Ratu Kepo

Ratu Kepo
15. Kenyataan


__ADS_3

kenyataan siap berdatangan padaku tapi nyatanya aku tidak pernah siap dengan kenyataan


Pagi hari ini setelah selesai mengikuti kegiatan upacara bendera seperti hari senin biasanya. Ratu menyatakan tidak siap untuk pergi ke kelasnya.


Ratu malas bertemu teman sekelasnya yang beberapanya telah menggores sakit dihatinya. Seperti Kayla, Liana dan Jeni semuanya sama hanya mereka berbeda muka saja didepan Ratu. Jika Liana menampilkan sisi jahatnya didepan Ratu maka berbeda dengan Kayla dan Jeni ya g berpura-pura baik didepan Ratu.


Tanpa mereka sadari Ratu telah mengetahui sifat asli mereka. Tetapi Ratu tidak bisa berbuat apa-apa, selain menelan kekecewaan yang diharapkannya dari seorang teman.


Ratu memutuskan untuk pergi ke belakang toilet yang tidak jarang dilalu lalangi murid-murid dan guru-guru. Ratu butuh sendiri meskipun sebenarnya hatinya membutuhkan kehadiran orang-orang yang dia sayang. Kenyataanya orang-orang yang Rau sayangi sudah memerangi Ratu, bagaimana Ratu masih bisa menyayangi mereka?


"Ratu"


Suara itu membuat Ratu terkejut, jantungnya seakan berhenti berdetak. Ratu sepertinya mengenal suara itu. Itu mirip suara Gavin atau itu memang Gavin? Ratu harapkan bukan. Dia telah berjanji tidak akan berurusan dengan Gavin lagi. Karena penasaranya, Ratu mulai menoleh ke sumber suara itu dan ternyata benar itu memang Gavin.


Ratu berlari kencang kearah ruang kelasnya, dia melupakan sejenak rencana untuk pergi kebelakang toilet itu. Kehadiran Gavin membuat Ratu semakin ketakutan. Dan ketakutan Ratu semakin bertambah ketika menyadari jika Gavin juga berlari menyusul dirinya.


Ratu menatap kedepan lurus dan syukurlah ada Candra didepan tubuhnya. Ratu tiba-tiba menghentikan langkahnya dan langsung menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh Candra. Setelah kejadian kemarin, entah kenapa Ratu selalu berpikir dia harus menjaga jarak dengan Gavin.


"Tolongin gue" pinta Ratu dengan nada ketakutan dan napas yang memburu.


Candra mengangguk sekilas lalu mengalihkan pandanganya kedepan karena melihat Gavin yang berdiri didepanya. Gavin terlihat kelelahan sama seperti Ratu.


"Kenapa lo lari dari gue? tanya Gavin dengan nada tinggi.


Ratu tidak menjawab.


"Ratu mendingan sekarang lo pergi ke kelas"


Ratu menganggukkan kepalanya cepat setelah mendengar ucapan Candra. Kemudian Ratu berlari menjauhi dua laki-laki itu.


Sedangkan Gavin memelototi Candra lewat tatapan mata yang diberikan Gavin berusaha berkata kenapa?


"Gue mau bicara sama Ratu,kenapa lo halangin?" Gavin melangkah mendekati Candra. Gavin berusaha berucap senormal mungkin padahal hatinya ingin sekali memaki Candra.


"Percuma. Kayaknya Setelah kejadian kemarin, Ratu kecewa sama lo" Kata Candra.


...*...


"Seenggaknya hidup gue bakalan lebih tenang setelah gue berusaha untuk nggak kepo dan bahkan nggak peduli sama urusan orang lain. I can do it." ucap batin Ratu setelah dia menghembuskan napasnya. Ini adalah jam istirahat dan Ratu akan menghambiskannya dengan bantuan sebuah lagu dari Daniel Bedingfiel yang berjudul If you're not the one.


Ratu yakin waktu istirahat ini tidak akan ada yang menganggu. Gavin yang sedari tadi ingin berbiacara dengan Ratu selalu digagalkan niatnya oleh Kayla. Gavin harus pasrah pada kekanggan Kayla. Dan Liana dijamin tidak akan menganggu Ratu karena Kayla tengah berbahagia. Lama-lama Ratu terbiasa dengan mereka yang ahli berpura-pura.


Lagu itu mulai terdengar di telinga Ratu. Ratu menenggelamkan wajahnya pada meja,matanya dipejamkan agar bisa sedikit lebih santai dan sialnya bukan hanya membuat Ratu lebih santai tetapi lagu itu juga sukses membuat Ratu mengingat Raja pada setiap lirik lagu itu.


Dulu ini adalah lagu yang sering didengarkan oleh Ratu ketika dia memikirkan Raja,yang pada saatnya menjadi segalanya.


