
Ratu baru saja diantar Raka ke sekolah pagi-pagi buta seperti ini. Sudah menjadi kebiasaan kakaknya itu yang entah dengan alasan apa, sangat senang mengantar Ratu pada jam-jam sekolah tidak ada orang. Aneh memang, tapi Ratu harus patuh pada perintah kakaknya, dia cukup tahu diri. Syukur-syukur kakaknya mau mengantarnya kesekolah jadi jang jajannya aman tak terbawa mang angkot.
Ini diluar dugaannya, ternyata ada seseorang yang lebih dahulu ada di sekolah. Seseorang itu berdiri di samping pintu ruangan kelasnya. Ratu langsung mengenali siapa seseorang itu, seseorang yang tengah bersandar dengan kepala menunduk.
"Kayla? " tanya Ratu, memastikan bahwa seseorang ini memang Kayla.
Seseorang yang dipanggil Kayla itu tidak menjawab. Ketika matanya bertemu dengan mata Ratu. Kayla langsung memeluk erat Ratu. Ratu sedikit terkejut dengan Kayla yang tiba-tiba memeluk dirinya. Ketika Ratu melihat sekilas wajah sahabatnya itu ada yang berbeda dari kemarin. Jika kemarin wajahnya berseri dengan aura kebahagiaan. Maka lain hal dengan beberapa detik tadi, jejak air mata terlihat jelas diwajahnya dan Ratu tahu itu bukan air mata bahagia. Kayla sedang tidak bahagia, kenapa?
Tangan Ratu mengusap punggung Kayla yang berada dipelukannya. Bukan tahu bahwa ini bukan saatnya ia bertanya alasan sahabatnya menangis seperti ini, meskipun Ratu sangat penasaran. Ia membiarkan Kayla merasa lega dipelukanya.
"Kemarin Gavin putusin gue"
"Gue sayang banget sama lo"
Didalam pelukan Ratu, Kayla merasa aneh dengan tanggapan Ratu. Seharusnya Ratu tidak mengatakan itu disaat Kayla memberitahu bahwa Gavin memutuskannya. Kayla tidak mengerti dengan ucapan Ratu yang tiba-tiba itu.
...*...
"Good morning pacar" Gavin berjalan mendekati Ratu.
Mata Kayla, ah bukan Kayla saja tapi mata semua murid yang berada di kelas membulat. Kemudian suasana kelas menjadi hening ketika Gavin menyapa Ratu dengan embel-embel pacar. Tentu saja semua yang berada disana merasa terkejut keheranan, termasuk Ratu dan Kayla. Semua orang tahu jika kemarin Gavin resmi berpacaran dengan Kayla, tapi sekarang kenapa Gavin menyaoa Ratu sebagai pacarnya? Ini Gavin yang salah orang atau mata mereka yang salah melihat?
Di tempatnya, Ratu menundukkan kepalanya. Ia tidak ingin ini terjadi. Ratu tidak sanggup mengangkat kepalanya untuk sekedar lihat reaksi teman sekelasnya, yang mungkin saja akan membencinya.
"Ratu lo pacaran sama Gavin?"
Itu suara Kayla, Kayla yang tengah duduk disamping Ratu. Kayla yang melihat jelas perlakuan Gavin pada sahabatnya itu. Kayla yang sedang tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Kayla yang semakin geram karena Ratu tidak kunjung berkata tidak. Iya, Kayla ingin Ratu berkata tidak. Kayla ingin Ratu berkata bahwa Gavin sudah salah orang.
__ADS_1
"Iya gue pacarnya Ratu dan Ratu pacarnya gue."
Sudah. Keinginan Kayla tidak pernah menemukan realitasnya. Perkataan Gavin itu memang benar, Kayla bisa melihat dari tatapanya, tidak ada kebohongan.
Jangan tanya bagaimana perasaan Kayla sekarang. Bayangkan saja, laki-laki yang kemarin menjadi pacarnya besoknya laki-laki itu menjadi pacar sahabat kita. Apakah itu enak? Kayla akan menjawab dengan lantang Tidak.
Tapi sebelum menerima kenyataan pahit ini, Kayla ingin mendengar kebenaran langsung dari Ratu.
"Ratu lo pacaran sama dia?" Kayla menunjuk Gavin dengan satu jari tangannya.
Tidak ada jawaban, seolah tidak ada yang bertanya kearahnya.
