Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Head Over Heels!


__ADS_3

Hampir 1 jam menunggu Brianna mandi dan berganti baju, Zach yang merasa terombang-ambing karena Zach sejatinya adalah anak yang di temukan oleh pasangan petani miskin yang kini sudah diangkat derajatnya oleh tuhan dengan memiliki anak satu-satunya yang berpangkat perwira pula.


Mereka adalah pasangan Sutejo dan Sumiarti yang sangat bahagia kala menemukan seorang bayi yang terbungkus kain bedong mahal dari sutra serta gelang tangannya yang bertuliskan Zachary di sana, seketika pak Tejo pun memberinya nama Zachary yang mereka prediksi akan menjadi pembela rakyat dan suka memberikan sebagian hartanya untuk orang tak punya maka dari itu Zach pun di beri nama Zachary Darmawan.


"Hei kok melamun, Ayuk?"



"Oh Ayuk, hmm Ana apa kamu pernah mengenalkan cowokmu ke orang tuamu sebelum aku?"


Zach yang ragu ragu pun ingin meyakinkan hatinya bahwa Zach tak perlu insecure jika memang orang tua Brianna akan keberatan jika mengenalkannya nanti.


"Oww ngga pernah, aku nggak pernah punya cowok sebelumnya, cuma kamu nih, belum jadi cowok tapi udah ngajak bercinta, mau ngakak takut dosa?!"


Brianna lagi lagi menggoda Zach karena kesalnya gadis cantik itu saat pak polisi ternyata belum juga mengucap kata cinta padanya.


"Ya tuhan Brianna Brianna kamu tuh pacarku, kita pasangan kekasih sekarang. Apa aku belum nanya apapun Ana? coba ingat lagi waktu itu kamu mabuk sayang?"


Ucap Zach yang membohonginya dan mengelabuhi gadis cantik itu karena ingin melompati saja urutan saling ungkap rasa sayang dan suka yang menurutnya sangat tidak di perlukan itu.


Ucap Zach yang ingin membohonginya dan mengelabuhi gadis cantik itu karena ingin melompati saja urutan saling ungkap rasa sayang dan suka yang menurutnya sangat tidak penting itu. Zach lalu melewati saja momen itu yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.


"Oww jadi gitu? Ya udah deh." Briana pun menggaruk-garuk puncak kepalanya yang tak gatal seraya mengingat-ingat apakah benar dirinya sudah menerima pernyataan cinta Zach dan memutuskan menjalin kasih pada akhirnya.


Perjalanan . .


Zach pun kemudian melihat wajah gadis cantik itu yang tak melihat ke arahnya sama sekali. Briana malah melihat ke arah luar mobil sambil tak menghiraukan sama sekali bagaimana nervousnya Zach saat ini. Bahkan melebihi perasaan nervousnya jika suatu saat nanti akan di penggal oleh Sentot.


"Hey bagaimana kalau orang tuamu nggak setuju kamu berpacaran denganku?" Tanya Zach lagi.


"Hmm yah udah kita putus Zach gitu aja kok repot?!" Ucap Briana melengos saja menghindar dari tatapan penasaran Zach padanya kemudian Brianna pun melihat lagi ke arah kaca mobil dengan kaca film hitam gelap sehingga mobil Rubicon itu pun terlihat semakin garang dan misterius.

__ADS_1


"Eits semudah itu kamu ucap kata putus gadis jelek! Lihat saja nanti kalau sampai kamu putusin aku karena tak di restui oleh kedua orang tuamu?"


"Pfftt gitu dong, mana perlawanan pak polisi ini sebagai kekasih yang aku juga nggak kerasa udah jadian dengannya, yah sudahlah kita skip aja ungkapan perasannya yang pasti aku udah bisa membaca bagaimana pria ini head over heels (bucin) ke gue!"


"Iya iya deh head over heels ama si jelek, serah deh!"


Zach kemudian mengakui saja jika dirinya dianggap bucin oleh gadis cantik itu memang sebenarnya iya tapi pria tampan itu belum sadar rupanya.


