi setelah Ratu selesai biacara, Gavin kembali berjalan meninggalkan Ratu.
"Hmmm" gumamnya sembari berjalan.
__ADS_1
"Gue tahu lo banyak nyakitin cewek. Tapi gue mohon jadiin gue cewek terakhir yang lo sakitin. Gue mungkin bisa nerima lo yang udah nyakitin gue berkali-kali, tapi nggak semua cewek itu kayak gue vin" Ratu memandangi punggung Gavin yang mulai menjauh. Namun tiba-tiba Gavin kembali berjalan menuju Ratu yang masih setia berdiri dibelakangnya.
"Yaudah kalau nanti gue putus sama Kayla, gue mau balikan aja sama lo. Karena kata lo, lo bisa nerima gue walaupun gue sakitin berkali-kali" ucap Gavin setelah berhasil berdiri didepan Ratu.
"Mungkin aja nanti gue udah punya pacar dan nggak mau balikan sama lo" setelah mengatakan itu, Ratu kembali berjalan.
"Mungkin ini kali terakhir gue bisa bantuin lo. Besok dan seterusnya jaga diri lo baik-baik. Tanggung jawab gue sekarang bukan lo tapi Kayka" tiba-tiba suara itu terdengar di telinga Ratu dan ketika Ratu mengalihkan matanya, Gavin tengah berada disamping kanannya.
"Gue ngerti. Tolong jagain Kayla dia gadis baik" jawab Ratu setelah menampakkan seulas senyumnya pada Gavin.
"Lo juga baik"
Ratu lagi-lagi tersenyum simpul mendengar pernyataan simple Gavin.
"Gue akan jaga kayla kalo lo juga bisa jaga diri lo sendiri"
"Ga ada urusan nya gavin,gue bukan siapa-siapanya lo lagi" setelah mengatakan itu, Ratu merasakan hatinya sedikit sakit beruntung ini hanya sedikit. Entah kenapa Ratu ingin memindahkan ruang kelasnya bersebelahan dengan ruang BK tujuanya agar dia tidak perlu berjalan berduaan dengan Gavin.
"Dari dulu kita emang bukan siapa-siapa. Dan lo juga bukan siapa siapanya guekan?" tanya Gavin.
Kini rasa sakit hati Ratu bertambah, semakin sakit apalagi setelah mendengar Gavin mengatakan itu.
"Heem iya, dulu kita cuma khilaf aja ya dan alhamdulillah sekarang kita udah sadar"
"Gue bercanda kali Tu, gue selalu anggap lo cewek gue yang ada itu Ratu yang nggak bisa anggap gue sebagai pacarnya" ucap Gavin seenaknya dan dia tidak pernah tahu jika ucapanya menyakiti dan menyenangkan hati Ratu.
"Udah ah jangan bahas masa lalu" kata Ratu dibalas dengan tawa Gavin.
"Tapi gue suka" ucap Gavin tiba-tiba.
__ADS_1
"Suka apa?" tanya Ratu,sedikit kepo.
"Lo"