Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Terong Nikmat!


__ADS_3

~ Rumah Sakit Harapan Kasih ~


"Sudahlah Anis, Jeki itu nggak punya perasaan sama kamu, bukalah matamu kenapa kamu malah memutuskan hubunganmu dengan abang Anis?" ucap Mariono, kepala security Rumah sakit yang sudah memperhatikan Hanisty yang berbondong-bondong seperti orang kebingungan setelah Jeki terkena luka sayatan di tangan kirinya.


"A hh sok tahu abang, jangan melarang larang Anis untuk mengejar cinta lelaki yang Anis cinta bang, kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi?!"


"Tidak Nis Abang tak pernah menerima keputusan sepihak kamu karena Bu lurah tiba-tiba menghubungimu kembali untuk bertunangan dengan Jeki yang lebih pangkat daripada Abang."


"Anis ngga pernah mencintai Abang, sadarlah bang?"


Lalu pria itu pun mendekat ke telinga Hanisty seraya berbisik. "Kalau kamu tak cinta kenapa kamu selalu menggerayangi terongku lebih dulu dan minta untuk ku tusuk tusuk ribuan kali Anis, kalau tidak cinta ama namanya? Hmm? Jangan munafik kamu!"


Deg!


"Arrgghh! Diam Abang! Jangan lagi membahas tentang hal yang menjiikkan itu nggak?!" Hanisty pun kemudian menutup kedua telinganya dan segera melesat pergi dari hadapan Mariono untuk mengejar cinta lamanya yang tak pernah bisa dia dapatkan yakni cinta Zachary.


* * *


~ Rumah Dinas Lurah ~


"Bundo Bundo kak Jeki pergi dari Rumah sakit dan entah sekarang berada dimana?" Resah Hanisty saat peluh keringatnya juga terlihat sampai membasahi hijabnya.


"Minumlah dulu sayang, tenanglah dulu, kamu habis berlari dari mana?"


Tanya Suryati pada calon menantu idamannya yang sangat di harapkannya menjadi menantu idaman sepanjang masa.

__ADS_1


"Bundo kak Jeki kak Jeki sangat mencintai Briana Bundo, Anis tak kuasa untuk menjadi penggantinya, biarlah Anis mengalah saja hiks?" Serunya manja sambil menghentak-hentakkan kakinya kala keinginannya untuk bersanding dengan pujaan hati yang sudah lama di dambakannya agaknya hanya jadi isapan jempol belaka.


"Kenapa nak sayang, nanti Jeki Bundo yang panggil, nggak mungkinlah Jeki mau Ama dokter dari kota itu, pasti tidak bisa masak, gadis manja, dan juga pasti yah kamu tahulah bagaimana pergaulan hidup orang kota."


Ucap Suryati sambil sesekali melirikkan matanya ke kanan dan kekiri seraya geram dengan tingkah sang dokter muda peserta KKn yang ternyata adalah Briana yang sama yang pernah menjalin hubungan dengan si Jeki yang hanyalah untuk Hanisty seorang sekarang dan selamanya.


"Baiklah sayang ayo kita datangi saja mess gadis itu!"


Suryati yang notabene adalah Bu lurah yang sangat di hormati di desa itu yang sejatinya tidak memiliki pendidikan yang mumpuni yang seharusnya bisa mengayomi penduduk untuk tidak suka memaksakan kehendak pribadinya kepada anaknya sendiri dengan menjodoh-jodohkannya, padahal belum tentu pasangan yang di carikannya itu adalah benar-benar pasangan yang baik untuknya kelak.


"Iya Bundo mari . ."


Keduanya pun kemudian menyuruh supir kelurahan untuk mengantar Suryati san juga Hanisty ke mess tempat Briana tinggal dengan maksud melabraknya.


30 menit kemudian . .


"Tuh kan mobilnya sudah nangkring disini apa namanya kalau bukan menggoda tunangan orang lain, dasar gadis kota tak tau adat istiadat! Kurang ajar!"


Tok tok tok!


Ceklek!


"Loh Bu lurah, loh?"


Sambut Ratna teman Briana yang memang tinggal satu mess dengan Briana.

__ADS_1


"Eh nak dokter bisa panggilkan dokter Briana, apa dia sedang bersama anak Bundo sekarang?"


Tanya Suryati yang masih mencoba sabar pada lawan bicaranya yang bukanlah Briana.


"Ohh itu mobilnya saja Bu lurah, orangnya ngga ada disini?!"


Jawab Ratna jujur karena Ratna tidak mengetahui jika Zach sedang menyelinap masuk dan kini sedang tertidur polos berpelukan dengan sanga mantan kekasih yang akhirnya di pertemukan kembali.


"A hh terlalu lama terlalu banyak basa basi tunggu di sini sayang, Bundo akan menggedor kamar tu dokter Briana, jangan jangan dia yang sudah nyulik si Jeki dari rumah sakit!"


Sementara itu di kamar . .


"Hmm Zach ada apa itu kok rame rame di depan?"


Tanya Ana pada kapten polisi yang kini sedang tidur damai dengan mendekap sang kekasih cantiknya yang kini sudah sukses menjadi miliknya seutuhnya.


"Hmm tidurlah lagi sayang, nggak ada apa-apa hmmppffhh hmmppff."


Lagi lagi ciuman menenangkan agar Ana tak lagi banyak berpikir yang tidak-tidak.


Lalu . .


Tok tok tok!


"Dokter Briana keluarlah?!"

__ADS_1


Deg!


To be continued . .


__ADS_2