
Beberapa jam lalu . . .
~ Rumah Sakit Harapan Kasih ~
Hanisti terlihat mulai tidur sambil mengganti posisi Briana yang menidurkan kepalanya di pinggiran tempat tidur pasien milik Zach lalu menggenggam tangan Zach erat.
"Ehhmm Briana, jangan tinggalin aku, Briana . . "
"Ehh mas Jeki, mas Jeki, bangun mas, Hani yang jagain mas Lo?! Bukan perempuan jadi-jadian itu!"
Sontak Zach pun terbangun dengan keadaannya yang masih menormalkan penglihatannya. Zach terkejut dengan nama yang di berikan Hanisti untuknya yang seakan-akan membuat Zach bergidik ingin kabur dari kamar itu segera.
"Jaga bicaramu! Hey dengar, aku nggak pernah menganggapmu sebagai tunanganku, aku hanya menganggapmu sebagai teman itu saja., Tidak lebih tidak kurang?"
"Mas tapi mas? Kedua keluarga juga sudah bertemu?"
"Masa bodoh bukankah aku yang seharusnya dilibatkan dalam segala proses pertunangan yang dari awal tidak pernah aku setujui ini?"
__ADS_1
"Tapi mas pertunangan kita sudah di depan pelupuk mata dan pernikahan kita juga sudah dipersiapkan oleh kedua belah pihak tidak mungkin kan mas tiba-tiba membatalkannya karena seorang perempuan dari masa lalu Mas yang muncul kembali yang kebetulan di desa tempat Mas hidup semasa kecil!"
Zack pun melepas genggaman tangan Hanisty yang semakin lama semakin menuntut pertanggungjawaban. Lalu z pun melepas sendiri obat infus yang menancap di permukaan tangannya itu dicabutnya dengan kasar sehingga tetesan darah pun keluar dari urat nadinya.
"Lo mau ke mana Mas Jeki Mas mau kabur Mas itu pasien di sini Mas?"
"Hah Nggak ada urusan amat tunangan ngaku-ngaku?!"
"Biar mas akan ku panggilkan pihak keamanan Kalau Mas mencoba melarikan diri?!"
"Yah terserahlah kalau mereka memang mau berurusan dengan kapten polisi sepertiku?!"
Deg!
~ Mess Penampungan Mahasiswa ~
"Zach, Arrgghmmff!"
__ADS_1
Teriak Briana saat tiba-tiba sang mantan muncul di dalam kamar kosnya yang sederhana dan juga sempit. Sontak Zach pun membungkamnya dengan ciuman ganas yang sangat menuntut karena kerinduan yang telah berbulan-bulan di pendamnya yang akhirnya di sesalinya. Zach juga tidak mau teriakan Briana nantinya akan mengundang amukan massa dan bisa-bisa keduanya di kawinkan paksa.
"Zachh stop, tangan Lo, tangan Lo tuh nggak boleh di gerakin?" Ucap Briana khawatir.
"Ya sudah kalo kamu emang khawatir kalo aku kenapa-kenapa, aku akan bersandar di bantal ini, tapi kamu aja yang cium aku kemarilah baiklah diatas perutku?"
Pinta Zach dengan manja sambil tersenyum menggoda dan mengerlingkan matanya sebelah.
"Putusin dulu tunangan lo! Ngga sudi gue dicumbu ama cowok dengan status masih tunangan orang?" Jawab Diara sambil memanyunkan bibirnya hingga 5 centi.
"Hey aku nggak pernah setuju dengan perjodohan pertunangan dan perencanaan pernikahan yang dilakukan oleh ibuku yang tidak pernah meminta persetujuan guru terlebih dahulu. Karena inginnya ibuku menimang cucu dari priastu aku yang sangat ditakutkannya kalau-kalau aku tidak bisa memberikan ibuku cucu nantinya."
Sambil masih memegangi dada Briana dan sesekali meremas bongkahan mon tok bukit kembar Briana.
"Ssh selalu deh, ya sudah nikahi gue Zach, nikahin gue?!"
Deg!
__ADS_1
To be continued . .