Ratu Kepo

Ratu Kepo
12. Patah Hati Dia Kali


__ADS_3

...Ketika aku mempunyai satu hati dan dipatahkan berkali-kali...


Ratu berjalan penuh ketakutan, entah kenapa dia mempercayai jika Kayla akan menyakiti Ratu. Harusnya Ratu tidak usah percaya, karena Kayla adalah teman dekat bahkan sahabatnya bukan? Tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


Apalagi setelah Ratu mempuyai satu masalah dengan Ratu, masalah yang cukup rumit dan tidak ada usaha penyelesian. Karena baik Ratu ataupun Kayla keduanya lebih memilih diam.


"Ratu"


Ratu membalikkan badannya ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Percaya atau tidak ini adalah kali pertama gadis itu memaggil nama Ratu setelah kejadian yang membuat hubungan mereka merenggang, dia adalah Kayla.


Dengan seulas senyum di bibirnya Ratu menjawab "Kayla" ini adalah hal yang harus disyukuri bagi Ratu. Mungkin ini awal dari hubungan mereka yang akan membaik.


Kayla berlarian menuju Ratu,lalu Kayla memeluk Ratu,Ratu merasa hangat berada didekapan Kayla,Ratu berharap akan seperti ini selamanya. Sekarang dia percaya jika Kayla tidak akan menyakitinya dan Ratu menyesal pernah percaya pada ucapan Gavin jika Kayla akan menyakitinya.


Mereka berjalan menuju kelas dibumbui percakapan mengenai permintamaafan mereka,Ratu dan Kayla sama-sama salah dan mereka saling meminta maaf.


Kayla dan Ratu melangkahkan kakinya pda ruang kelas mereka dan terdengar suara Gavin yang memekik telinga.


"Morning pacar"


Ucap Gavin,seperti beberapa hari lalu---dihari pertama Gavin dan Ratu berpacaran dan dihari Kayla memarahi Ratu.


Gavin tengah berdiri didepan Ratu dan Kayla. Ratu berharap Gavin tidak akan membuat masalah lagi,apalagi sekarang hubungan Ratu dan Kayla sudah mulai membaik.

__ADS_1


"Morning juga pacar"


Ratu melirik Kayla yang dengan sengajanya mengucapkan kalimat balasan dari Gavin itu. Belum sempat Ratu bertanya alasan Kayla berucap seperti itu,Ratu telah lebih dahulu melihat Gavin yang memeluk Kayla dengan mesra. Dan disaat itu Ratu pergi,berlari sekencang-kencangnya.


Ratu berlari menuju toilet,dia akan menangis disana. Sepertinya Gavin dan Kayla sudah baikan bukan?bukan kah seharunya Ratu senang jika dia putus dari Gavin dan Gavin telah kembali bersama Kayla dan hubungan Ratu bersama Kayla akan membaik. Jika itu seharunya yang diinginkan Ratu lantas kenapa Ratu sekarang menangis kesakitan. Didalam toilet Ratu menangis,sejak kapan Kayla menjadi pacar Gavin?karena Ratu sangat ingat jika kemarin Gavin masih miliknya.


Air mata Ratu menggenangi wajahnya,mungkin setelah ini tidak akan ada kesakitan yang dirasakan hatinya. Semoga setelah Gavin bersama Kayla mereka akan berbahagia. Ratu segera mungkin menyibakka air matanya,tidak seharunya di menangis. Seharunya di senang Kayla sudah kembali menjadi sahabat baiknya.


Tangan Ratu membuka pintu toilet dan Ratu keluar dari toilet itu. Ratu menundukkan wajahnya dan diatas tanah keuda Ratu melihat sepasang kaki berada tepat di depanya. Perlahan Ratu menaikkan pandanganya dan memberanikan diri menatap wajah sang pemilik kaki itu.


Mata hitam milik laki-laki itu menusuk indera penglihatan Ratu. Dengan leluasa Ratu langsung menarik tubuh laki-laki itu kedalam dekapannya,Ratu memeluk Gavin. Suara tangis Ratu seketika terdengar lagi,lebih keras dibanding yang tadi. Ratu menangis dipelukan Gavin,Ratu memeluk Gavin erat sedangkan Gavin tidak membalas pelukan Ratu. Tanpa Ratu katakan mungkin Gavin tidak akan tahu alasa Ratu menangis tapi dengan air mata dan tangisan ini semoga Gavin tahu jika saat ini,Ratu tidak baik-baik saja.


Kedua tangan kokoh Gavin melepaskan tubuh Ratu pada tubuhnya. Gavin masih menatap Ratu dengan tatapan yang sama,tatapan yang sampai saat ini belum Ratu mengerti.


"Lo bilang jangan nangis tapi lo sendiri yang bikin gue nangis. Gue benci sama lo,Gavinnnnn" tanpa sadar Ratu teriak dibelakang tubuh Gavin yang mulai berjalan menjauh.


Gavin mengabaikan teriakan Ratu,dia berjalan terus tanpa ada rasa bersalah. Tapi Ratu berlari mengejar Gavin dan dari arah belakang tangan kananya menarik tangan Gavin,membuat Gavin membalikkan tubuhnya.


