
~Bougenvile Appartment Residence~
"Heyyy hmmppffhh."
Kedua tangan Brianna pun menutup saja bibir se xy Zach agar tidak buru-buru nyosor padanya.
"Ada apa?!" tanya Zach yang pura-pura tak tahu atas penolakan gadis cantik itu atas sikapnya.
"Igh, enak aja gue nggak mau di jadiin pelampiasan, setelah tengkar apa istri pertama eh nyari pelarian ama gue, nggak Sudi gue, pergi nggak?!"
"Ehhemm ngga ada lagi yang namanya istri pertama?!
"Cepet banget?! Lalu istri kedua?!"
"Ini lah istri keduanya hmpppfhhhh hmmppffhh."
"Hmmppffhh heyy hmmppffhh stop!"
Brianna pun menghentikan lagi kegiatan penyerangan yang tiba-tiba itu.
Brianna kemudian memeluknya erat diatas pangkuan Zach.
"Tenang ya? Gue nggak akan kemana-mana? Gue cuma buat elo hmpppfhhhh. Isssh tunggu nggak gue nggak mau ngasih tubuh gue, nikahi gue dulu!"
Briana pun kemudian membalas ciuman Zach karena bibir Zach yang begitu menggoda.
"Pffttt emang siapa yang mau minta itu? Aku hanya mau men yusu mu saja?!"
"Isshhh! gue belum mandi elo juga tuh bau, Emang siapa sih dia tiba-tiba nempel begini?! Udah lupa ya tadi siapa yang udah bilang gue ini pelakor yang ingin ngehancurin hubungan lo ama cewek lo!"
Ucap Brianna seraya menjelaskan sambil manggut-manggut.
"Hmm maaf, Im sorry . ."
"Enak aja sorry, beliin makan malam dulu gue laper."
"Hmm belilah, belilah sebanyak yang kamu mau."
__ADS_1
Zach pun memberikan ponselnya untuk brianna maksud hati ingin memberinya akun pesan antar makanan online yang sudah terisi saldo disana.
"Eits enak aja malam ini Lo harus masakin gue, dan Lo ngga boleh pergi kemana-mana!"
"Hei nggak bisa dong, aku harus bertugas malam ini?"
"Ya sudah pergi sanah dan jangan kembali!""
"Aduh, lebih baik ikut saja tapi tunggu di mobil kita makan malam di luar gimana Ana?"
"Panggil sayang dong Zach?!"
"Norak ah?!"
"Ya udah kalo gitu, emang gue norak, sana loh pergi dari hadapan gue!"
"Okay okay, sayang, malu sendiri aku, aku tu ngga bisa romantis."
"Ya belajar!"
"Ya sudah hmm ayo, jangan pakai mini-mini begini pakai celana panjang dan pakai baju panjang, kalo di depanku nggak usah pakai apa-apa?!"
"Heh, sakit Ana!" Keluh Zach saat Ana tiba-tiba memukul tangan kanannya.
"Ya siapa juga yang bilang nagih?!"
"Apa sih godain terus dari tadii, sini kamuh!"
Tiba-tiba Zach pun gemas dan mengangkat tubuh mungil yang menggemaskan itu seperti karung beras lalu melmparnya ke atas tempat tidur di ruang tamu, saksi percintaan mereka tempo hari lalu menindihnya kemudian.
"Ssssh Zach kamu mau apa?"
"Mau menyu su kubilang."
Zach pun semakin menjadi, saat Zach menekan payu dara gadis cantik itu dengan kepalanya seketika dada gadis itu menyembul dan montok membuatnya ingin melahapnya kemudian.
"Hmm Zach ssshhh?"
__ADS_1
"Hmppfh ya?"
"Apa kamu juga berbuat ini pada ...? Jangan digigit, ssshhh Zach, trus dapet apa sih emang kan ngga keluar air susunya?"
"Hmm ngga tau sayang, gadis jelek ini banyak tanya sekali?!"
"Hmm Zach ini di apain sih?"
"Pffttt ya ini hobby lelaki sayang, sekarang cium aku?!"
"Hmmppffhh." Brianna pun bangun dan duduk diatas pangkuan Zach lalu mengalungkan kedua tangannya di leher bidang Zach dan memulai pertukaran lidah itu.
"Sayang gimana kalo aku nggak mau berhenti?"
"Elo harus nikahin gue?!"
"Hmm ya udah."
"Heh ya udah gimana?"
"Ya lihat nanti?!"
Olahraga malam setengah badan pun sudah di tuntaskan keduanya. Lalu Zach pun pamit untuk bekerja kembali menuntaskan misinya merazia club malam selanjutnya.
"Ya sudah bye jangan keluar malam lagi aja?!"
"Ugh! Gue tuh kesepian Zach."
"Nanti aku menginap disini biar kamu nggak kesepian lagi hmm?"
"Hmm enak aja pergi sono! Emang disini kos-kosan apa?!"
"Byeee Anaaaa!"
"Lagi-lagi habis manis sepah di buang gue!"
Ana pun mengumpat kala pria tampan itu pergi lagi untuk bertugas.
__ADS_1
To be continued . . .
Hai readers tersayang. Semoga kalian suka dengan cerita antara Briana dan Zachary ini. Beri ulasan dong untuk karya ippiiieee bintang 5 kalau bisa🙏