Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Rayuan Picisan!


__ADS_3

"Heh kita mau ngapain kok pada mengunjungi rumah? Zach please Im not kidding for this kind of relationship, what am i to you Zach?


(Zach tolong aku nggak bercanda, sebenarnya apa hubungan kita ini? Kamu nganggap aku apa?)


"Diamlah!"


Kesal Zach padanya. apa juga maksud dari Zach sebenarnya yang tiba-tiba membawa Brianna untuk ikut menuju ke rumahnya. Diana khawatir Jika di rumah Zack nanti ada orang tuanya lalu pastinya mereka akan bertanya-tanya siapakah gadis ini Lalu bagaimana hubungan **** dengan kekasihnya kok yang dibawa ke rumah adalah garis lain dan bukanlah kekasihnya.


berjuta pikiran buruk pun terngiang-ngiang di benaknya-.


Briana pun begitu kesal karena reaksi z yang selalu memperlakukannya dengan kasar seolah-olah dia tidak butuh tetapi sebenarnya butuh. memperalat Briana dan membuat kekasihnya cemburu lalu mereka pun kembali bersama dan tidak lagi bertengkar


Apa yang akan terjadi nanti entahlah itu semua di luar perkiraan Briana. Gadis cantik itu takut tiba-tiba di damprat dan di labrak oleh seseorang karena tidak rela melihat kekasihnya digandeng oleh cewek lain. Sungguh tidak ada niatan bagi Briana untuk merebut Zach dari siapapun Briana tidak mau berperan sebagai pelakor di sini.


Karena sejatinya tidak perlu sebagai pelakor pun Brianna sudah diantrikan oleh banyak pria yang banyak mengungkapkan cinta kepadanya tetapi ada satupun yang menarik hatinya.


~Rumah Zach~



Zach langsung saja memarkirkan mobilnya di carport rumah mewah bergaya minimalis modern itu. rumah yang sangat mewah untuk dimiliki oleh seorang perwira Polisi muda seperti dirinya.


"Turunlah! tunggu apa lagi gadis bodoh kau menungguku untuk menggendong mu?!"


Briana pun melihat ke sekelilingnya betapa mewah rumah seorang Zach ternyata yang tidak dia sangka-sangka ternyata Zach adalah pria berada.


"Gadis bodoh gadis bodoh ya udah gue pergi dari sini dari tadi dikatain bodoh bodoh bodoh jelek jelek jelek jelek apaan sih kalau emang nggak suka gue ada di sini ya udah gue pergi siapa juga tadi yang mau ikut ke sini!"


BLAM!


Brianna pun mengurungkan niatnya untuk turun dan masuk ikut ke rumah mewah sang polisi tampan. Briana kemudian berlari kencang untuk pergi dari kediaman Zach secepat kilat untuk mencari taksi online.


"Hap! Eits mau kemana? ? sorry aku tidak bisa menjadi pria romantis dalam semalam jadi aku belum belajar so bersabarlah jangan pergi?!"


"Enak aja memohonlah? Kalau nggak gue bakalan tetap pergi gue males lihat cowok yang kasar seperti lo, bikin eneg tau nggak sih?!"

__ADS_1


"Eneg apa enak? Hmmm? Baiklah aku mohon pada gadis jelek ini untuk tetap berada di sisiku, dan jangan pernah ninggalin aku?!"


"Isshh! picisan banget rayuan lo?!"


"Jadi nggak mau ya? tanya Zack sambil tersenyum simpul padanya lalu perlahan-lahan meraih tangan mulus dan lentik gadis cantik itu dan menariknya lagi untuk masuk ke dalam singgasananya.


Briana yang masih kesal badannya memanyunkan bibirnya sampai 5 cm. wajahnya yang murung lalu menunduk membuat Zach semakin gencar menggodanya. "Tdurlah di sini malam ini oke besok aku akan mengantarmu pulang."


Zack pun menunjukkan kamar tamu yang berada di lantai 1 kepada Briana lalu Zach pun naik ke lantai 2 untuk mengambilkan gadis cantik itu pakaian ganti miliknya dan berharap akan muat dipakai olehnya.


lalu Zach pun kembali lagi ke dalam kamar tamu milik Briana tadi dengan memberikan piyama miliknya kepada Briana.


"Pakailah mandi dulu ya biar nggak bau rokok dan minuman di seluruh tubuhmu."


"Hmm."


