Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Iler Cinta . .


__ADS_3

"Nggak Zach stop, aku cinta aama kamu, kenapa harus nelpon Dirga?!"


Brianna yang nggak mau ikut campur dengan urusan pribadi Zach pun akhirnya pergi dari dekat keduanya.


"Aku pergi aja ke kamar kamu, biar ngga ngedenger kalian, ugh?!"


Brianna pun bergegas meninggalkan Zach yang lagi-lagi beradu mulut, namun satu hal yang buat Ana lega bahwa polisi tampan itu ternyata sudah putus dari ceweknya.


Ana pun masuk ke dalam kamar Zach lalu berbaring di tempat tidur Zach yang pasti menempel aroma tubuh pria tampan itu di sana. Ana pun merebahkan kepalanya ke bantal Zach di ciuminya bantal itu sambil mengendus endus mencari aroma aroma lain untuk menggodanya dan membukanya kemudian.


"Masa si pria tampan seperti dia ngga punya kelemahan, pasti kamu pernah ngiler juga."


Brianna mengoceh sendiri. Setelah mengendus beberapa menit pun masih tidak di temukannya iler Zach di sudut sudut tersembunyi bantal itu sekali pun. Lalu perlahan-lahan pun gadis cantik itu terlelap dengan tengkurap sambil masih mengenakan outdit sexynya tadi.


1 jam kemudian setelah berhasil mengusir Karina dari rumahnya setelah Dirga menjemput. Zach kembali ke kamarnya dengan antusias. Karena Zach yakin Briana sudah memaafkannya. Zach memperhatkan dengan seksama apa yang gadis itu lakukan.


Kini Briana lah yang malah mengeluarkan ilernya ke bantal Zach.


"Yah masa cantik cantik ngiler begini, ya Allah tapi kecantikannya nggak pudar sama sekali. Dia tidur sambil mangap begini cantik. Coba aku foto aja pas begini buat senjata kalo gadis ini bertingkah ngeselin lagi."


Zach kini yang mengoceh tak karuan.



Lalu Briana pun terbangun. "Zach kamu ngapain?" Tanya Briana saat pria tampan itu menghadapkan camera ponselnya pada wajahnya yang sedang tertidur.


"Lagi ngerekam gadis cantik ini yang ileran."


"Hah masa sih ya tuhan malu banget gue? Briana pun seketika malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu mengusap sudut bibirnya yang basah karena ilernya belepotan ke mana-mana. "Nggak apa-apa ini iler cinta hmmmpphhhff."


*Hmmppffhh tunggu Zach ini menjijikan aku ke kamar mandi dulu."


"Eits mau ke mana Nggak usah ke mana-mana udah di sini aja, ini tuh iler cinta tahu."


Zach malah semakin menggoda gadis cantik itu dengan memberi jila Tan ke sekujur bibirnya.


"Ssshh Zach aku ngantuk, peluukin ajaa hmmppffhh."


"Hmmppffhh Aku nggak mau sekedar peluk sayang aku minta lebih dong?"


keduanya pun berciuman bersilat lidah lama hingga tangan Zach sudah bergerilya di puncak gunung kembar yang sangat di sukainya.


"Aku lepasin kaitan Bra kamu, biar bebas dan lebih nyaman."


"Hmm, hgantuk Zach!"

__ADS_1


"Tidurlah aku nggak akan ganggu aku hanya ingin menyu sumu."


Kemudian di bukanya dress Brianna di gantikannya dengan atasan kaos gombrongnya agar Briana lebih nyaman hingga menyisakan hanya celana da lamnya saja.


"Hmmm diapain ini?"


Briana yang sudah terlelap ke alam mimpi pun tak tahu jika Zach sibuk membenamkan kepalanya ke dalam kaos gombrong itu untuk menye sap put ing pink kemerahan yang selalu membuatnya tergoda jika melihatnya.


"Sudah tidurlah hmm."


"Mana bisa tidur kalo begini?"


"Ssshhh sayang aku nggak sanggup kalo harus ngediemin kamu yang terlalu menggoda. Lalu tangan Zach pun bergerilya ke titik sensit if diantara kedua kaki jenjangnya.


