Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
#Kau saja jadi ibunya


__ADS_3

Entah semenjak kapan, Daddy Albert menarik lengan Audrey sampai ke arah luar pintu. Mommy Luna pun mengikuti Audrey dan Daddy Albert.


"Albert lepaskan Audrey." Mommy Luna tidak terima Audrey di seret seperti orang yang terhina.


Sudah lama Daddy Albert menahan kebencian dan kemurkaannya. Selama ini ia tidak pernah berbuat kasar pada seorang wanita. Ia tidak pernah main tangan dan pada akhirnya ia tidak bisa menahan tangannya yang sangat gatal.


Plak


Mommy Luna merasakan sakit di pipinya. Beberapa anak rambutnya menutupi sebelah pipinya yang terasa nyeri. Bukan hanya pipinya yang merasakan sakit, tapi juga hatinya yang sangat nyeri dan sakit. Di hatinya masih tersimpan rapat nama tuan Albert.


Sedangkan Mommy Viona hanya memperhatikan dari jarak jauh lewat kaca kecil yang berada di pintu. Meski tak mendengarkan perkataan suaminya, ia bisa mengerti lewat tatapan dan gerak bibirnya. Saat ini suaminya sedang murka pada kedua wanita itu.

__ADS_1


Tuan Albert menatap sengit ke arah Mommy Luna dan Audrey. "Apa kalian tidak punya harga diri menginjakkan kaki kalian di ruangan istri ku, bahkan kalian menemuinya. Dimana urat malu kalian?"


Hati Mommy Luna seperti di peras. Ia menatap pria di depannya dengan rasa sakit hati. "Aku kesini meminta pertanggung jawaban dari Leo. Aku kesini meminta keadilan, Leo sudah menghamili putri ku." Tegas Mommy Luna.


"Kau tenang saja, aku akan membuang menantu brengsek ku itu dan semoga putri mu ini bahagia, tapi aku teringat dengan sebuah karma, mungkin tidak akan lama lagi putri mu ini akan di buang oleh Leo." Daddy Albert memang sudah tak menginginkan menantunya itu.


"Kau sama brengseknya, dulu kau juga begitu."


"Sebrengsek-brengseknya aku, aku tidak membuang keluarga ku dan memilih mereka dan aku menyadari betapa bodohnya aku terjebak dalam rencana mu." Daddy Albert beralih menatap Audrey dan menunjuk ke wajah Mommy Luna. "Kau dengar, ibu mu ini mengancam ku demi mendapatkan diriku, tapi untunglah aku tidak sebodoh Leo. Jika hati bisa di ganti dan kulit bisa ku lepas. Pasti aku mengganti hati ku yang kotor dan kulit ku yang kotor."


"Mommy." Audrey berkata lirih. Ia kasihan pada ibunya yang di rendahkan. "Mommy baik-baik saja?"

__ADS_1


"Kita pulang." Audrey menuntun Mommy Luna ke arah lift.


Di tempat lain


Maicha menunggu semua perkataan Leo, permohonannya, permintaan maafnya, namun hatinya tak bisa. Ia telah menerima Andreas sebagai kekasihnya dan sebagai suaminya kelak.


"Leo, kau harus bersikap dewasa. Ada seorang anak di dalam perut Audrey."


"Tapi aku tidak ingin kehilangan mu, aku ... Aku akan bertanggung jawab pada anak itu, tapi tidak dengan Audrey."


Maicha merasa kasihan pada Audrey, pasti Leo dan Audrey sedang masa pertengkaran. "Tidak Leo, anak mu akan di kucilkan."

__ADS_1


"Kau saja jadi ibunya," ujar Leo. Seandianya bisa, ia ingin Maichalah yang menjadi ibu dari anaknya. "Aku mohon, tolong jangan ceraikan aku, berikan aku kesempatan Maicha."


Tahukah kamu Leo, aku sudah pernah mati dan sekarang aku di beri kesempatan kedua, aku lelah menunggu mu Leo dan hati ini sudah tertutup rapat.


__ADS_2