Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Prasangka . .


__ADS_3

"Hiks breng sek! Laki laki di dunia ini memang sama saja!"


Deg!


Brianna pun melihat saja Karina keluar dari ruangan Zach dengan kancing kemejanya yang sudah di pasangkannya seolah-olah keduanya sudah melakukan hal enak-enak di dalam ruangan berukuran 4x4 itu.


Brianna kemudian emosi, langkahnya di percepat pikirannya sudah kemana-mana pikiran buruk pun datang memberangsutnya seolah-olah Zach sudah berselingkuh di belakangnya dan mengkhianati kepercayaannya walau mereka belum mengikrarkan dan meresmikan hubungan apapun.


Brak!


Zach yang sedang duduk dan mengerjakan sesuatu diatas meja kerjanya lalu tersenyum penuh arti saat gadis cantik itu datang dengan memakai dress baru yang sangat cocok di tubuhnya yang mungil dan mulus. "Erggh! Kamu balikan ya Ama Tante itu? Kamu ***** dia ya?!"


"Ya apaan sih? Kok tiba-tiba marah? Hmm hmmppffhh." Zack pun menghampiri tubuh gadis cantik itu lalu nyosor nggak pakai lama ke bibir mungil Briana sambil sedikit melahap bibirnya kasar. Hingga Briana yang tadinya akan memarahinya pun kini terbuai akan permainan li dah pria tampan itu hingga menengadahkan wajahnya lalu mengalungkan tangannya ke leher bidangnya sambil Zach yang tak berhenti di di sana mengangkat saja tubuh mungil itu di taruhnya ke atas meja kerjanya hingga tinggi keduanya menjadi sejajar.


"Ku buat kamu nggak jadi marah jelek! Karena aku memang nggak ngapa-ngapain dengan Karina hmm? Sekarang aku di maafkan?"


Lalu Briana yang masih murung pun kini menganggukkan kepalanya kala kemarahannya seketika musnah. "Ssshh aww kamu gigit bibir aku kekencengan Zach, isshh ganas banget sih?!"


"Hey siapa suruh tadi nggak mandi, baumu membuatku semakin bernaf su sayang jadi jangan salahkan aku jika menyesapmu terlalu kuat?"


Kini Zach semakin membenamkan kepalanya dan hidungnya di enduskan ke leher jenjang gadis cantik itu yang sudah berubah sayu karena hor ny yang tak tertahankan.


"Ssshhh Zach pulang yuk? Ke rumahku aku mau mandi, kamu kan janji mau antar aku pulang."


Zach dengan tatapan liarnya melihat gadis cantik ini sudah bergai rah pun akhirnya mengiyakan permintaan gadis cantik itu untuk pindah ke rumahnya dengan maksud hati ingin menyesap ranum madu gadis cantik itu dan membuat Brianna menjadi miliknya selamanya.


Zach kemudian dengan bangganya mengaitkan jari jemarinya untuk menggenggam erat jari jemari tangan Briana. Seraya berjalan di area koridor Zach dan brianna semakin memperlihatkan jika keduanya sedang di mabuk asmara.


"Hei jelek masuklah dulu, aku pamit sebentar ke anak buahku ya."


"Hmm Zach nggak pake lama please?"


Setelah memberikan pengarahan sebentar pada bawahannya Zach pun kemudian mengantarkan saja gadis cantik itu menuju ke Penthousenya agar segera mandi dan beristirahat.


Perjalanan . .

__ADS_1


"Capek? Laper?"


Tanya Zach sambil mengelus puncak kepala gadis cantik itu lembut.


"Nggak Zach, aku ingin kamu?!"


"Siap laksanakan perintah sayang." Ucapnya bersemangat sekali.


~Bougenville Appartment Residence~


Ceklek!


BLAM!


Briana pun langsung berkata . .


"Zach Gendong, gendong sekarang?" Ucap Brianna manja pada lelaki tampan itu hingga bibirnya pun di dekatkan ke wajah pria itu namun masih tak menjangkau tinggi dari Zach yang sedang berkonsentrasi untuk memindahkan tubuh gadis itu ke tempat tidurnya.


Setelah sampai Zach pun merebahkan tubuh mulus itu dan mulai menyesap ranum bibir pink merekahnya dan semakin melekatkan dekapannya hingga gadis cantik itu pun kini mengalungkan tangannya ke leher bidang Zach yang sedang sibuk menyesap dan bersilat lidah serta saling menyerang pertahanan masing-masing.


Kriiiiiing!


"Ana telpon kamu?" Tanya Zach yang akhirnya mampu melepaskan pagutan gadis cantik itu setelah perasaan Briana yang seperti orang kesetanan ingin memiliki Zach seutuhnya juga akhirnya ambyar seketika.


Incoming Call


Daddy


"Omo Zach Daddy ku telpon?"


Sontak nafsu dan gairah keduanya seketika hilang. Ton gkol yang tadinya tegak berurat pun kini letoylah sudah.


"Yess dad."


"Brianna dimana?" Tanya Austin yang baru datang dari Prancis dengan Jelita ibunya dan langsung mencari putri cantik yang sudah di rindukan keduanya tentunya.

__ADS_1


"Di Penthouse mom."


"Oow, kemarilah sayang mom and dad kangen."


Lalu Brianna pun melihat ke arah pria tampan yang sedang tidur di sampingnya sambil mendengarkan perbincangan ketiganya yang di loud speaker itu.


"Baiklah nanti malam ya mom dad, ana masih bangun tidur, ana mandi dan membersihkan diri dulu."


"Okay see you later sayang bye."


"Bye."


Call ended . .


"Zach, mau ikut ke rumah mom an dad?"


Tanya Briana ragu pada pria tampan yang belum juga mengungkapkan isi hatinya padanya lalu apa sebenarnya hubungan keduanya sekarang?


"Aku antar ya? Tapi aku belum bisa mampir, nanti aku harus bertugas."


Deg!


"Ternyata perasanmu padaku hanya sebatas itu Zach pasti kalau Tante itu yang meminta kamu mampir ke rumahnya maka kamu akan dengan senang hati mampir ke rumahnya, tapi kenapa aku nggak Zach?"


Batin Briana bergejolak.


"Ana mikirin apa sih, Ayoo aku antar? Katanya mau mandi dulu hmm? Iya deh aku nanti mampir sebentar ke dalam, kenalkan aku dengan orang tuamu hmm?"


"Oh ya benarkah? Okay aku mandi ya?"


Briana pun melesat dengan girangnya saat Zach akhirnya mau mampir untuk di kenalkan pada Austin dan juga Jelita.


"Ana ana apakah Daddy kamu yang Crazy rich itu bakalan menerimaku yang bukan siapa-siapa ini?" Batin Zach turut berkecamuk.


To be continued . . .

__ADS_1


__ADS_2