
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu itu membuat Maicha menoleh. Dari arah balkon dia bisa melihat langsung ke arah pintu. Dia pun melangkah dan mendekati pintu itu.
"Maicha, ini aku Audrey."
Audrey membuka kunci pintu di depannya dan terlihatlah Maicha yang berdiri. "Keluarlah."
Maicha menurut, ia keluar dari kamar itu. Kemudian sejenak menatap Audrey. Ia pikir Audrey baik-baik saja, tapi kedua matanya mengeluarkan aura kebencian. "Keluarlah dan pergilah."
"Apa Leo tidak marah kau melakukan ini? Tapi aku cukup berterimakasih pada mu."
Audrey menarik sebelah alisnya. "Yah, aku butuh kau pergi."
"Terimakasih." Maicha melewati tubuh Audrey dan beberapa menit kemudian. Audrey kembali memanggilnya.
"Maicha, aku harap perasaan mu tidak berubah."
"Iya." Maicha menjawab sekenanya saja karena ia tidak tau apa yang di pikirkan oleh Audrey.
Audrey tersenyum, ia tidak rela Leo bersama dengan Maicha. Ia sangat mencintai Leo dan tidak ingin kehilangannya. Apa yang di katakan ibunya benar, jangan sampai nasib ibunya turun padanya.
__ADS_1
Saat ingin memasuki mobilnya, Maicha ingin menghubungi Mommy Viona, namun langkahnya berhenti saat mobil ibunya memasuki pekarangan kediamannya.
"Mommya." Maicha merasa ketakutan yang luar biasa. Bagaimana kalau ibunya melihat Audrey? Ia ingin mengatakannya, tapi ketika mendengarkan nasihat Dokter ia beluk siap. Tidak ada seorang anak yang ingin mencelakai ibunya.
"Maicha!"
Mulut Maicha menganga, ia menoleh ke arah Audrey yang berada di belakangnya dan kembali menoleh pada ibunya.
Maicha menarik Audrey ke dekat mobilnya agar ia tidak di lihat oleh ibunya. "Audrey kau tunggulah di sini, jangan sampai ibu ku tau," ucap Maicha.
Audrey mengepalkan kedua tangannya. Selamanya ia tidak ingin bersembunyi, ia ingin di akui. Ia tidak peduli dengan kesehatan ibunya Maicha jika pun harus mati.
Audrey berdiri tegak, saat ingin mengatakan sesuatu seseorang menyumpal mulutnya dan kembali menariknya ke dalam mobil.
"Maaf nyonya Audrey, tapi ini perintah tuan."
"Nyonya Audrey jangan berbuat nekat, tuan pasti marah pada nyonya," ujar salah satu pengawal. Tadi ia di hubungi oleh sang bosa karena tidak melihat Maicha di kamarnya. Ia saja sudah terkena semburan dari bos di tambah penjelasannya tadi.
Audrey terdiam, ia tidak memiliki kekuatan lagi jika sudah titah dari Leo.
Sedangkan Maicha kembali melihat ke arah mobilnya dan bernafas lega tidak ada bayangan Audrey.
"Ayo Mom masuk dulu." Maicha mendorong kursi roda mommy Viona dan hatinya sangat lega tidak ada Audrey di sana.
"Kenapa menghela nafas Maicha?" tanya mommy Viona.
__ADS_1
"Merasa lega saja karena ada Mommy."
Mommy Viona mengangguk, Maicha menyuruh pelayan untuk menyiapkan camilan dan teh hangat.
"Maicha setiap siang kamu harus menjenguk Leo di kantornya, bawakan bekal untuknya."
Maicha tersenyum dan mengangguk, betapa perhatiannya ibunya pada Leo, sedangkan yang di perhatikan bagaikan pria yang sangat brengsek.
Sedangkan di tempat lain.
Leo mengegas mobilnya kecepatan tinggi, keringat sebesar biji kacang itu menetes keluar dari dahinya, rasa khawatir dan takutnya semakin mengembang. Ia pun menghubungi Maicha namun sama sekali Maicha tidak mengangkatnya.
Ia teringat Audrey, ia pun menghubungi kekasihnya itu. "Audrey, kau harus sembunyi dan jangan menampakkan dirimu di depan mommy Viona."
Tanpa menunggu perkataan Audrey, Leo mematikan ponselnya dan membuat Audrey semakin meredang.
Selang beberapa saat, mobil Leo memasuki pekarangan depan rumahnya. Ia langsung keluar dari mobilnya tanpa memarkirkan mobil ke garansi.
"Leo." Audrey keluar dari mobilnya dan menahan Leo.
"Audrey cepat pergi dan jangan sampai mommy Viona melihat mu."
Audrey menggertakkan giginya. Ia kembali menahan Leo. "Sampai kapan kita harus sembunyi. Aku gak mau."
"Audrey!" Leo membentak. "Turuti perintah ku atau kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi."
__ADS_1
Kedua tangan Audrey gemetar, ia semakin yakin kalau Leo sudah memiliki perasaa pada Maicha. "Tapi Leo aku butuh status."
Leo menatap tajam, tanpa memperdulikan Audrey ia pun berlari masuk ke dalam rumahnya. Ia bertanya pada salah satu pelayan dan pelayan menjawab ada di ruang keluarga. Dengan senang hati Leo mendatnginya hingga langkahnya berhenti saat mendengarkan nama seseorang.