Ratu medesah pelan. Dia benci jika harus terbebani masalah di masa lalunya itu. Tetapi apa daya?walaupun Ratu sudah pindah sekolah bahkan pindah rumah,kisah masa lalunya itu tidak juga pergi. Malahan tokoh utamanya malah mengikuti jejak Ratu, yah dia adalah Raja.


Belum selesai Ratu merutuki masa lalu sebuah getaran dari handphonenya itu seketika membuat Ratu melihat layar handphone yang terdapat satu notifikasi pesan masuk.


Ratu membuka pesan itu dan ternyata itu dari Candra.

__ADS_1


Candraaaa


Temenin gue main musik dong!


Senyum Ratu terukir dibibirnya, mendengarkan Candra bernyanyi diiringi piano adalah kesukaan Ratu.


Tanpa berpikir panjang Ratu mengetikkan kata iya dan langsung mengirimkannya pada Candra. Ratu menghentikan lagu yang diputarnya seraya melepas earphone.


Ratu berjalan melewati barisan meja-meja yang ditempati teman-temannya. Ah bahkan Ratu ragu untuk mengkategorikan mereka sebagai teman. Apalagi setelah kejadian Ratu merebut Gavin dan Kayla. Sudahlah Ratu tidak butuh teman berpura-pura atau teman yang akan menerima sifat baiknya saja. Ratu hanya butuh orang tulus menyayanginya apa adanya tanpa kepalsuan.


Setelah beberapa kelas terlewati,Ratu dihadapkan dengan belokan dan Ratu langsung berbelok. Ratu tahu dimana tempat biasanya Candra latihan bernyanyi sambil bermain piano,ruang musik adalah tempatnya.


Setelah tiba di pintu dengan keterangan tulisan "Ruang Musik" Ratu membuka pintunya.


Tidak ada tanda-tanda suara Candra. Ratu memutuskan untuk berjalan menuju piano.


"Ratu"


Ratu menoleh pada asal suara dan ternyata itu dibelakangnya. Terlihat seorang laki-laki yang berjalan dari arah belakangnya. Ratu terkejut bukan main,Ratu benar-benar ketakutan. Ini akan menjadi kejadian biasa jika laki-laki itu adalah Candra tapi sialnya laki-laki ini bukan Candra melainkan Gavin.


"Dimana Candra?lo ngapain disini?awas gue mau pergi" Ratu terlihat panik,dia berusaha mendekati pintu keluar dan sialnya Gavin telah lebih dulu menguncinya.


Kejadian ini seperti dejavu baginya,karena Ratu pernah merasa seperti ini. Hanya beda pelaku saja jika dulu adalah Tyo dan teman-temannya maka sekarang adalah Gavin.


"Santai Ratu,gue cuma pengen ngobrol sama lo. Gue nggak akan ngapa-ngapain lo" Gavin berusaha menenangkan Ratu dengan cara mendekatinya. Gavin tidak akan melakukan apa-apa.


"Gue mohon, biarin gue pergi" pinta Ratu dengan suara pelan.


Tapi entah kenapa bagi Ratu ucapan Gavin adalah malapetaka yang harus ia jauhi.


Ratu menganggukkan kepalanya pelan, dia tidak ada pilihan karena Gavin memang tidak memberinya pilihan


"Kenapa lo takut ketemu gue?" tanya Gavin sangat to the point .


Ratu menggeleng cepat,Ratu tidak membiarkan tatapanya jatuh pada Gavin maka Ratu memilih menunduk.


"Lo takut sama gue?emang gue hantu?emang gue gigit?" tanya Gavin lalu dia tertawa.


Ratu semakin menundukkan kepalanya. Dia binggung harus seperti apa sekarang.


"Sebelum lo jauhin gue, sebelum lo nggak mau ketemu sama gue seharunya lo ngomong sama gue. Apa salah gue sampe lo se jijik itu ngeliat muka gue. Sampe lo lari saat gue negur lo?" bentak Gavin persis di depan wajah Ratu. Bahkan telinga Ratu bisa mendengarkan dengan jelas apa yang Gavin katakan.


Ratu mendongkakkan kepalanya,dia menatap Gavin tajam.


"Lo nanya sama gue apa salah lo?" Ratu tertawa lepas setelah menanyakan itu.


"Dari awal lo jadiin gue pacar juga itu udah kesalahan lo. Gue dijauhin sama Kayla dan temen sekelas juga itu salah lo. Mereka nganggep gue rebut Kayla padahal mereka nggak tahu masalahnya kayak apa. Bahkan sampai gue disandra kak Tyo juga itu salah lo. Dan kemarin gue hampir dicelakain Arkan, tapi untungnya itu hampir. Lo masih mau nanya apa salah lo?" Ratu tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mengganjal dihatinya ini.


"Jadi gue harus pancing-pancing lo biar bisa nyerita ini semua" ucap batin Gavin.


