
"Nanti sayang iya nanti nikah, aku udah nggak tahan, hmmppffhh hmmppff . ."
Zach dengan menarik wajah cantik Briana untuk disesapnya bibir merah alami gadis cantik itu lalu di lumatnya dengan rakusnya hingga Briana pun larut akan ******* nikmat itu. "Ssshh Zach sayang aaa hhh kenapa, kenapa elo ninggalin gue waktu itu? Gue kecewa hmmppffhh."
Lalu Zach yang sudah gelap mata pun akhirnya membuang saja Bra dan ce lana dalam gadis cantik itu hingga tubuhnya kini polos diatas tubuh Zach yang masih mengenakan seragam dinasnya.
"Aku udah nggak tahan Ana aku ingin, memilikimu malam ini juga hmmppffhh."
Ciuman itu pun turun hingga leher lalu pa yu da ra dengan pucuk menegang yang siap di kenyotnya hingga hi sa pan terdalam.
"Argghhh! Za aacch!"
Briana sampai menjambak rambut tebal Zach saking nikmatnya kenyotan nakal Zach di pucuk pink kemerahan miliknya tanpa sadar membuat sesuatu di antara dua kaki Briana menempel basah di seragam pak polisi itu hingga tembus ke perutnya.
"Oow kamu basah sayang?"
Tanya Zach kemudian sambil menelan ludahnya kasar.
__ADS_1
Gleg!
Lalu tangan Zach kini di gunakan untuk mengusap apem Briana yang sudah basah kuyup tadi.
"Boleh?"
Tanyanya dengan mata keduanya yang sudah sayu rupanya gadis cantik itu pun sudah tak kuat menahan godaan pria tampan di depan matanya dengan sejuta pesonanya yang tak sanggup di alihkan dari pikiran dan hati Briana sedetikpun.
Briana pun menganggukkan kepalanya seraya mengijinkan pria tampan itu untuk melakukan tahap dan langkah selanjutnya.
Sebelum itu Zach terlebih dulu mencoba memasukkan jari tengahnya ke dalam lubang kenikmatan tiada Tara itu dengan memaju mundurkan jarinya hingga gadis cantik itu pun menggelinjang sampai kepalanya menengadah ke atas.
Gadis itu kemudian menganggukan kepalanya seraya menikmati maju mundurnya jari tengah Zach di lubang surga miliknya.
"Udah siap?!"
Setelah di rasa sudah sangat basah hingga tak terbendung tongkol pun di masukkan perlahan ke pintu kenikmatan abadi itu.
__ADS_1
"Ssshh Za aaa hhhchh saa kit!"
Teriak Zach saat tongkolnya di Dorong paksa hingga masuk sebatang-batangnya hingga tak tersisa.
J leb!
Setelah sampai didalam Zach pun memaju mundurkan tongkol beruratnya hingga Briana pun mendesah hebat menukik sampai keduanya terengah saking nikmatnya pergumulan yang menimbulkan erangan dan rintihan itu semakin menikmatinya.
"Zacch kamu tega ninggalin aku lagi setelah ini akan ku aa hh akan ku bunuh kamu Zach!"
"Ough no sayang, aku akan melamarmu hmm? I love you terimakasih sudah memberikan mahkotamu untukku hmm? kamu hanya milikku Briana satu untuk selamanya hanya milikku!"
Sambil masih menaik turunkan pinggulnya Zach pun sampai melempar seragamnya yang menjadi penghalang nikmatnya penyatuan itu. "Sekarang giliran kamu Ana?!"
"Ssshh aaa hh begini?!" Ana pun kemudian menaik turunkan lubangnya hingga sampai ke ujung Ra himnya yang lagi lagi membuatnya menengadahkan kepalanya saking nikmatnya hujaman dahsyat itu.
tanpa mereka sadari sedari tadi dipan kayu itu pun sampai berderit karena goyangan dari keduanya hingga membuat divan itu ikut berisik sekali seolah-olah ikur larut dalam lautan panas gairah memuncak keduanya.
__ADS_1
To be continued . .