
~ Kantor Polisi ~
"Heh sekarang katakan dengan jujur Zach, sebenarnya kenapa kamu dengan cewek itu mesra dengan aku cuma nyium kening pegang tangan selebihnya nol besar, i love you i love you itu t*i ayam kan Zach?"
Karina masih menunggu dengan penasaran jawaban apa yang akan di katakan oleh polisi tampan itu. "Ya tuhan apa ini kenapa aku dulu harus mengiyakan hubungan pertunangan dengan Karina yang adalah anak atasanku. Aku terpaku dengan perintah atasanku sampai-sampai ucapan cinta keluar begitu saja dari mulutku tanpa aku menyadarinya." batin Zach pun bergejolak.
"Maaf, aku hanya melaksanakan perintah tanpa ada perasaan apa pun padamu, maka dari itu aku pun tak seberapa mempedulikan saat kamu selingkuh dariku. Jadi terserah sekarang aku nggak ada maksud juga menjelekkan reputasimu di depan komandan. Sebaiknya kita selesaikan baik-baik dengan Komandan bahwa kita putus dengan maksud baik karena sudah tak ada kecocokan."
"Nggak Zach kamu udah mempermainin perasaanku! Jadi kamu sekarang udah ketemu ama cewek yang bisa bikin kamu jatuh cinta begitu?" Tanya Karina to the point, sambil mendongakkan kepalanya karena tinggi karena hanya se dada Zach
Zach dan Karina yang beradu mulut sampai dua jam lamanya hingga seperti anjing dan kucing kepanasan.
"Jadi kita impas Zach selama ini kamu cuma mempermainkan perasaanku saja sambil menunggu kamu bertemu dengan seseorang yang bisa membuatmu bernafsu dan bergairah lagi. Sungguh hatiku sangat sakit Zach, bagaimana kalo aku bilang pada daddy kamu nggak pernah serius ama hubungan ini?!"
Karina pun tak terasa meneteskan air matanya saking sakitnya hatinya dan terbukanya kenyataan di depan mata bahwa Zach selama ini tidak sama sekali memiliki perasaan padanya. "Lalu untuk apa semua kecupan di kening selama ini? Ucapan cinta itu? Huaaaaa breng sek! Semua laki-laki sama saja yang satu hanya untuk pemuas nafsunya yang satu hanya untuk pencitraan dasar kampret kalian huaaaa ba ji ngan!"
Karina pun memukul-mukulkan tangannya ke dada bidang mantan tunangannya yang ternyata hanya menjadikannya sarana untuk menyenangkan atasannya saja.
__ADS_1
"Dasar kamu pengecut!" Bentak Karina padanya. Karena yang sangat geram dan tak terima dengan kata-kata Zach selama ini yang ternyata hanya kepalsuan belaka.
"Yah kamu benar Na aku memang pengecut, andai sedikit saja ada rasa suka itu pasti kita sudah sering menghabiskan waktu berdua bersama tanpa harus kamu memaksa melakukan itu semua dengan inisiatif kamu." Zach yang saat ini sedang duduk di singgasananya itu pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya seraya menyesali apa yang sudah terjadi.
"Sedangkan Dirga selalu datang dengan penuh perhatian dan menggodaku lalu memberikan kasih sayang yang tak pernah kamu berikan sama sekali, bukankah itu semua yang kamu harapkan aku membuat kesalahan hingga kamu bisa seenaknya main perempuan!"
Karina yang perlahan-lahan mendekati tempat duduk Zach. "Apa yang kamu lakukan?"
Tanya Karina yang ingin membuktikan sesuatu pada Zach.
"Lalu apa yang kamu ingin aku buktikan Na?! Apa maksudmu?!" Zach pun sedikit menghindar dan me
"Cium aku Zach." Ucap Karina dengan langkah seribunya untuk mendekat ke tempat duduk Zach. Kamu kira aku nggak sakit hati apa? Seenaknya saja mengambil tunangan orang yang sudah aku jaga bertahun-tahun."
Zach kemudian berdiri dan melepaskan genggaman erat tangan Karina di dadanya. "Sudahlah pergilah Na, kita sudah ngga ada apa-apa lagi! Maaf selain kamu adalah anak dari komandanku yang sangat kujaga kepercayaannya, juga karena aku tidak punya perasaan apa-apa padamu."
"Kamu kejam Zach, kamu cowok tersadis yang pernah ku temui di dunia ini? Lalu apa tujuanmu sebenarnya untuk tak menolak permintaan papa meminangku Zach! Dasar cowok gila kamu?!"
__ADS_1
Zach menghela nafasnya kasar betapa keinginannya untuk patuh terhadap atasannya itu malah berbuah perjanjian agar Zach mau di tunangan dengan Karina. Tujuannya agar Zach tidak di pindah ke daerah primitif untuk kenaikan pangkat selanjutnya.
"Apa papa mengancammu Zach? Katakan, katakan sebenarnya Zach apa papa mengancammu?!"
Zach tidak ingin membuka rahasia kelamnya bersama atasannya itu yang notabene adalah ayah kandung dari Karina yang menginginkan menantu seperti Zachary Gunawan yakni perwira termuda yang patut di perhitungkan prestasinya di kancah dunia kemiliteran.
Sentot yang ingin sekali mendapatkan mantu seperti Zach agaknya tak bisa berkutik kala Sentot mengancam akan membuangnya ke pulau antah berantah, sehingga mau tak mau Zach pun harus menuruti permintaan Sentot tersebut untuk menikahi anak gadis nya yang sudah berusia matang yakni 33 tahun tetapi masih saja bertaj melajang.
"Sudahlah Na, aku akan melaporkan perihal hubungan ini pada Komandan Sentot atas kelalaian ku dalam menjagamu. Aku sadar ini semua salahku seharusnya dari awal aku nggak mengiyakan untuk mempersuntingmu karena jika aku tidak mungkin aku sekarang sudah menjadi kapten tapi di daerah terpencil tempat suku primitif tinggal."
"Hiks breng sek! Laki laki di dunia ini memang sama saja!"
Deg!
Brianna pun melihat saja Karina keluar dari ruangan Zach dengan kancing kemejanya yang sudah di pasangkannya seolah-olah keduanya sudah melakukan hal enak-enak di dalam ruangan berukuran 4x4 itu.
To be continued
__ADS_1