
~ Rumah Zach ~
"Ya tuhaaann Briana gadis cantik yang selalu membuatku gemas ingin membagi sisa hidupku bersamanya kini malah semua hancur berantakan karena kebodohanku sendiri!"
Lagi-lagi Zach semakin tak karuan dengan perasaannya dan dengan umpatan kekesalan yang sudah terlanjur keluar dari mulutnya. Sungguh emosi membuat Zach kini tersadar sudah menyakiti perasaan gadis cantik itu.
Incoming Call
Kompol Sentot
"Yah selamat malam komandan?!
"Breng sek! Jadi kamu sudah berhasil membuatku nggak simpati lagi dengan memutuskan pertunanganmu dengan Karina? Selamat sekali lagi atas kenaikan jabatanmu yang menurutku penuh dengan kolusi itu. Baguslah kalau ternyata aku nggak perlu susah-susah untuk menahan kenaikan jabatanmu tapi sebaiknya kamu berkemas sekarang juga karena mulai besok kamu sudah tidak menjabat sebagai Kapten disini melainkan di kampung halamanmu dasar perwira kampungan kamu! Pergi sejauh-jauhnya dari lingkunganku, kamu kira aku nggak punya kuasa untuk memindahkanmu dan membuangnya ke tempat terpencil dan primitif hah?!"
"Aku masih memiliki hal veto sebagai komandanmu Zachary dasar bodoh! Berani kamu mempermainkan anakku? Rasakan akibatnya sekarang!
Blep!
Call Ended . . .
"Tapi tap tapi Kom, argh sial!"
Keesokan harinya pun Zach tak bisa berkutik surat pemindahannya sudah di tandatangani oleh atasannya langsung yakni kompol Sentot.
"Ohh Briana Brianna maafkan aku. Aku nggak punya nyali untuk berpamitan langsung padamu karena ucapan yang sudah terlanjur kuucapkan dari bibirku."
__ADS_1
Gerutu Zach dalam hatinya yang harus secepatnya pergi dari ibu kota Indonesia itu.
3 bulan kemudian . . .
KKN Fakultas Kedokteran universitas Indonesia di Kelurahan Desa Alai Gelombang, Padang Pariaman.
"Siapa aja disini yang jomblo hahahahha kasian deh kalian apalagi elo An pfftt makanya elo tuh jangan terlalu liar, sekarang aja, abis patah hati elo tobat." Ujar Ratna sang sahabat senasib sepenanggungannya di jurusan kedokteran.
"Udah deh resek Lo pada, pasien pasien Dateng, permisi selamat siang ibu, bisa minta KTP dan juga KK untuk dokumentasi kami. Hmm saya cek dulu ya Bu Sumiarti, ibu lurah selamat siang, ini oww Vaksin 4 ya, ibu rajin sekali."
Ucap Briana ramah kala dirinya saja baru akan melakukan vaksin ke 3.
"Oohh iya dok, saya harus aktif dengan kegiatan sosial dengan ibu-ibu pejabat yang lain Jadi kita semua harus yang lebih dulu memberi contoh kepada warga supaya mereka meniru apa yang kita lakukan. Oh sepertinya Ambu pernah melihat wajah anak dokter tapi di mana ya sepertinya kita pernah bertemu beberapa bulan yang lalu tapi ambo lupa mungkinkah dokter pernah berbelanja di swalayan yang sama dengan saya?"
"Oh bukan begitu nak dokter iya mungkin ibu yang sudah tua ini sudah salah mengira nak dokter adalah gadis lain. Oh iya nanti malam ada acara pertunangan anak Bundo dengan dengan anak pemuka agama di desa ini namanya Hanisti. Kalian harus datang Bundo sudah menyiapkan pesta yang mewah untuk para mahasiswa yang KKN juga di desa ini dan juga dosen yang bertugas memandu jalanya KKN kalian, jangan lupa datang acaranya nanti jam 07.00 malam di kediaman kami di tempat di belakang kantor kelurahan.
"Ohh baik Bundo kami akan datang, kami sudah tidak sabar mengikuti acara pertunangan itu, maklum jauh dari orang tua butuh banyak asupan gizi dan vitamin."
Ucap Ratna tak kalah heboh.
"Iya betul Bu lurah saya dengan Dani akan mengawal teman-teman wanita saya untuk membantu menghabiskan hidangan pesta yang pastinya sangat lezat."
"Baiklah nak dokter semua terima kasih Bundo ucapkan, dan juga ye Trimakasih banyak untuk nak Briana tadi sudah menyuntik Bundo dengan baik. Jangan lupa ya kalian semua harus datang ke pesta pertunangan anak Bundo."
"Siap laksanakan!"
__ADS_1
* * *
"Eh lu udah siap belum Na dateng ke pesta pertunangannya anak si bu lurah?"
Tanya Ratna kepada Briana yang menjadi teman sekamar di kelurahan yang sudah disiapkan oleh pihak panitia untuk tempat tidur dadakan para calon dokter muda itu.
"Ah nggak usah deh males gue, gue tidur aja capek?"
"Eh lu tuh gimana sih lu kan tadi yang diundang sendiri ama Bu lurah kok lu nya malah nggak dateng sih?! kalo elo nggak dateng ya kita maleslah paling nggak ada yang jadi pusat perhatian sekalian elo?"
"Argghh beneran gue males banget mager gue tuh nggak pengen kemana-mana apalagi Jumat malam gini?!"
"Eh lu tau nggak gue denger nih anaknya Bu lurah tu super ganteng perwira polisi pula, jadi idaman seluruh gadis di desa ini Na? Tapi pilihannya ternyata pada gadis alim anak pemuka agama di desa ini. Percuma juga ya kita penasaran Ama penampilannya tapi sudah laku ya udah deh bener Lo mending kita ngga usah dateng."
Deg!
Seketika jantung Briana pun melompat kala perwira polisi yang adalah mantan kekasihnya adalah juga berasal dari Padang datang ke acara pertunangannya dengan wanita lain. Briana ingin memastikannya sendiri apakah benar pria anak Bu lurah itu adalah Zach pantas tadi Bu lurah bilang kalau wajah brianna familiar kelihatannya. Brianna berniat untuk mengucapkan selamat padanya jika pria itu memang benar Zach mantan kekasihnya yang sudah meninggalkannya tanpa kabar berita saat Briana tidak benar-benar mengusirnya pada malam itu.
"No tunggu Rat, lebih baik kita bersiap sekarang?!
"Apa?! dasar cewek labil loh ya udah gue siap-siap dulu?!"
Deg!
To be continued . . .
__ADS_1