Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
#Kembalilah


__ADS_3

Audrey diam dalam keheningan yang ia ciptakan. Pikirannya teringat pada kemarahan kekasihnya. Seumur hidup ia tidak pernah melihat amarah Leo yang bagaikan monster. Dia menatap foto Leo di atas nakas, ia sendiri yang menaruhnya di kamar Leo dan Maicha, karena kamar keduanya tidak ada foto Leo dan Maicha atau foto pengantin.


Air matanya mengalir, dadanya terasa panas. Kemarahan Leo membuktikan adanya kecemburuan pada Maicha. Tangan kanannya meremas dadanya yang terasa di tusuk-tusuk. Ia menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya kalau Leo cemburu pada Maicha.


Selama ini Leo hanya memperhatikannya dan mengabaikan Maicha. Ia menghapus air matanya dan kelur dari kamarnya dengan berlinang air mata. Ia ingin menenangkan diri dengan pergi ke rumah ibunya, Luna.


Sesampainya di kediaman orang tuanya, Audrey berpapasan dengan ibunya yang berniat keluar dan berpakaian rapi.


"Mom." Audrey memeluk Luna dan menumpahkan segala tangisannya. "Mom."


Alis Luna berkerut, ia mencium sesuatu. "Audrey, apa terjadi sesuatu?" tanya mommy Luna.


Audrey melerai pelukannya. "Leo membentak ku Mom."


Merasa tidak nyaman berbicara berdiri, Mommy Luna membawa Audrey duduk di sofa ruang tamu. "Ceritakan, apa sebenarnya yang terjadi?"


"Mom, Leo membentak ku. Dia marah melihat Andreas bersama dengan Maicha dan menghukum Maicha dengan mengurungnya."


Tubuh mommy Luna bergetar, perasaannya tidak enak. Ia merasa Leo memiliki kecemburuan atau lebih tepatnya sudah memiliki rasa. "Tidak, tidak boleh terjadi."

__ADS_1


"Apa Mom?" tanya Audrey yang tidak paham.


Mommy Luna memegang kedua lengan Audrey dan menatapnya dengan tatapan tajam serta lurus ke netranya. "Kau harus segera menikah dengan Leo, kau harus mempertahankan Leo. Ingat Audrey, rasa bisa tumbuh kapan saja dan Leo sudah memiliki rasa pada Maicha."


Sejenak aliran darah di tubuh Audrey berhenti. Benarkah Leo ada rasa untuk Maicha? Tapi semenjak kapan? Leo sudah pernah melakukannya dengannya?


"Mom tidak mungkin, aku dan Leo pernah menghabiskan waktu bersama. Jadi tidak mungkin, bahkan aku berharap aku hamil."


"Kau bodoh!!" pekik Mommy Luna. "Apa kau bodoh? Viona saja berhasil merampas Albert dari ku."


"Audrey buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."


"Aku tidak mau Leo meninggalkan aku." Air mata Audrey mengalir. Mommy Luna segera menghapus air matanya.


"Sekarang bukan saatnya kamu menangis Audrey. Kini saatnya kamu harus menunjukkan siapa dirimu. Kembalilah, kau harus kembali sebelum Maicha menjadi ancaman besar pada mu."


"Mom, tapi Maicha mencintai Andreas."


Mommy Luna menepuk dahinya, ia greget dengan Audrey yang tidak mengerti. "Mommy sudah bilang kalau perasaan bisa berubah. Kenapa kamu tidak mau mengerti?!"

__ADS_1


Mommy Luna menarik lengan Audrey sampai ke ambang pintu. "Cepat pergi, sebelum Maicha bertindak lebih mendahului mu. Kau harus secepatnya pergi. Jangan membiarkan Maicha memberi celah."


"Tapi Mom ..."


Brak


Mommy Luna pun menutup pintunya dengan kasar dan tidak memperdulikan komenan Audrey.


....


Di sisi lain.


Leo memperhatikan aktivitas Maicha di ruangan itu. Ia sengaja menyuruh satu pengawalnya untuk memasang CCTV di kamar yang di tempati Maicha. Bahkan wanita itu tau kalau saat ini sedang di perhatikan.


Leo tersenyum memperhatikan wajah Maicha yang terlihat kesal menatap ke arah CCTV itu.


"Hah, maafkan aku Mai."


Sedangkan Maicha, ia tidak menyerah begitu saja. Ia pun berpindah ke arah balkon dan menghubungi Mommy Viona untuk mendatangi kediamannya dengan alasan ia merindukan ibunya itu.

__ADS_1


__ADS_2