Ratu Kepo

Ratu Kepo
11. Bukti


__ADS_3

...Jika ada orang yang bisa mencintai tanpa syarat berarti ada orang yang bisa mencintai tanpa bukti...


Langkah besar Ratu membawanya ke parkiran kendaraan yang banyak didominasi oleh kendaraan beroda dua.


Sekarang Ratu binggung harus kemana tanpa Gavin. Setelah Ratu meninggalkan Gavin yang tengah berpelukan dengan gadis yang Ratu tidak kenali. Ratu memilih pergi dan menangis disini tanpa tahu malu karena disini banyak orang yang berlalu lalang.


Jika sudah sakit hati Ratu pasti kehilangan rasa malunya, buktinya sekarang dia berjongkok dibawah motor oranglain dengan suara tangisan yang tidak enak didengar.


Ratu selalu heran pada Gavin yang selalu bersikap mencintai kemudian melukai Ratu secara bersamaan. Harusnya Gavin konsisten jika ingin mencintai ya jangan melukai, dan jika ingin melukai ya jangan bertindak seolah cinta.


"Ratu?" panggil seseorang namun dari nada bicaranya dia seperti sedang bertanya atau memastikan jika orang ini benar-benar Ratu.


Ratu menyudahi tangisnya, matanya melirik orang yang barusaja memanggilnya Ratu itu. Ketika sadar jika orang itu adalah Candra maka Ratu langsung berdiri dan memeluknya.


Ratu kembali menangis dipelukan Candra. Candra membalas pelukan Ratu kemudian Candra bertanya "Kenapa?"


Ratu melepaskan pelukannya dan mulai menatap Candra serius "Gue cape pacaran sama Gavin. Gue mau putus. Gavin itu selalu selingkuhin gue. Meskipun gue nggak cinta sama Gavin gue nggak ada niatan buat selingkuh. Gue selalu belajar supaya nerima dia, tapi dia selalu aja cari yang lain padahal udah ada gue"


Candra tidak tahu harus bicara apa. Jadi dia hanya mendengarkan curahan hati Ratu. Tidak Candra sangka jika Ratu akan seterbuka ini padanya,selama yang Candra kenal Ratu adalah pribadi yang terutup.


"Yaudah kita putus" ucap seseorang yang barusaja menghentikan langkahnya dibelakang Candra. Matanya dipenuhi aura kemarahan meski dari mimik wajahnya terlihat dia sedang berusaha baik-baik saja.


Candra dan Ratu kompak memusatkan perhatiannya pada orang itu.


"Lo yang selingkuh tapi lo juga yang putusin gue" ucap Ratu seakan tidak terima pada keputusan yang diambil Gavin.


"Barusan lo ngomong mau putuskan?" Gavin berjalan mendekati Ratu, "yaudah kita putus" sambungnya lagi.


"Gue pengen lo jujur" gumam Ratu ketika kedua mata Gavin mengintimidasi dirinya.


"Sama Candra tadi lo ngomong pengen putus dari gue, sekarang lo pengen gue jujur. Jadi lo pengenya apa?" Gavin menatap Ratu lurus tanpa ada tatapan seperti biasanya.


"Gue pengen penjelasan ka--"


"Sekarang lo minta penjelasan. Lo banyak maunya"

__ADS_1


"Berantemnya jangan di sini" Candra yang sedaritadi diam mulai bersuara.


Baik Ratu maupun Gavin keduanya tidak ada yang menghiraukan perkataan Candra. Candra sekedar angin yang selalu dihempas tidak lebih, bagi mereka.


"Gavin seharusnya lo ngerti kalo nggak ada cewe yang seneng liat cowoknya deket-deket, sayang-sayangan, peluk-pelukan atau bahkan sampe ciuman sama cewek lain. Meskipun gue nggak cinta sama lo tapi paling nggak lo hargain gue sebagai cewek lo" Ratu menghapus air mata dengan telapak tangan kananya. Ternyata menahan air mata agar jatuh itu susah.


"Ngehargain cewe yang nggak cinta sama gue ya?" Gavin mendekatkan wajahnya pada Ratu lagi sehingga jarak mereka cukuplah dekat. "gue nggak paham" tambah Gavin.


"Kalau sekiranya mau nyakitin gue ngak usah baikin gue dulu" Ratu memalingkan wajahnya supaya Gavin tidak sembarangan menatap wajahnya yang kini tengah basah karena air mata.


"Seandainya lo bilang kekurangan gue sama gue. Kalau lo bilang tentang hubungan kita ini sama gue bukan sama Candra, mungkin gue bisa introfeksi tapi lo malah nyerita tentang hubungan kita sama orang lain. Jadi gimana gue mau tahu perasaan lo?" Gavin mengambil dengan paksa wajah Ratu agar menatapnya dengan bantuan tangan yang berada di dagu Ratu.


