Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Kegirangan . . .


__ADS_3

"Aa hhh karet ikat rambut cewek ya dipergelangan tangan kirimu itu? Coba lihat?!"


"Hmm pasti cewek itu kaya, masa karet rambutnya aja bermerk heh! Apa Zach selingkuh dari gue?! Berarti kita impas dong?!" Geram Kirana dalam hatinya.


Kirana pun melirik ke arah Zach yang masih berbicara dengan sang papah.


"Oohh nggak tau juga, dia cewek yang terazia di club malam."


Deg!


"Kok kamu tersenyum gitu sih, heh dengar Zach kalo bukan karena hubungan kita pangkatmu sebagai letnan kolonel di usia muda tidak akan berjalan semulus ini!


Semua yang kamu dapat adalah karena kamu adalah calon menantu papah!"


"Hmm, apa katamu? Baiklah terserah kamu Na, aku nggak bisa ngomong apa-apa semua prestasiku sebagai perwira terbaik di kepolisian hingga aku diangkat menjadi Letnan Kolonel termuda sebelum Kom. Pol Sentot Prawiradirja menjabat dan dipindahkan kemari. Namun aku nggak perlu banyak memberi keterangan padamu."


Zach yang sangat geram pada Karina yang bisa-bisanya menyepelekan perjuangannya selama ini sebagai perwira polisi yang teladan.


"Jaga bicaramu! Aku Zachary nggak perlu dukungan siapa-siapa untuk menguatkan posisiku sebagai perwira tinggi kelak hingga aku diangkat sebagai jendral termuda. Akan aku buktikan padamu."


"Okay okay sayang maafkan aku udah nyinggung perasaan kamu maafin ya?!"


"Eh Karina dengar, maaf jika aku tidak tulus selama ini padamu, karena kamu selalu saja menghitung apa yang keluarga kamu sudah keluarkan untuk aku bisa bertahan dengan posisiku yang sekarang, rasanya tidak adil untukku harus terus berada di posisi ini. Posisi sebagai calon menantu seorang atasan, komandanku sendiri yang sangat ku hormati."


"Hmmm maaf aku permisi pulang, aku nggak bisa lanjut makan, badanku nggak enak, aku jadi hilang selera."


Zach sudah mantap untuk pergi dari kediaman mewah rumah Sentot Prawiradirja. Zach pun berdiri tapi saat hendak melangkahkan kakinya


"Nggak sayang maafin aku, aku nggak sengaja ngomong kaya gitu tadi aku aku?"


Karina pun berdiri lalu berusaha meyakinkan lagi keras hati Zach agar memarkan pernyataan dari Karina tadi


"Cukup?! Aku permisi sampaikan salamku pada Kom. Pol Sentot."


BLAM!


Zack tersinggung, gusar dan marah dengan perkataan menusuk yang di lakukan Karina kepadanya. Bagaimana bisa sang tunangan tiba-tiba mengatakan hal yang sangat krusial bagi seorang lelaki hingga menyentuh ke titik emosi yang seharusnya tidak di langgar oleh Karina.


Padahal selama 3 tahun menjalin hubungan seharusnya Karina sudah tau apa yang tidak boleh di langgar dan boleh di masuki olehnya. Sungguh Zach tidak habis pikir kenapa kekasihnya itu masih saja tidak tahu seluk beluk Zach selama berkarir di kepolisian.


~ Keesokan Harinya ~


Di perjalanan sambil menelpon sang sahabat yang memang berbeda jurusan dengannya.

__ADS_1


Outgoing Call . . .


"Huuuuuuhuuu, ahahahhaha guee seneng bangeet nya?!" Teriak Brianna pada Sonya saat lolos dari jerat penjara sang polisi tampan.


"Wooow gimana tokcer nggak saran gue?!"


"Iya tokcer gue suka ahahaha, tapi gue hampir aja ber cinta ama tu polisi ganteng."


"Hah lo udah gila ya Nya?!"


"Nggak tahu deh gue kan masih dalam pengaruh alkohol gitu, so tiba-tiba gue juga ngelakuin hal yang tanpa gue sadari tahu nggak Lo."