Gavin menatap lekat-lekat Ratu,tanganya melepaskan tarikan tangan Ratu dengan kasar,membuat Ratu menundukkan kepalanya. Jantung Ratu berdebar bukan karena cinta tetapi takut,dia takut jika tingkahnya ini mengundang emosi Gavin.


"Lo lupa kemarin minta apa?" Gavin menekan kedua pipi Ratu dengan tanganya,ditariknya wajah Ratu agar tudak terus melihat kebawah. Ratu berusaha melepaskan kedua tangan Gavin dari pipinya tapi itu tidak mudah. Gavin tersenyum sinis melihat tingkah Ratu,dengan sengaja Gavin mendekatkan wajahnya pada Ratu. Ratu tercengang dan dia lebih memilih diam daripada melepaskan tangan Gavin yang tidak ada hasilnya. "Lo  yang minta putuskan?" tanya Gavin lalu melepaskan tanganya dari kedua pipi Ratu dengan kasar.


...*...

__ADS_1


Ratu berjalan menuju tempat yang Jeni maksud. Untuk pertama kalinya Ratu melewatkan pelajaran sekolah dan memilih bolos untuk menuruti pesan yang didapatkanya lewat pesan hanphone. Ratu berjanji akan menyelamatkan Jeni yang meminta bantuanya karena--sekarang Jeni sedang disandra mantan pacarnya---yang pernah bertengkar dengan Gavin, namanya Tyo.


Mungkin ini kedengaran dramatis tapi inilah kenyataan. Jeni sedang disandra di sebuah gudang sekolah ini---begitulah yang Ratu tahu ketika Jeni mengiriminya pesan.


Demi menyelamatkan Jeni,Ratu sekarang berada di depan gudang sekolah itu. Pintu gudang itu tertutup menarik ingin kaki Ratu untuk segera membukanya. Setelah satu dorongan itu berhasil membukakan pintu gudang  terbuka. Memperlihatkan barang-barang yang sudah lama tak terpakai berda berantakan di ruang gudang itu, Ratu melangkahkan kakinya dengan hati-hati. Tiba-tiba saja nyalinya menciut ketika memasuki gudang yang berukuran cukup luas itu.


Suara pintu tertutup terdengar jelas di telinga Ratu dengan cepat dia mengalihkan pandanganya dan bukan pintu terbuka yang terlihat tapi tiga orang laki-laki berseragam sama dengan Ratu yang berada di depan pintu yang kini tertutup. Ratu mengenali laki-laki yang berada ditengah dengan senyum sinis dan satu batang rokok dibibirnya,itu adalah Tyo.


Ratu mulai merasa aneh ketika melihat mereka berjalan beriringan mendekati tubuhnya sesempat mungkin Ratu mengedarkan pandanganya untuk mencari keberadaan Jeni tapi tidak ada tanda-tanda Jeni berada disini. Ratu berjalan mundur dengan kepala yang terus menggeleng-geleng dan tatapan meminta permohonan agar mereka tidak melakukan apapun terhadap Ratu. Ratu benat-benar takut dengan mereka.


"Tolonggg!!!!" teriak Ratu cukup keras, membuat salah satu laki-laki  itu berlari menuju Ratu dan segera mungkin menutup bibir Ratu dengan tangannya. Ratu sangat sadar jika dia berteriak maka dirinya semakin tidak aman,tetapi semogalah ada orang yang mendengar teriakanya lalu menyelamatkannya dari tempat ini.


Ratu semakin geram apalagi ketika tangan Tyo menyentuh dagunya,Ratu menyesal pernah melakukan aksi penyelamatan untuk Jeni.


"Lepasin Ratu" teriak samar-samar dari arah luar gudang. Entah kenapa Ratu menyakini jika laki-laki itu adalah Gavin.


Ketiga laki-laki itu menukar pandanganya, saling melempar kode lewat tatapan.


Teriakan laki-laki tadi,yang Ratu duga jika itu adalah suara Gavin sama sekali tidak mempengaruhi aksi mereka. Badan Ratu semakin lemas,dia lupa tidak sarapan dan nafasnya mulai memburu,sesak karena tangan laki-laki itu yang tidak pernah lepas dari mulut Ratu.


"Buka pintunya anjing"


Teriak geram laki-laki dari luar setelah terdengar beberapa kali suara dobrakan pintu. Selain terkunci,pintu itu diamankan dengan beberapa benda berat,seperti kursi agar orang-orang tidak dengan mudahnya bisa mendobrak pintu.

__ADS_1


Dalam keadaan cemas seperti ini, ketika Ratu terpejam wajah Gavinlah yang terlintas dan ketika ingin berteriak tolong. Nama Gavinlah yang ingin dia ucapkan diakhirnya dan ketika hatinya sakit seperti ini nama Gavinlah yang terus ia sebut. Setelah mengenal Gavin, Ratu merasakan sakit berkali-kali didalam hatinya. Gavin terus menyakiti satu hati milik Ratu,mungkin bukan Ratu saja,Ratu hanya salahsatunya.


__ADS_2