Jari jemarinya di biarkan masuk kedalam ****** ***** berenda yang sangat menggoda iman.


"Aaaa hh Itu aaaa rggh diapain lagi?"


Briana pun menggelinjang tak karuan setelah Zach menyentuh kl itnya. Briana menengadahkan kepalanya seraya menikmati sensasi yang di berikan pria tampan itu.


Slu rp Slu rp


"Zach aku pen pi pis?!"


Zach tak mempedulikan ocehan gadis cantik itu, Zach pun menciu mi apem merekah milik Brianna dengan memainkan lidah nya hingga si empunya apem tak kuasa menahan ledakan kenikmatan hingga muncrat di muka pria tampan itu.


Cr oot!


"Pffttt itu apa aku aku terasa lega Zach, itu tadi apa?"


"Itu Iler cinta sayang dari lubang lain?!"


"Ahahaha maaf ini hmmmpphhhff." Briana pun menciumi wajah pria tampan itu karen merasa bersalah sudah menyemburkan cair an lengket dan ber lendir itu di wajah tampan sang polisi.


"Hmmmpphhhff oohh Briana aku nggak tahan aku ingin memilikimu sekarang, please, lihat ini dia ingin memasukimu yang sudah basah."


"Ya udah cari ustad!"


Sontak Briana memasang kuda-kuda, Briana takut kalau nanti tiba-tiba Zach ingin ber cinta dengannya.


"Ngga bisa sayang ini udah, ngga tahan?!"


"Ya udah Zach nikahin gue, atau gue pergi selamanya dari hidup Lo? minta gue ke orang tua gue Zach?!"


Zach pun di hadapkan pada dua pilihan disisi lain Zach sangat ingin sekali menu suk lu bang surgawi gadis cantik itu disisi lain keinginan gadis cantik itu yang tak bisa di ganggu gugat lagi. Keputusan Ana sudah bulat yang menurut dari ibundanya bahwa Briana akan menyimpan ciuman pertamanya untuk pria yang paling dicintainya untuk menjadi suaminya kelak.

__ADS_1


"Hmm baiklah, tapi bantu aja dia sampai nggak tegang lagi?!"


Zach pun tak mau memaksakan kehendak. Zach pun ingin meminta Briana untuk melakukan sesuatu pada gadis cantik itu.


"Gimana caranya?"


"Begini Hmmm." Zach pun mengajarkan briana cara mengurut tongkat nya yang sudah berdiri tegak berurat besar, panjang dan tumpul itu.


"Oohh beginiii?!"


Briana yang cerdas langsung bisa mempraktekkan ajarannya nggak pakai lama.


"Ssshhh iya sayang iya ssshh."


Zach pun mendesis seperti kesakitan padahal sangat keenakan.


"Aarhh Ana ana Hmmm Hmmm Ana yah begitu."


Sekarang giliran Zach yang mengoceh tak karuan. Serasa pikirannya melayang hingga ke angkasa biasanya dia harus bersolo karir jika ingin menuntaskan dahaganya. Kini ada gadis cantik ini yang membantunya. "Oough iya Ana sstt agak cepat agak cepat."


Dan . .


Croo oot!


Meledaklah cai ran kental putih lengket seperti lem itu tepat di wajah cantik Briana.


"Pfftt gantian, emang enak digituin?!"


Zach lagi lagi meledek gadis cantik itu tanpa henti.


"Igh menjijikkan?!"


"Tapi cairan itu nanti yang bisa memproduksi anak sayang hmm? Dan juga mengandung colagen."


"Hmm tapi kaan harusnya nggak di muka?! Aku mau cuci muka dulu?!"


Briana pun pergi dari hadapan pria tampan itu seraya menghentak hentakkan kakinya ke lantai.


"Eits nggak ayo kita mandi bareng ya?" Tiba-tiba Zach pun menahan tubuh mungil itu. Sontak tindakan polisi tampan


tersebut membuat Ana terkejut.


Deg!


Lagi-lagi Zach membuat jantung Briana berdetak kencang hingga ingin melompat.

__ADS_1


To be continued . .


...Yuk komentarnya di tunggu ya sobat ippiiieee yang ippiiieee sayangi....


__ADS_2