Razia Cinta Polisi Tampan

Razia Cinta Polisi Tampan
Lip Service . .


__ADS_3

"Mandi bareng sayang yuuk??" Zach yang sudah memakai piyama ya lagi dan menenggelamkan kepalanya ke dada mon tok kekasih cantiknya dengan nyaman.


"Tapi janji nanti nggak ngapa-ngapain?"


"Hmm iya nggak kok, beneran deh." ucap Zach seraya tersenyum smirk padanya.


Lalu Zach pun mengangkat saja tubuh mungil yang belum memakai celana da lam itu nggak pakai lama.


"Gimana sih Zach, ini suruh ngawinin sekarang malah mandi bareng ini kan sama aja isshh."


"Iya jelek, nanti hmmm sekarang mandi dulu ya?"


Keduanya pun berdiri di bawah shower lalu Zach dengan kreatif pun melihat saja penampakan indah tak berbalut apapun di depan matanya dengan menelan ludahnya kasar.


"Sayang tong kolku bangun lagi lihatlah?


"Ahah ampun Zach, bye sayang, aku cabut dulu aku udahan."


"Arrgggh! Sial ingin hati mau minta kamu membantu menidurkannya lagi Ana tapi kamu malah tega-teganya kabur."


Kemudian Ana pun kembali mengganti baju tidurnya dengan apa saja yang ada di walk in closet Zach yang belum mengikrarkan diri menjadi kekasihnya tetapi malah sudah melakukan kegiatan pra bercinta dengannya.


Zach pun kembali lagi ke tempat tidurnya dengan melihat penampakan gadis cantik itu yang sedang tertidur lelap dengan hembusan nafas halusnya yang sepertinya sudah membawanya ke alam mimpi.


"Oohh sayang Ana kalau diajak bercinta minta di kawinin tapi kalo tidur begini kaos besarnya menyingkap kemana-mana bagaimana aku bisa menahannya ya tuhan Ana." Zach pun menggumam pelan agar Ana tidak bisa mendengar deru curahan hatinya.


Keesokan harinya . . .


"Ayok aku antar pulang hmm?"


Tanya Zach saat dilihatnya sang kekasih masih saja molor sedangkan Zach sudah rapi dengan baju dinasnya.


"Hmm Zach kenapa bangunin sih?"


Tanya Briana sambil mengerutkan kening beningnya. "Aku berangkat dulu sayang jelek!"


"Hmm jam berapa ini?"


"Ini jam 7 pagi jelek!"


Ucap Zach pada Ana yang seharusnya ada jadwal kuliah pagi ini.


"Oh God Zach, aku ada kuliah, isssh kamu sih bikin aku kecapekan malam-malam."

__ADS_1


"Tapi kan nikmat?"


"Hmm setelah **** baru tahu nikmatnya."


"Hey apanya yang ****?"


"Iihhh ngga usah dibahas lagi arghh Zach isshh."


"Pfftt ya udah yuuk, aku antar pulang hmmmpphhhff aku suka nyium kamu kalo bau iler begini."


"Ssshh Zach aku belum gosok gigi, jorok nii isshh!" Brianna pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandinya untuk mencuci mukanya dan menggosok gigi. Lalu mengikat rambutnya ke atas agar rambutnya tak basah.


"Ana sudah belum ini bekal sarapannya aku bikinkan sandwich sederhana dan ini juga susu." Teriak Zach dari lantai 1


"Yaahh aku turun." Ana pun turun setelah mencuci muka dan menggosok giginya lalu turun ke lantai satu tanpa menyadari masih ada sisa busa pasta giginya menempel dipipi.


Zach pun tersenyum lalu mendekat pada wajah gadis itu Zach pun kemudian menj ilati pipi sebelah kanan gadis itu untuk membersihkan bisa pasta giginya.


"Belepotan dasar gadis jorok!"


Gerutu Zach kemudian.


"Ssshh Zach apaan sih? Ssshh Zacch, ya udah makassiihh breakfastnya Zacch aaa hhh katanya mau kerja?"


Zach yang tadinya ingin menciumi saja bekas busa pasta gigi itu kini keterusan hingga ke leher gadis cantik itu karena masih ber aroma asing layaknya iler cinta.