Briana hanya mengganggukkan kepala dan berkata singkat. lalu masuk ke dalam kamar mandi yang sudah dilengkapi dengan bathrobe di dalamnya.


Kemudian Zach pun meninggalkan gadis cantik itu untuk mandi dan berbenah membersihkan diri begitupun juga Zach di dalam kamarnya di lantai 2.


Ting tong ting tong ting tong . .


Ceklek!


"Ya, siapa ya?" tanya Briana setelah membukakan pintu seorang wanita yang berpakaian sangat se xy yang sepertinya kekasih Zach.


"Siapa kamu?!"


Deg!


"Gue gue, ugh kan apa gue bilang, sssh sebel gue ama dia?!" Geram Brianna dalam hatinya.


Ternyata apa yang ditakutkan Briana pun terjadi seorang wanita cantik berpakaian sangat seksi datang bertamu ke rumah Zach Yang pastinya itu adalah sang kekasih dari pria itu.


"Dasar jala ng kecil kamu, mana pakai piyama Zach lagi tanpa celana urgh!"

__ADS_1


Sontak Karina pun menjambak saja rambut indah gadis belia itu dan menariknya. Namun tak rugi juga Jelita memasukkan Brianna ke akademi beladiri untuk membekali gadis cantik nan mungil itu agar bisa mengatasi segala pembulian yang terjadi padanya dengan mandiri. sehingga walaupun sangat kecil dan ramping priana dapat mudah mengatasi lawan-lawannya walaupun musuhnya begitu besar dan lawan jenis juga.


Karena cantik dan mungil Briana sering diganggu oleh kakak kelas yang badannya jauh lebih besar darinya dulu saat masa SMP hingga masa-masa setelah SMP kejadian seperti itu terus berulang sehingga sebagai ibu yang baik Jelita pun terus-menerus membekali jelita dengan dimasukkan ke akademi beladiri dan juga instruktur taekwondo pribadi yang mengajarkannya langsung kepada Briana secara private.


Maklumlah hidup serba berkecukupan membuat Briana dan Brandon begitu mudah dalam mengatasi segala kesulitan baik hidupnya namun keberadaan kedua orang tuanya tidak pernah ada di sisi mereka sehingga Briana yang tumbuh menjadi gadis barbar dan liar juga tidak bisa dikendalikan lah yang membuatnya suka berpesta pora dan juga hobinya mengunjungi klub-klub malam setiap malam dengan bekal bela diri itu yang disalahgunakannya.


"Dasar Breng sek!


BRAKK!


Tak disangka-sangka tubuh Briana yang kecil pun bisa dengan mudah membanting tubuh Karina yang lebih besar dan lebih tinggi darinya. Terasa patah tulang rusuk dan tulang punggung si Karina setelah posisi nya sekarang berada di lantai dan merintih kesakitan.


"Arrgh! Zaaaachh dasar gadis *** *** kamu apakan tubuhku hah!"


"Gue bukan jala ng! Dasar tante bin al! Siapa juga yang menjambak rambut gue begitu kasar gue juga bisa membela diri tante?!"


Mendengar keributan di bawah kemudian Zach pun turun dengan terbirit-birit hingga terkejut dengan apa yang terjadi di lantai 1.


"Ada apa ini?! Briana apa yang kamu lakukan padanya?!"


Zach dengan tegas bertanya kepada Briana apa yang telah dilakukan kepada Karina.


"Bodo'! Urusi aja hubungan kalian! lebih baik gue pergi dari sini. Dengar tante gue nggak ada niatan buat ngerebut laki lo?! Gue juga nggak tahu kenapa dia ngajak gue ke rumahnya?! Permisi!"


Seketika Briana pun kembali ke kamarnya di lantai 1 kamar tamu itu mengganti piyama itu dengan dressnya yang tadi lalu bergegas melesat dari hadapan sepasang kekasih itu.


BLAM!


"Zach tolong aku sayang, Zach tolong,, Zach Zach sakit banget Zach, Zaaaaaaacch!"


Zach yang tidak menggubris sama sekali kondisi Karina yang begitu menyedihkan yang berbaring telentang di atas lantai marmer miliknya. Zack pun melesat berlarian untuk mengejar Briana yang sudah naik pitam dan marah sekali dengan kondisi yang menempatkan dirinya sebagai orang ketiga dalam hubungan Zach dan Karina


"Briana Briana tunggu!"


"Brianaaaaa!"

__ADS_1


To be continued . . .


__ADS_2