Brianna menyadari saat tangannya meraih tangan Zach untuk mere mas buah pepaya mengkalnya lalu kemudian hal yang tidak diinginkan kedua anak manusia itu pun terjadi.


Kalo pun semua itu adalah dengan kesadarannya maka bisa di pastikan kedua orang itu sangat nyaman dengan keberadaan satu sama lain. Walau awalnya cek cok antara keduanya tidak bisa dihindarkan.


"Heh emang lo udah ngapain aja? Cerita Doong?!"


Tin tin tiinn ..


"Gue udah kissing, terus dia udah nyentuh itu . ."


Tiiiiiiiim!


"Upss nya gue tutup dulu gue kena tilang udah dulu ya?"


"Ya ampuuuunn ni anak udah lah jodoh lo tu ama pak polisi naaaa."


Teriakan Sonya tersebut agaknya tidak terdengar oleh sang sahabat.


"Selamat sore mbak, bisa lihat surat-suratnya, mbak tau kesalahan mbak?""


"Aduh mana gue lupa nggak bawa dompet aduuuuhh, mati gue?!"


"Nggak ada pak, dompet gue ketinggalan!"


"Eh mbak kalo gitu ikut saya ke kantor untuk proses lebih lanjut."


"Eh ngga bisa dong mbak! Mbak tahu tidak kesalahan mbak tuh apa?"


"Enggak, ah males gue pak."


Brianna yang sedang menepi dengan mobil sportnya la Ferrari dengan atap terbuka yang pastinya akan tampak jelas sekali pemandangan pengemudi di dalamnya jika melanggar aturan.

__ADS_1


"Gue nggak mau ikut ke kantor!"


"Mbak baiklah mbak okay begini aja mbak ada saudara atau teman atau pacar atau mungkin suami yang bisa bantu mbak?"


"Ada."


"Berapa nomor ponselnya mbak coba saya hubungi ya, biar nemenin mbak ke kantor polisi terdekat untuk mengurus pendataan mobil mbak."


Polisi yang bernama Solehudin itu pun sampai menahan kemarahannya karena yang di hadapinnya sangat manja dan seenaknya sendiri.


"Iya okay okay gue mau Zachary yang datang kemari!"


"Apa? Ahahaha ahaha mbak jangan becanda?"


"Kenapa gue harus bercanda? Panggil Zachary sekarang?!"


"Mbak maaf yang mbak panggil itu adalah IPTU (inspektur polisi satu) kami dia komandan kami mbak, nggak mungkin saya panggil IPTU Zachary kemari. Ck ck mbak ini ada ada aja?!"


"Ya udah nggak usah pake coba-coba nilang gue, gue mau pergi dulu."


"Maaf mbak, mba sudah menyalahi aturan, lebih baik bekerja sama dengan peraturan yang berlaku karena sanksi kami akan sangat tegas mbak. Jadi lebih baik mbak menurut dan ikut dengan saya ke kantor."


"Hiks hiks hiks apaan sih, gue tadi tuh nggak ngerasa ngelanggar peraturan lalu lintas apapun. Gue nggak ngerasa salah tuh."


"Gue bisa aja lari kalo bapak jalan di depan kan? Ya sudah jalan duluan sanah, gue ikut di belakang."


"Okay mbak, silahkan mbak ikut di belakang saya."


Lalu dari arah depan ada mobil Rubicon warna grey yang sangat familiar di mata gadis cantik itu. Terlihat seseorang yang di sebut namanya berkali-kali tadi olehnya akhirnya muncul di hadapannya.


"Oh selamat siang komandan!"


Solehudin pun segera berdiri tegak dan mengangkat tangan kanannya seraya memberikan hormat kepada komandannya itu.


"Ada apa ini? Ana kamu bikin ulah lagi?!"


"Aaah sayang! Cup cup!"


Brianna lagi-lagi nemplok ke tubuh tegap setinggi 190cm itu dengan memakai kacamata hitam begitu mempesona para wanita yang melihatnya.


Zach pun tersentak karena tiba-tiba di peluk dari depan dan di kecup sekujur wajah tampannya oleh gadis cantik itu.


Deg!

__ADS_1


To be continued


__ADS_2