1 jam kemudian sampailah keduanya di Mansion Keluarga Lambert.


Dari dalam Mansion . .


"Brandon apa benar itu kakakmu? Lalu mobil siapa tuh?" Tanya Jelita pada anak bungsunya yang mengintip di sela kaca Jendela raksasa mewah mansion itu.


"Hey mom, yup itu kakak ama cowoknya kali?! Tapi kok cowoknya udah tua begitu ya, keliatan seperti om om?!"


"Heyy sstt, cowok begitu tuh juga yang mommy suka dulu, makanya mommy ketemu Daddy kamu. Uughh!"


Bisik Jelita pada anak laki-lakinya sambil menjewer telinganya.


Brandon lalu mengusap dan menggosok telinganya yang memerah bekas jeweran jelita yang terlampau keras dan berkomentar pedas saat sang kakak membawa pria tampan dan dewasa ke Mansion keluarganya yang begitu mewah dan mentereng. Keduanya yang mengintip lewat tirai korden di pinggiran jendela tempat Zach memarkirkan mobilnya dengan mantap keluar dari mobil itu sambil tangannya di tarik saja oleh Briana agar tak ragu lagi untuk masuk ke dalam Mansion mewah itu.


Lalu . .


Doooor!


"Hey lagi ngapain sihh sayang serius amat?!" Gertak Austin yang mengagetkan kedua ibu dan anak itu yang berbisik sambil memperhatikan pasangan baru yang sedang bergandengan tangan karena Briana yang menarik tangan Zach tepatnya untuk masuk kedalam Mansion mewah orang tuanya.


"Oww dad tuh kakak udah punya cowok tapi tua!"


Plak!

__ADS_1


Austin kemudian memukul puncak kepala Brandon karena merasa tersindir pasalnya usia Austin dan Mommy Brandon yang terpaut begitu jauh yakni 25 tahun. Namun karena rajinnya Austin menjaga berat badan dan nge-gym teratur, keduanya pun tak tampak seperti ayah dan anak.


"Hey kamu kira Daddy dan Mommy ini beda berapa tahun usianya hmm dasar anak nakal?"


"Aduuhh, 10 tahun ya?!"


Lalu cek cok ketiganya pun di hampiri oleh Briana dan Zach akhirnya . . .


"Malam om dan tante?"


"Dad, mom kenalin ini Zachary Darmawan."


"Malam juga sayang." jawab Jelita dan Austin bersamaan karena Brianna memeluk kedua orangtuanya yang duduk di sofa mewah ruang keluarganya dengan sangat erat.


"Duduk Zach." pinta Austin yang dari tadi berdiri sebelum di persilahkan duduk yang menurut Zach tak sopan.


"Mom dad aku duduk di dekat Zach dulu, ssst because he's kinda nervous ( Zach sepertinya nervous)." Bisik Briana pada Jelita sambil melirik ke arah Zach kemudian.


"Hai Zach sekarang ceritakan bagaimana pertemuan kalian?!" tanya Austin to the point.


"Hmm kami bertemu dimmmm." Briana kemudian membungkam mulut Zach dengan kedua tangan lentiknya kala kejujuran Zach nant pasti akan membawa malapetaka dan bisa membuka semua kenakalan Briana kepada sang ayah.


"Oww kita ketemu di pinggir jalan dad, ana kan suka kebut-kebutan so pak polisi ini yang merazia Ana."


Ucap Ana sambil melirik ke arah Zach agar tidak memberi tahukan tentang kenakalannya yang sering mabuk-mabukan dan juga keluar masuk klub malam.


Austin yang curiga pun segera berdiri dan bereaksi.


"Zach kemarilah aku ingin bicara empat mata denganmu."


Deg!

__ADS_1


Detak jantung Ana pun seakan berpacu melawan waktu kala sang ayah tiba-tiba ingin berbicara empat mata dengan sang kekasih tanpa Ana tau apa sebenarnya yang ingin Austin tanyakan pada kekasihnya kali ini.


To be continued . . .


__ADS_2