Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Pengemis Pangkat . .


__ADS_3

~ Kantor Polisi ~


~ Ruang Pertemuan ~


"Sshhhh ngga mungkin kita main disini Dirga aku a hhhh iya aku juga kangen kamu." ucap Karina pada ajudan ayahnya yang berpangkat letnan dua itu. Yang kebetulan satu kantor dengan sang kekasih di polres itu.


"Sayang please kamu udah lama nggak ngasih aku jatah, tuh Aiptu tadi bawa mobil cewek kemari. Lebih baik cepat sudahi hubunganmu dengannya aku yakin cewek itu nggak sekedar korban razianya belaka. Bulsh*t kalo dia mau menjaga kesucian kamu selama ini untuk ngehormatin Kom Pol?"


"Ahahhaha lalu apa yang udah di lakuin dia dengan cewek itu? Yang udah ngasih dia karet rambutnya? Udahlah ke vir ginan kamu juga aku yang ambil sayang. Tetaplah bersamaku."


"A hhh Dirga tapi kamu udah beristri kamu gila ya?!"


"Hmmm aku dan dia udah nggak sejalan sayang yakinlah cintaku tulus ma kamu hmm buka dulu sebentar aja hmmppffhh."


Kedua pasangan terlarang ini pun melancarkan aksi me sum mereka tepat di belakang ruang perlengkapan. Karina yang sehari-harinya memiliki usaha franchise ayam kekinian ini bisa sewaktu-waktu berlenggang ke kantor sang tunangan yang pada akhirnya harus berenak-enak dengan sang kekasih gelapnya.


Setelah keduanya menuntaskan gai rah membara didalam ruang gelap itu keduanya pun saling membenarkan kancing baju masing-masing dan resleting baju masing masing.


"Oh ya satu hal lagi tadi Zach menenteng mobil sport la Ferrari merah sungguh menunjukkan kalo itu bukanlah miliknya. Mobil cantik seperti itu seharusnya pemiliknya juga sangat cantik sayang. Kemarilah kamu lugu sekali, kamu dia setia hmm? Setia t*i kucing."



Mobil Brianna yang di parkir di halaman khusus parkiran petinggi kantor polisi itu.


~ Di Ruangan Aiptu ~


"Sudah-sudah bubar-bubar! Seru Zach sambil mengusap wajahnya dan puncak kepalanya kasar.


"Komandan sebentar hmmm, mbak Karina dan Letda Dirga sedang berdua-duaan di ruang penyimpanan peralatan, apa perlu kita sergap Kom?" Ujar Denny sambil berbisik pada Zach yang awalnya tak percaya dengan kedekatan kekasihnya dan ajudan ayahnya ternyata tak perlu Zach melihat hal itu dengan mata dan kepalanya sendiri Zach sudah memiliki bawahan yang bisa di percaya dalam menyelidiki pembunuhan apalagi hanya sebatas perselingkuhan saja. Hal itu adalah merupakan keahlian baginya.


"Mulai razia di Club Roxane nanti malam!" Zach pun mengepalkan tangan kanannya seraya geram dengan tingkah laku sang tunangan yang ternyata lebih suka mencari kepuasan dari pria lain dari pada menunggu sampai Zach menikahinya.


"Siap laksanakan komandan!"


* * *


Sreg!


"Arghhhh sial! Aku juga nggak tahu nomor ponselnya lagi?! Ck! Kenapa juga aku harus mikirin gadis itu."


Zach menggeleng-gelengkan kepalanya seraya heran kenapa dua hari ini otaknya tak bisa berpikir jernih.


Tok tok tok . . .

__ADS_1


Zach yang duduk dengan membalik kursinya mengahadap tembok pun akhirnya kembali memutar kursinya hingga tahu siapa yang datang.


"Sayang? Zach, apa kamu ada waktu?!"


"Ada apa lagi?! aku kira semua sudah jelas, sebaiknya kita menjaga jarak dulu, aku masih belum siap karena di tuduh sebagai manusia pengemis pangkat di depanmu!"


"Zach maaf aku khilaf karena sudah meremehkan kamu sayang, please aku ngga bisa hidup tanpamu?!"


Zach yang masih terduduk pun malah sekarang menutup wajah tampannya dengan kedua tangannya sambil menyisakan matanya saja.


"Sayang apa kamu tersinggung?"


Karina mulai melancarkan aksinya perlahan-lahan mendekat ke arah Zach yang sepertinya sangat frustasi. Masih juga tak bergeming dengan menutupi wajah tampannya itu. Seperti ingin menjinakkan singa yang mengaung Kirana pun ingin sekali duduk di pangkuan pria tampan itu me ***** bibirnya yang padat bermesraan dengannya di ruangannya ini dan ber cinta kalau memungkinkan.