"Ratu iya atau enggak?" Suara parau Kayla menggema di telinga Ratu dan mungkin di telinga semua orang yang berada disini.
Lagi, lagi tidak ada jawaban.
"Iya" Ratu mengangkat kepalanya kemudian menatap mata Kayla, ada sorot kekecewaan tersimpan disana.
"Apa lo nggak tahu kalau pacar lo sekarang itu adalah pacar gue kemarin? Apa lo lupa kalau gue itu adalah sahabat lo?" Ada jeda sebentar sebelum Kayla melanjutkan lagi perkataannya itu. Sebelum melanjutkannya lagi, Kayla menghapus jejak air mata diwajahnya. Ia tidak ingin terlihat cengeng di depan semua orang, meskipun sangatlah wajar jika Kayla menangis.
"Oh mungkin lo nggak pernah anggap gue sebagai sahabat lo. Sampai lo berani pacaran sama mantan gue sendiri. Atau jangan-jangan lo yang membuat gue putus sama Gavin, iya?"
"Iya. Gue yang buat lo putus sama Gavin. Gue jahat kan?" Aku Ratu didalam hatinya. Ratu mengakui jika dirinyalah penyebab putusnya Gavin dan Ratu.
Tidak aneh jika sekarang Ratu dan Kayla sudah dijadikan tontonan gratis oleh teman-teman sekelas. Tidak ada yang berani melerai pertengkaran dua sahabat ini, termasuk Gavin. Ia menyaksikan semua ini seolah ini adalah film. Apakah Gavin tidak tahu jika alasan kedua sahabat itu bertengkar adalah dirinya?
"Gue mau lo bahagia, Kay" ucap Ratu lirih di tengah isakan tangisnya. Ternyata Ratu juga menangis.
__ADS_1
"Apa urusannya kebahagiaan gue sama hubungan baru lo sama Gavin? Lo udah ngambil pacar gue dengan alasan lo mau gue bahagia? Apa itu masuk akal? Sumpah ya gue nggak akan sesakit ini kalau tahu Gavin direbut sama orang lain, tapi ini lo. Ini Ratu yang gue anggap kayak saudara gue sendiri." Kemudian Kayla pergi dari kelas tanpa menolehkan pandangannya pada Ratu.
Sekarang Kayla sudah tahu hubungan Ratu dengan Gavin. Tetapi Kayla tidak tahu alasan dibalik hubungan Ratu dan Gavin. Sejujurnya Ratu tidak mau menjadi pacar Gavin, namun Ratu menyayangi Kayla dan sekarang ia siap dibenci.
Semua mata tertuju pada punggung Kayla yang berjalan menjauh, pasti teman-teman sekelasnya merasa iba terhadap Kayla. Karena disini, yang mereka tahu Kayla lah yang menjadi korban dan Ratu adalah seorang Antagonis. Adakah salah satu dari mereka yang ingin tahu bahwa Ratu juga menjadi korban disini?
"Ikut gue" seorang laki-laki menarik pergelangan tangan Ratu dengan kerasnya. Ratu tahu jika berusaha melepaskan tangannya itu hanyalah kesia-siaan, jadi Ratu memilih pasrah.
Akhirnya laki-laki itu berhasil membawa Ratu keluar kelas.
Sebelum benar-benar pergi Ratu sempat mendengar ucapan Gavin yang membentak laki-laki itu.
"Rencana apa yang lo buat sama Gavin?" Laki-laki itu melepaskan cekalan pada tangan Ratu.
Ketika Ratu tidak kunjung menjawab, laki-laki itu kembali memberikan pertanyaan.
"Apa lo butuh seseorang selain gue?kurang apa gue sama lo?"
Ratu terdiam, apa yang harus dijawab jika untuk berbicara satu katapun Ratu merasa ketakutan. Laki-laki ini menjadi sosok monster yang Ratu takutkan padahal Ratu tahu jika lali-laki ini sangat menyayanginya.
"Padahal terserah Ratu lah mau pacaran sama gue atau mau pacaran sama siapa aja. Urusannya sama lo apa?" Tiba-tiba Gavin berada dihadapan Ratu, tepatnya di samping laki-laki itu.
"Bacot lo" ucap laki-laki itu sebelum memberikan satu pukulan di perut Gavin.
Bohong jika Gavin tidak merasakan kesakitan akibat pukulan tadi. Tangan Gavin sudah siap meninju, ia akan membalas pukulan laki-laki itu namun
"Gavin lo harus ke BK sekarang!"
__ADS_1