Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Razia Cinta . .


__ADS_3

Outgoing call


Geng Ajeb-ajeb


"Halo ratu dugem kita, let's go to the partyyy!"


"Ah beneran lho guys lo berangkat nih?"


"Ya iyalah kita berangkat yuk ah cus buruan siap-siap ya kita jemput aja deh, lo nggak usah pakai mobil lo!"


"Oh gimana ya gue udah di ultimatum ama tuh polisi nyebelin!"


Briana yang jiwanya bar-bar yang hobbynya happy happy tiap malam namun masih menjaga kesuciannya dan tidak terjerumus ke hubungan bebas seperti teman-temannya yang lain.


"Polisi itu bukannya laki orang ya Na? Ngapain sih lu nurut banget sama tuh polisi! Terus lo mau jadi yang kedua gitu?"


"Ya dia nggak mau ngelihat gue ketangkap lagi gitu deh, dia ngga mau soalnya dia lagi berangkat ngerazia gitu ke klub malam juga, tapi gue nggak tahu di mana? Tapi gimana dong ntar kalau ketemuan ma dia lagi di klub malam itu? Gue males juga ketemu sama dia di club malam pasti ujung-ujungnya ntar ah lu tahu deh gue takut diseret ke kantor polisi!"


"Apalagi kalian tu nggak setia kawan, kalo gue ketangkep eh kalian malah kabur ninggalin gue sendiri, meregang nyawa sendiri antara hidup dan mati. Kalian tuh selalu enggak setia sama gue! Kalian suka ninggalin gue gitu aja ya nggak sih!"


"Kalian selalu nggak pernah peduli sama gue ntar waktunya razia gue selalu dibiarin terdampar udah tahu gue nggak kuat kalau ngelihat minuman? Pasti udah gue embat tuh minuman sampai habis sebotolnya ya nggak sih? Mentang-mentang semua minum orange juice!"


"Ya udah deh ntar lu juga ikut minum orange juice? Gimana? Kan kita udah lama nih nggak ngedengerin DJ yang lagunya keren-keren sambil ngedance di hall?"


"Lah emangnya cowok kalian pada ke mana kan gue sendiri yang jomblo."


"Udahlah nya cowok-cowok kita juga ikut kita nih yuk happy-happy bareng?"


"Ogah ah ntar gue sendiri kayak obat nyamuk kalian mesra-mesraan guenya malah nggak ada yang nemenin."


"Ya udah lu telepon aja tuh polisi dari awal lu udah bilang kan kalau lo sedang ada di klub malam itu jadi dia nggak bakalan deh ngerazia lu udah percaya deh sama gue?!"


"Ogah! Gue nggak bisa kecuali salah satu diantara kalian ngejemput gue kemari gue sih oke aja!"


"Oke baiklah cintaku kasihku Sonya berangkat meluncur ke penthouse loh bye!"


Call ended . . .


Satu jam kemudian Sonya pun sampai di penthouse milik Briana saat itu Briana sudah siap dengan kostum dunia malamnya yang begitu seksi dan menggoda. Entah apa yang dipikirkan Brianna saat itu kala mendapat masukan-masukan negatif dari teman-teman dunia malamnya bahwa sang polisi tampan yang memang sepengetahuan Briana memiliki kekasih tidak berhak untuk mengatur pergaulan Briana karena polisi itu bukan siapa-siapa Briana.


~Club Ariela~

__ADS_1


Jedug Jedug!


"Huuuuuuu musiknya keren sayang, Anaaa sayang kemarilah kamu temani aku?!" Pinta Roy langsung meraih saja tubuh mungil nan mempesona itu, Ana yang tak bisa menghindar mau tak mau menemani keinginan pria hidung belang itu dengan terpaksa.


"Sshh Roy lepasin!"


"Om sayang panggil aku Om, om Roy om Roy Ahahhaha."


Sementara itu geng ajeb-ajeb pun semakin menggila . .


"Kalian nih kebangetan tuh, Ana tuh lindungin kek." Pinta Sonya yang sedang asyik berdansa dengan Topan kekasihnya yang tidak bisa dihindarkannya dari sisinya.


"Sudah sayang, Ana baik-baik aja kok kita juga merhatiin dari sini tenang aja?!"


Sambil menempel pada Sonya Topan pun tak henti-hentinya menggosok dan membelai belakang punggung Sonya yang tak tertutup apa pun itu karena Sonya memakai dress backless yang sangat menggoda mata liar para pria lapar di club malam itu.


Sedangkan Brianna malam ini memakai dress yang sedikit sopan namun tetap perut dan pinggang nya terbuka sehingga nampak begitu menggoda.



Tak sengaja di waktu yang bersamaan jauh di radius 10 meter tatapan tajam seseorang yang sedang berada dalam status siaga menghunus tajam ke arah Brianna dengan mengepalkan tangannya kala nasihatnya untuk tetap berada di di Penthouse tidak diindahkan sama sekali oleh gadis itu.