Namun Zach dari awal sudah menjaga jarak, hanya ada kata cinta yang di ucapkan untuk Karina tanpa pernah ingin sekaligus membuat Karina terpuaskan. Tanpa ada naf su dan gairah yang dapat mendatangkan hubungan panas setelahnya.


"Ini udah sore sebaiknya kamu pulang, aku masih ada tugas lain." Sakit hati Zach lantaran perkataan Karina tempo hari yang sungguh menyakitkan seketika menusuk menghunus relung hati dan jiwanya.


"Oh adakah tugas lain yang lebih penting daripada keberadaan tunanganmu disini Zach? a.k.a anak komandanmu juga penentu hidupmu ataukah ****** pemilik Ferrari merah itu?"


Zach pun santai saja menanggapinya, karena Kirana lagi-lagi masih mengungkit tentang betapa Zach hanyalah pengemis pangkat pada ayahnya di mata Karina. Sungguh hina penilaian Karina terhadapnya atau bahkan penilaian seluruh anak buahnya juga bahwa Zach sengaja untuk menjual dirinya agar menjadi menantu komandannya sendiri agar karirnya di kepolisian bisa meningkat seiring seriusnya hubungannya dengan anak komandannya.


"Hah terserah kamu mau bilang apa yang jelas aku sudah nggak peduli dengan segala hal tentang kamu dan juga Dirga!"


BLAM!


"Pa kita akan berangkat sekarang komandan?"


"Yah aku akan menyusul kalian nanti."


Zach pun meriah kunci mobil gadis bar-bar yang tadi sudah di buatnya kecewa. Zach yang peka sangat tahu bahwa gadis cantik itu sudah kecewa padanya karena sudah melakukan hal-hal yang melebihi batas pada gadis itu. Zach kemudian langsung mengemudikan la Ferrari merah milik Brianna dengan kecepatan normal.


1 jam kemudian . . .


~Bougenvile Appartment Residence~


Zach pun turun dari mobil gadis cantik itu lalu menuju ke security untuk meminta acces card key.


"Eh maaf Tuan, mbak Briannanya sedang tidak ada di tempat, jadi beliau berpesan agar kunci mobilnya di titipkan disini saja."


Pak satpam itu pun berbicara sambil membungkuk ada pria tampan itu.


"Pak Suryanto ya."

__ADS_1


Zach langsung menyapa pria malang itu setelah membaca name tag yang berada di dadanya sebelah kanan.


"Iya tuan."


Jawab Suryanto gemetar setelah melihat penampakan Zach yang penuh kharisma sebagai seorang perwira polisi.


"Jangan kuatir ini pertengkaran saya dengan kekasih saya Brianna, bapak nggak mau kan kalau nanti Brianna semakin ugal-ugalan dan membuat onar jika kita tidak segera membereskan hubungan kita. Bapak mau di pecat oleh ayaknya jika Brianna tiba-tiba menghilang entah kemana karena marahan dengan saya?"


Deg!


"Eh tidak tidak tuan, silakan ini accec key nya."


Zach kemudian tersenyum Smirk setelah mendapatkan kunci menuju ke singgasana gadis cantik itu.


~Penthouse Brianna~


Ting tong ting tong!


10 menit kemudian . . .


Brianna pun membuka saja pintu penthousenya dengan memakai crop top tangtopnya dengan celana hotpants yang begitu menggoda iman


Gleg!


"Zach! ugh Pergi!"


Zach pun menahan pintu Briana yang akan di tutup paksa lagi.


"Kamu sedang nungguin seseorang?!"


"Iya? pacar gue mau Dateng, sebaiknya Lo pergi deh, ini kunci mobil loh?!"


"Oh ya pacar? Ya sudah aku akan menemui pacar kamu itu." Zach kemudian masuk kedalam ruang tamu Brianna tanpa di persilahkan masuk.


"Pergi gue bilang?!"


Zach pun kemudian meraih tubuh mungil itu untuk duduk diatas pangkuannya dan men cium bibir merah alami gadis itu.


"Dilarang mencium gue, gue udah ada yang punya! Lo juga kan?!"


"Siapa bilang aku ada yang punya, kamu akan tetap ku cium, hmmpppffhh kamu juga nggak ada yang punya sayang, aku yang memilikimu sekarang."


Deg!

__ADS_1


"Awww Zach!"


To be continued . . .


__ADS_2