Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Capt Sayang!


__ADS_3

~ Mansion Lambert ~


"Apa?! Putus?! Ta tapi hiks hiks . . jadi jadi Daddy hiks Daddy nggak setuju dengan hubungan kita hiks hiks."


"Pfftt lucu banget sih mukanya, tuan putri?"


Ana yang geram karena Zach sudah menggodanya membuat ana pun kemudian menggigit bibir sexy Zack saking gemasnya


"Aduh kira-kira dong Ana sakit kan?"


"Hmm sakit ya hmmm hmm gini sakit?"


Lalu Zach pun kemudian membalikkan saja tubuh mungil gadis cantik itu agar berada dibawah kungkungannya. "Sssh Ana, setelah ini jangan berulah lagi ya, Daddy sudah menitipkanmu untuk ku jaga baik-baik jangan mengkhianati kepercayaannya okay?!"


"Ya kamulah?!"


Ana kemudian membalikkan keadaan.


"Maksud kamu apa Ana?"


"Isshh ya kamu yang jangan berulah, kamu suka tiba-tiba ingin bercinta kalo aku hamil gimana Zach?!"


"Yah sayang aku akan menghamilimu ups salah, aku akan menikahimu hmmppffhh hmmppff."


Kemudian Brianna pun dengan pasrah menerima saja pertikaian lidah yang menggodanya lagi dan lagi.


Kemudian . . .


Tok tok tok!


"Ehem ehem . . Permisi tuan dan Nona makan malam sudah siap." Ucap Lucas yang kini berusia 55 tahun sang kepala pelayan yang tak bisa menahan senyumnya kala sang muda mudi yang sedang di mabuk asmara ini sangat mirip dengan tingkah laku sang ayah dan sang ibunya dulu yang tak kalah laparnya.


Lalu keduanya yang semakin menekan satu sama lain pertikaian lidah itu yang akhirnya harus terjeda.


"Sssshh Zach, Hmmm sudah yuk, mom and dad sudah nunggu." Brianna sampai menutup bibir se xy Zach dengan tangannya karena Zach sama sekali tak mengindahkan panggilan Lucas yang sudah lebih dulu pergi dari ruang kerja sang Daddy.


"Lihatlah ana tong kolku sudah bangun."

__ADS_1


"Isshh nakal, nakal nakal ayo bobo lagi, ini bukan saat yang tepat kamu bangun eh eh eh!"


Ana pun dengan sigap memukul mukul benda kaku yang terletak diantara kaki sang kekasih untuk memberi pelajaran padanya karena sudah lancang bangun tanpa di bangunkan terlebih dulu.


"Aww aww iya ampun, jangan kasar gitu kalo nidurin lagi, yang mesra dong? Begini Lo? Hey Zach kecil ayo bobo lagi, mama belum butuh ama kamu nanti kalo mama pengen, mama akan bangunin kamu lagi?!"


"Ighh itu namanya ngasih harapan uh uh uh rasain!"


Lalu karena gemas Ana pun langsung memencet hidung mancung Zach hingga di tekan dan tariknya hidung itu sampai si empunya mengaduh.


"Aww iya ampun ampun hadeeehh?!"


Kelakuan konyol keduanya pun sampai di tertawa kan oleh sang kepala maid yang sedari tadi ternyata masih saja menunggu di depan pintu ruang kerja sang majikan.


Kelurahan Desa Alai Gelombang, Padang Pariaman.


"Bak (bapak bahasa Padang) sekarang sudah waktunya kita menjodohkan anak kita pak, umur si jaki udah 35 tahun sekarang, umur yang sudah terlalu matang untuk membina rumah tangga sebenarnya." Ucap Sumiarti sang ibu yang berasal dari Jawa namun bertransformasi ke Padang hingga keduanya sudah terbiasa dengan bahasa Padang.


"Sudahlah Bundo ndak usah ikut campur urusan asmaranya si Jeki, dia sudah dewasa. Awak dengar dia sudah punya tunangan yang mau di kenalkan dengan kita nanti."


"Oohh yang anaknya komandannya itu ya pak? Ambu sih menginginkan Jeki itu menikah dengan gadis pilihanku, yang memang masih orisinil masih perawan, tidak seperti gadis di kota yang belum tentu hanya mencintai Jeki, rawan perselingkuhan. Kok Ambu itu suka sama si Hanisti ya bak, Hanisti itu gadis anggun, Solehah, kalem, Ambu yakin Hanisti belum pernah terjamah oleh laki-laki bak. Bagaimana menurut abak?"