"Zach a hh iya kan mau mandi di rumah aja? Aku harus kuliah setelah ini."


"Iya iya dehhh ayoo."


Di dalam mobil . . .


"Hmmm Zach gimana kalo kamu aku anterin aja kayaknya kalo harus pulang dulu kelamaan."


"Lalu kamu pakai dress kaya gitu ke kampus begitu?"


Tanya Zach kemudian.


"Issh ngga aku beli aja di butik deket kampus."


"Oohh ya sudah, lalu bukumu?"


"Gampang tar aku pinjem catatan temen."

__ADS_1


45 menit kemudian keduanya pun sampai di kantor polisi.


"Ya sudah aku kerja dulu, oh iya ini atm buat kamu beli baju ya?"


"Ngapain? Nggak usah?!"


"No Ana jangan nolak, ini sebagai bentuk tanggungjawabku hmm, nanti no PINnya aku kirim via chat."


Zach pun pamit dengan mengusap puncak kepala gadis cantik itu lalu Zach pun turun diikuti Briana dan memutar tempat duduknya ke bangku supir.


"Zach muah." Ucap salam Brianna yang tak lupa memberi kecupan jauh pada polisi tampan itu berikut kerlingan mata nakalnnya membuatnya begitu se xy dan mempesona.


Zach pun akhirnya mengeluarkan senyuman. memabukkannya kala sang kekasih tak henti-hentinya menggoda imannya.


Lalu . . .


"Ehem . . . ehem mesra amat Kom, senengnya yang baru jadian, jarang banget liat Kom udah bisa tersenyum abis dapat cium jauh ya Kom, sssttt Kom, tapi didalam udah ada mbak Karina yang udah nungguin Kom tuh!"


Ucap Soleh salah satu sersan dua yang bertugas sebagai lantas.


"Okay makasih Leh."


20 menit sudah Zach berjalan mengarungi searah jalan menuju ke ruangannya sambil menjawab satu persatu salam sapa dari para bawahannya.


Brak!


"Zach okay aku nggak akan ganggu kamu lagi Zach tapi tolong jangan buka hubungan gue dengan Dirga ke papa, please jangan Zach aku mohon Ama kmu?"


Karina yang sudah panik takut kalau Zach akan membatalkan pertunangannya dengan alasan bahwa Karinalah yang berselingkuh darinya maka hancurlah sudah kepura-puraan menjadi gadis baiknya selama ini.


"Pergilah Karina, nggak usah ngebahas hal-hal yang menjijikkan di depanku, pergi!"


Sarkas Zach padanya karena tak mau orang bergunjing negatif tentang hubungannya dengan Karina yang seharusnya sudah selesai saat Zach sudah mulai menyadari perasaannya pada gadis cantik yang kini sudah berhasil menguasai hati jiwa dan raganya itu.


"Tapi Zach aku takut kalo sampai Papa tahu hubunganku dengan ajudannya yang sudah beristri bisa-bisa aku dikirim keluar negeri untuk melanjutkan S2 ku aku mohon padamu Zach."


"Karina dengar kamu nggak berhak menyetirku, menyetir apa yang harus kukatakan pada ayahmu nanti. Tapi satu hal yang perlu kau ingat Aku dan Briana sudah berpacaran dan tidak ada yang bisa merubah keputusanku."


"Heh bocil aja yang kamu banggakan? Lalu kenapa di leher gadis itu ada cu pang Zach?!"


Zach yang mendengar pertanyaan itu langsung tertawa menghina padanya.


"Itu ulah siapa Zach kenapa nggak pernah sama sekali kamu lakuin semua itu padaku breng sek! Kenapa Zach? kamu bilang kamu cinta aku tapi kamu nggak pernah sama sekali menyentuhku?!"

__ADS_1


Karina yang ngga terima jika karena Zachlah has rat terpendamnya tak pernah tersalurkan. Akhirnya Karina harus mencari lelaki lain untuk menyalurkan bi rahi nya karena Zach sepertinya tidak memiliki perasaan pun padanya. Ucapan cinta dari Zach hanya lip service saja selama ini.


To be continued . . .


__ADS_2