Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Terpaksa Rebahan . .


__ADS_3

~ Rumah Zachary ~


"Brianna Brianna God damn it!"


Zach pun mengumpat kesal malas menoleh lagi ke belakang.


Ternyata Briana masih berjalan kaki sedikit berlari dengan sepatu high heels-nya yang sedikit menyulitkan langkahnya. Telah lama menunggu tapi belum juga ada taxy online yang tertangkap radar di ponselnya.


Broom broom! Ckiiiiiit!


Tiba tiba mobil yang sangat familiar di matanya itu pun menghentikan langkahnya lalu pria tampan yang sudah mengesalkan jiwa dan raganya itu pun turun dan memakaikannya jaket untuk menutup dress nya yang lubang di bagian perut dan sekeliling punggungnya.


"Ini dini hari Ana, masuklah?!"


Zach pun dengan ragu-ragu meraih saja tangan lentik gadis cantik yang suka tiba-tiba meledak-ledak tak jelas hingga seluruh hari-harinya kini di penuhi oleh nama lelaki itu.


"Heh?! Jadi Lo seneng kan nemuin gue ama calon istri Lo?"


Briana yang kesal tak karuan lalu menyesal Kenapa dirinya mau saja di ajak ke rumah Zach tadi.


"Okay okay, aku ama dia udah nggak ada hubungan apa-apa lagi ana mengertilah?"


Zach pun mencoba untuk meyakinkan gadis cantik itu karena Zach tidak mau Brianna kenapa-kenapa dan tak membuatnya khawatir lagi.


"Terus elo manfaatin gue jadi pelampiasan begitu?"


"Ana please jangan tengkar lagi, please."


"Sekarang lo sayang nggak Ama gue?"

__ADS_1


"Maaf ana kalo yang satu itu aku masih bingung, aku takut kamu cap sebagai cowok yang mudah jatuh cinta."


"Sekarang pilih aku atau dia?"


"Kamu ana aku pilih kamu."


"Karena apa?"


"Aku nyaman ama kamu, kamu bikin aku kangen, bikin aku khawatir, bikin aku gemas, walau kita terus menerus bertengkar aku nggak mau kamu mengira aku adalah cowok yang suka mengobral kata cinta."


"Now please Ana come, come to me, give me a hug and kisses."


(Ana sekarang datanglah padaku, peluk dan ciumi aku Ana.)


"Iya tapi antarkan aku pulang? Aku nggak mau ngelihat wanita itu lagi!"


"Hmm, no ana kita tidur di rumahku malam ini."


"Hmm kenapa? Ngga suka?"


"Igh sentimen banget sih Ana?! Ayoo masuk mobil ya?"


Lalu Brianna pun masuk kedalam mobil Zach setelah Zach


Keduanya pun kemudian masuk kedalam mobil untuk di bawa Zach lagi ke rumahnya.


Zach yang lebih panik dengan keadaan Ana yang tiba-tiba pergi dari rumahnya membuatnya lupa akan keadaan Kirana yang terlentang di lantai tak berdaya. Entah kondisinya selamat ataukah patah tulang, hanya Tuhanlah yang tahu.


"Eeeghhh egghh Zach, teganya kamu ninggalin aku yang terpelanting akibat ja Lang ini ngebanting tubuhku tanpa ampun?"

__ADS_1


Kemudian Briana pun membantu Kirana untuk bangkit dari rebahan terpaksa ya di atas lantai Itu.


"Lepasin! Gue nggak butuh bantuan lo?!"


Setelah itu Briana pun melepaskan pegangannya pada tangan lengan Kirana sedangkan Zach malah menjaga jarak aman dari wanita yang sudah menyakitinya bertubi-tubi itu.


"Harus ya ngadu kaya gitu Tante? Zach coba periksa kulit kepalaku kalo emang nggak luka, kamu boleh maki aku karena aku ngebanting dia?"


Lalu Zach pun memeriksa kulit kepala Briana dengan membelai juga wajah mulus gadis cantik itu. "Aduh Ana maaf aku nggak tahu aku malah membentakmu dan membela Karina, aku ambilkan obat dulu untuk mengobati luka di kulit kepalamu."


"No! Nggak apa-apa kok Zach ITS okay nevermine."


Ana pun menarik lagi tangan Zach yang ingin mengambilkannya obat untuk mengobati lukanya. "Tolongin aja dia kayaknya dia butuh ke rumah sakit."


"Sebentar, aku telpon seseorang yang lebih berhak menolongnya?"


Outgoing Call


Dirga


"Yes komandan siap?!"


"Dirga jemput nih Karina, dia ada di rumah ku, karena aku dan cewekku keberatan kalo dia masih berkeliaran di rumahku?!"


"Ohh ba baik komandan, saya akan segera meluncur."


(Apa Zach sudah tau menahu tentang perselingkuhan kami?) Batin Dirga dari seberang sana pun semakin salah tingkah.


Deg!

__ADS_1


"Ta Tapi Zach No!" Karina terkejut bukan main saat Zach menelpon selingkuhannya di depannya.


To be continued


__ADS_2