"Ah abak nih, nanti Ambu akan datangin rumahnya lagi bak, semoga Hanisti belum punya pasangan lagi pak, soalnya tempo lalu abaknya kemari untuk melamar si Jeki lah pan si Jeki sendiri yang nolakin mentah mentah bak ckckck malah sekarang nggak ada kejelasan tuh hubungannya dengan tunangannya itu bak. Keburu kita di panggil sang pencipta eh malah si Jeki yang mengulur waktu, kapan kita menimang cucu kalo begini. Nunggu Jeki meminang seorang gadis eh malah kita yang di panggil sang khalik lebih dulu."


Keluh kesah Sumiarti dan Sutejo pun sedikit di dengar oleh sang anak kala . . .


"Uhuk uhuk uhuk."


"Minum dulu Kom ini, ampe keselek gitu?! Mentang mentang udah jadi Captain Kom sayang." Ucap Diana polisi wanita yang suka sekali bergabung dengan perwira yang lain saat makan siang antar anggota polisi di Edelweiss Restoran tepatnya di Hotel Bougenville dalam rangka acara penting kenaikan jabatan Zachary sebagai Kapten yang akhirnya turun juga tanpa Zachary harus bersusah payah di pindah dulu ke luar pulau untuk membuktikan kelayakannya mendapatkan kenaikan jabatan.


"Uhuk uhuk iya makasih." Zach pun mengambil saja sebotol air mineral yang di sodorkan oleh gadis cantik itu kala sang kapten yang masih bujangan itu menjadi bulan-bulanan kaum hawa di kantor polrestabes itu dengan penuh harap.


Lalu tiba-tiba Diana yang melihat ada bekas air yang masih meluber membasahi sekujur bibir Zach pun meraih saja tisu dari sana agar bibir sexy nya tak belepotan lagi.


"Oh makasih makasih." Zach kemudian menepis saja pemberian tisu itu karena Zach tak mau hubungannya dengan anak sang pemilik hotel itu menjadi memanas karena kesalah pahaman.


Kriiiiiing!

__ADS_1


~ Incoming Call ~


Si Bawel


"Sayang dimana aku udah di Penthouse?"


"Masih makan ini Ama anggota lain."


"Ow makan di Edelweiss jadi?"


"Ya jadilah jelek! Dimana lagi bisa nyicipin masakan calon mertua yang senikmat iler kamu?!"


"Igh! Selalu aja cari gara-gara sih?! Ya udah aku turun?!"


Briana yang memang baru saja datang pun akhirnya mau tak mau turun ke restoran miliknya untuk menyapa sang kekasih yang hari ini sedang merayakan kenaikan jabatannya dengan para sahabat dan juga tentunya hadiah makan siang dari calon mertuanya untuk seluruh jajaran anggota polisi di kantornya.


Namun Zach yang tak tahu menahu tentang hal ini pun segera bergegas ke kasir untuk menyelesaikan administrasi untuk membayar berapa total jamuan makan siang untuk ke 50 anggotanya itu.


"Oohh dengan bapak Zachary ya saya Danu kasir yang bertugas siang ini, tagihan bapak sudah di bayar semua pak."


"Ohhh kok bisa? Siapa yang bayar ya pak Danu?"


Tanya Zach penasaran dengan apa yang baru saja terjadi bukannya senang Zach malah mengejar siapakah gerangan buang kerok yang sudah menyelesaikan pembayaran makanan pesta perayaannya tanpa ijin darinya. Zach tak mau dikira mendapat gratifikasi atau korupsi dan membuat orang lain merugi dengan tindakannya ini.


"Ehehmm ada apa ini?" Tanya seorang gadis cantik sang kekasih hati yang akhirnya ikut menengahi.


"Heh bawel aku mau bayar tagihan makanan ini tapi kok dilarang Ama bapak ini."


"Eits lain kali kamu boleh bayar pak kapten! Buat hari ini aja, ini hadiah dari Daddy buat kamu?!"


Zach kemudian bereaksi berbeda dan tersenyum simpul lalu meraih tangan lentik kekasihnya dan memeluknya seraya mencurahkan kerinduan selama satu Minggu tak bertemu dengannya setelah makan malam terakhir di Mansion Austin.


Lalu . . .


"Capt sayang kok lama sekali sih, Ayoo kita harus segera kembali ke kantor?! Ups maaf!"


Deg!

__ADS_1


To be continued. . .


__ADS_2