Ingin hati membiarkannya saja namun sedikit rasa cemburu yang tumbuh perlahan membesar hingga sebesar gunung Semeru agaknya membuat kemarahannya meledak. Pria itu pun akhirnya mendatangi dance floor untuk mendamprat Roy yang sudah berhasil menggerayangi tubuh gadis cantik itu.


"Samsul, Deni, Anton tangkap Bajingan ini!"


Perintah Zach tidak bisa di ganggu gugat lagi. Anak buah Zach pun dengan sigap menyeret gembong preman itu untuk diamankan dan akhirnya bisa diringkus juga dengan mudah. Saat para Reskrim narkoba melakukan penyamaran.


"Sekarang katakan padaku apa maksudmu sudah melanggar perintahku?!" Teriak Zach untuk mengimbangi dentuman musik yang tak kalah kencang, hingga Zach pun mendekatkan bibirnya ke telinga Brianna.


"Emang elo siapa gue main-main perintah seenaknya?!" Mereka pun saling berbisik terlihat begitu mesra padahal sedang beradu mulut.


Brianna pun geram sambil teriak ke telinga Zach. "Okay memang kamu itu siapaku sih?!"


"Buka bibirmu?!"


"Hah? Buka bibir gue?! Lo tuh polisi gila hmmppffhh hmmppff Zassshhm."


Zach yang gemas dan geram karena tingkah gadis bar-bar itu yang tak bisa di nasihati sama sekali. Zach pun menciumnya kasar meraup bibir mungilnya dibawah kelap kelip lampu remang remang club malam dan musik bertalu-talu yang mengiringi persilatan lidah hingga panas dingin di buatnya.


Brianna yang tidak mampu membendung kekalapan polisi tampan itu pun akhirnya terbuai dengan serangan ganas nafsu bercampur kecemburuan yang membabi buta. kedua tangannya pun di lingkarkan ke leher tegap polisi tampan itu sampai mata keduanya berubah menjadi sayu. lalu Zach pun melepaskan pagutannya saat dirasa sang gadis sudah kehilangan nafas.

__ADS_1


"Sekarang kamu tahu kenapa aku begitu ingin melindungimu dasar gadis bodoh, pakai ini, lalu kau biarkan Roy tadi menggerayangi perut kamu yang kamu biarkan terbuka seperti itu? Ingat Ana tubuhmu hanya milikku!"


"Igh bisa gitu ya? Seenaknya sendiri sih?!"


Geram Brianna sambil nyengir kuda. "Ya udah ayo pulang, pulang aja, gue nggak mau disini?!" Ajaknya sambil meraih jemari tangan Zach yang jauh lebih besar.


"Jangan bilang kamu ingin melanjutkan apa yang sudah kita pending tadi?!"


Plak!


"Aww ana!"


"Issh selalu deh, otaknya selalu kesana?!"


"Baiklah ayo!"


"Tunggu Zach gue kenalin dulu Ama teman-teman gue?""


"Nggak usah deh, aku sudah menyelidiki siapa teman-teman kamu Ana kekasih mereka bukanlah orang baik, so mulai sekarang jangan lagi berhubungan dengan mereka, atau kamu juga nanti yang akan terseret sampai mendekam di jeruji besi."


"Oohhh i iya deh?" Sambil tak rela jika harus meninggalkan teman-temannya yang sedang asyik sendiri dengan pacar masing-masing pun akhirnya dengan terpaksa ditinggalkannya


"Samsul Deni dan Anton pimpin masing masing razia karena aku ada Razia yang lebih penting dari sekedar membereskan masalah sepele seperti ini aku yakin kalian jagonya.."


"Ehem ehem razia cinta ya bos?!"


Zach dan Brianna pun melesat pergi secepat kilat dari hadapan anak buah Zach dan teman-teman Brianna pun melihat adegan mesra itu dengan tatapan penuh kesal.


"Gimana sih kalian ini sudah gue bilang ajak Briana sebagai umpan dan jebak dia untuk menggantikan posisiku yang sudah menjadi target polisi sebagai pecandu, argh kalian ini katanya teman tapi tidak becus sama sekali. Kalian tahu kan andai yang tertangkap tangan pemakai Narkoba adalah Briana maka aku yakin tidak sampai 1 hari dia pasti sudah dilepaskan dengan membayar jaminan, secara dia kan anak dari Austin Lambert crazy rich dunia." Sarkas Dony kekasih Andini.


"Heh lebih baik urungkan niat Lo menjebak Brianna karena sekarang ada polisi perwira yang ngintilin dia terus kemana-mana, Lo lihat kan tadi, sepertinya pria tampan itu sudah jatuh hati pada gadis itu, semoga saja, biar kalian-kalian yang suka memanfaatkan Brianna menjadi jera dan binasa!" Sarkas Sonya yang masih memiliki hati nurani daripada teman Briana yang lain.


Perjalanan. . .


"Zach kok ini bukan jalan ke rumah gue?!"


"Dasar bodoh! Ini jalan ke rumahku."


Deg!


"Hah?!"

__ADS_1


To be continued


__ADS_2