
Maicha berselonjor, kedua tangannya menyilang, perlahan dia menaruh kepalanya ke atas dua tangannya itu dan memejamkan kedua matanya.
Audrey tidak terima, ia akan membuat Maicha melihat betapa ia dan Leo saling mencintai dan membuatnya merasakan panas di ruangan ini.
"Maicha, kau enak sekali tidur di sini. Seharusnya kau tidur di lantai."
Maicha membuka kedua matanya. "Kau berisik sekali, apa bawaan mu memang cerewet dari kecil dan suka mengganggu orang?"
"Maicha, Audrey," Panggil seorang pria. Pria itu melihat sekeliling kamar dan tidak melihat keberadaan Audrey ataupun Maicha.
"Menjijikkan." Gumam Maicha mendengarkan namanya di sandingkan dengan Audrey. Ia kembali memejamkan kedua matanya dan tidak ingin menodai kedua matanya dengan sepasang insan di depannya.
"Kalian di sini rupanya," ujar Leo melihat keberadaan Audrey dan Maicha. Dia menghampiri kedua wanita itu. "Kenapa kau tidur di sini Maicha?" tanya Leo. Kalau Mommy Viona lihat bisa saja semuanya terbongkar dengan cepat.
__ADS_1
"Apa kau menyuruh ku tidur di ranjang itu? Nodanya masiha ada, aku tidak mau menodai tubuh ku dengan noda kalian." Perkataan Maicha menusuk hati Leo, namun pria itu tetap diam dan menatap ke arah Audrey. "Audrey kau tidur di sofa, aku harap kau tidak berbuat macam-macam."
"Tapi Leo, seharusnya aku tidur di ranjang itu." Audrey tidak akan terima, jangan hanya karena kedatangan ibu Maicha, Leo bisa mendepaknya dari ranjangnya. "Maicha tidak akan suka tidur dengan mu."
"Lalu kau mau menggantikan Maicha?" Leo menatap Audrey dengan tatapan mematikan. "Maicha pindahlah, kalau mommy Viona tau, aku tidak akan ikut campur lagi."
"Sudah aku bilang aku tidak akan tidur di ranjang yanh sama dengan pertama kalinya kalian mengadu nafsu kalian. Tubuh ku masih suci, sekalipun aku berselingkuh aku masih menjaga kesucian ku dan aku tidak ingin menodainya. Andreas sangat menjaga ku, jadi aku akan memberikannya pada Andreas."
"Maicha!!! Aku suami mu." Leo langsung pergi dan tidak mau tau lagi, Maicha mau atau tidak tidur di ranjang yang sama.
Maicha membalikkan tubuhnya ke samping sandaran sofa sehingga separuh tubuh di depannya tidak terlihat.
Audrey tidak memiliki pilihan lain, ia pun duduk di kursi sofa yang lainnya dan air matanya ingin keluar. Perkataan Leo tadi menekankan kalau Maicha adalah istrinya. Leo berteriak tanpa memikirkan perasaannya. Ia mulai tidak nyaman dengan perkataan kekasihnya. Firasatnya sudah jauh.
__ADS_1
"Aku tidak boleh membiarkan Leo bersama dengan Maicha." Gumamnya menatap ke arah Maicha. Ia bangkit menghampiri Leo dan hendak tidur di sebelahnya.
"Audrey untuk apa kamu kesini? Cepat turun." Titah Leo.
"Tapi Leo, aku ingin tidur di sini, di samping mu. Sebentar lagi juga kita akan menikah."
"Turun Audrey, jangan tidur di ranjang yang sama dengan ku."
Audrey menatap nanar ke arah Leo. Perkataan Leo bagaikan anak panah yang menancap di hatinya. Ia langsung turun dengan air mata yang telah tumpah.
"Kau tega Leo."
Leo menatap wajah Audrey yang telah di penuhi oleh air matanya. Namun dalam hatinya ia tidak memiliki rasa iba, jauh dengan sebelumnya. Jikalau dulu, ia sangat tidak bisa melihat air mata Audrey terjatuh.
__ADS_1
Waktu terus mengalir, Leo tidak bisa memejamkan kedua matanya. Ia terngiang dengan perkataan Maicha. Ia merasa bersalah karena telah membuat Audrey menaiki ranjang yang telah di jaga oleh Maicha. "Seharusnya aku tidak melakukan itu."
Leo bangkit dan kemudian turun, dia perlahan mendekati Maicha dan menatapnya.