"Gue sayang sama lo" empat kata ini yang keluar dari mulut Gavin, gila memang tapi itulah kenyataanya dan Ratu harus tahu.

__ADS_1


Ratu menyipitkan kedua matanya,apa yang dikatakan Gavin tidak sesuai dengan pertanyaan Ratu.


"Lo sayang sama gue tapi malah jadian sama Kayla. Gila ya lo" Ratu menggeleng-gelengkan kepalanya,dia tidak tahu kalimat apa yang bisa membuat Gavin diam dan tidak melakukan hal aneh.


"Gue emang jadian sama Kayla tapi gue sayangnya sama lo" ucap Gavin dengan sedikit ragu seraya tanganya menarik ujung-ujung rambutnya.


"Lo nggak lebih dari ********. Lo pengecut,lo brengsek dan gue nggak suka lo" teriak Ratu persis di depan wajah Gavin. Ratu menangis setelah mengatakan itu.


"Lo sama aja kayak Jeni, Kayla dan Liana kalian emang mau bikin gue sakit hati. Kalian nggak pernah tulus sama gue" ujar Ratu membuat Gavin semakin merasa bersalah.


"Lo udah tahu kalo kay--"


"Gue udah tahu semuanya. Malahan Arkan udah nyerita semua tentang lo" ucap Ratu memotong perkataan Gavin.


Kejadian kemarin saat Ratu satu mobil bersama orang asing yang diketahui namanya itu Arkan.


Ratu juga tahu kakaknya itu telah merebut pacar Arkan dan itu membuat Raka dipukuli teman-teman Arkan tidak terkecuali Gavin yang merupakan teman Arkan. Dan itulah alasan kenapa Arkan ingin melukai Ratu, karena balas demdam.


"Arkan nyerita apa tentang gue?" tanya Gavin dengan wajah paniknya bercampur penasaran.


Ratu tidak menjawab.


"Dia bilang apa sama lo?" bentak Gavin sekali lagi dan ini lebih keras.


Ratu masih tidak menjawab.


"Lo bisa keluar asal jawab pertanyaan gue. Arkan ngomong apa sama lo?" Gavin menyodorkan kunci dari pintu ruang musik itu.


Ratu mengambilnya dari tangan Gavin. Kemudian Ratu menghapus jejak air matanya dan Ratu mengambil nafas panjang lalu menghembukanya dengan kasar.


Sebenarnya Ratu tidak mau bercerita tentang ini pada siapapun. Ratu tidak pernah siap untuk kenyataan yang baru diketahuinya kemarin. Tetapi Ratu harus mengatakan ini,agar dia bisa keluar dari ruangan ini.


"Arkan bilang kalo lo itu pacarin gue cuma main-main. Lo setinggan pacaran sama gue, lo disuruh Arkan untuk macarin gue terus lo sakitin gue. Arkan lakuin itu semua karena dia pengen balas dendam sama abang gue. Selama ini lo nggak tulus sama gue, lo cuma pengen buat gue jatuh hati sama lo terus lo tinggalin gue. Dan lo berhasil lakuin itu sama gue. Gue harap kita nggak akan bicara lagi setelah ini,biarin gue hidup tanpa lo" kata Ratu,dia mengatakanya dengan kejujuran yang ada.


"Gue pernah ngomong sama lo kalo Arkan itu orang jahat tap--"


"Lo juga jahat. Lo sama Arkan sama aja"


"Lo lebih percaya apa yang dibilang Arkan daripada apa yang dibilang gue? Gue sayang sama lo tulus dan gue mau pacaran sama lo karena gue cinta sama lo"


Ratu berjalan mendekati pintu. Ratu mengabaikan kata demi kata yang keluar dari mulut Gavin. Bagi Ratu itu tidak lebih dari sekedar omong kosong.


Ratu mulai memasukkan kuncinya pada lubang kunci dan pintu berhasil terbuka. Setelah Ratu keluar dari ruang musik Ratu melihat Gadis berambut hitam yang tengah menempelkan wajahnya pada jendela ruang musik ini.


"Kayla?"


Gadis itu adalah Kayla. Bukan Ratu saja yang terkejut tetapi Kayla juga. Keadaan Kayla nampak tidak baik apalagi dengan air mata di wajahnya.


Rau sangat yakin jika Kayla sudah menguping perdebatanya dengan Gavin. Ratu berani bertaruh jika mulai besok hidupnya tidak akan tenang lagi. Dan Liana akan lebih leluasa menyiksa Ratu.


Sedangkan Ratu hanya bisa pasrah,memang salahnya sendiri berurusan dengan Gavin. Meskipun sebenarnya Ratu tidak siap dengan kenyataan ini tetapi apapun yang Ratu alami harus ia terima.

__ADS_1


__ADS_2