"Lo terusin aja berantemnya sampe subuh" Candra menaiki motor miliknya dan pergi dari hadapan Gavin dan Ratu.


Ratu melangkahkan kakinya menjauhi Gavin. Sementara Gavin menatap punggung Ratu dengan penuh kebingungan tetang harus bagaimana dia bersikap baik agar tidak menyakiti Ratu.


"Lo harus selalu ada disisi gue selama jaket dan celana gue, lo pakai" teriak Gavin cukup lantang membuat Ratu mau tidak mau membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Gavin.


Ratu menundukkan kepalanya dalam-dalam ketika berada didepan Gavin.


"Lo emangnya cinta sama gue?" Ratu mendongkakkan kepalanya untuk menatap Gavin lebih jelas.


"Kalo gue nggak cinta sama lo mungkin lo nggak mungkin jadi cewek gue" jelas Gavin membuat Ratu mengangkat satu sudut bibirnya.


"Ada bukti?" tanya Ratu.


"Kalo kemarin-kemarin lo buka mata, lo akan tahu bukti gue cinta sama lo" jawab Gavin semakin geram karena tingkah Ratu yang semakin menguji tingkat kemarahanya.


"Yang gue temuin itu malah bukti lo selingkuh. Apa selingkuh itu bukti cinta lo sama gue?" tanya Ratu setelah menghembuskan napas.


Ketika mendengar itu, Gavin tidak mejawab Ratu. Gavin diam membuat Ratu semakin mengiyakan kata hatinya yang mengatakan jika Gavin selingkuh.


Wajah Gavin mendekati wajah milik Ratu dan sebelum Gavin mendekatkan wajahnya lebih dekat sehingga akan menghapus jarak.


"Lo mau ngapain?" tanya Ratu dengan kedua mata yang membulat.

__ADS_1


"Mau cium lo,biar buktiin kalo gue cinta sama lo" ucap Gavin sekenanya.


"Itu bukan bukti tapi nafsu" tegas Ratu yang dibalas acuh oleh Gavin, seolah perkataan Ratu adalah angin yang selalu dia hiraukan.


Setelah beberapa menit mereka saling diam. Ratu tidak mau berbicara apapun pada Gavin,karena dia sedang marah pada Gavin. Dan Gavinpun sama dia tidak ingin berbicara dengan Ratu,dia tidak akan pergi sebelum Ratu mengajaknya pulang tapi Ratu tidak mau bicara pada Gavin. Alhasil seperti inilah,mereka saling diam memeluk ego masing-masing.


"Aku pulang duluan ya Gavin dan Kak Ratu" suara itu sukses mengalihkan pandangan Gavin dan Ratu secara bersamaan. Di tatapnya seorang gadis yang menaiki motornya dengan kecepatan rata-rata, melewati mereka.


"Hati-hati dijalan, Dek" Jawab Gavin.


Sementara Ratu melongo tak tertolong, gadis yang barusaja berpamitan pada Ratu adalah gadis yang tadi memeluk Gavin dengan kata-kata sayang.


"Dia siapa?"


"Luna"


"Selingkuhan?"


"Sepupu gue"


"Hah? Jadi daritadi gue cemburu sama sepupu lo?" tanya Ratu tanpa sadar dengan apa yang dia ucap. Ratu segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Disebelahnya Gavin tengah tertawa bahagia mendengar jika Ratu cemburu pada sepupunya.


"Ohh jadi Ratu cemburu sama sepupu nya Gavin?" tanya Gavin dengan kedua tangan yang mencubiti pipi kanan dan kiri Ratu.


Ratu mencebikkan bibirnya lalu berkata "Gue pengen pulang".


Gavin mengangguk setuju. Tanganya mengacak rambut Ratu dengan gemas. Ratu berjalan mendekati motor Gavin tetapi Gavin masih terdiam disana setelah tahu jika handphonenya berbunyi menandakan satu notifikasi masuk pada salah satu aplikasi dihandphonenya.


"Kenapa lo nggak bilang kalau kejadian minyak wangi itu bukan karena lo? Itu karena Kayla dan Liana kan? Dan bisa aja besok atau kapanpun mereka lakuin hal yang lebih parah dari ini"


Ratu memejamkan matanya,sekarang dia ingat. Masuk akal saja jika Kayla akan menyakiti Ratu,karena Ratupun pernah menyakiti Kayla dengan cara merebut Gavin. Ratu akan menunggu pembalasan Kayla.


"Gue pikir kita emang harus putus" ucap Gavin.

__ADS_1


__ADS_2