Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
Nama Yang Terkenang


__ADS_3

Maicha dan Andreas berdansa mengikuti alunan lagu yang sangat romantis. Andreas menggenggam erat tangan Maicha dan sering mengecup keningnya. Malam ini adalah malam terindah baginya, menikmati angin malam dan langit yang bertaburan bintang bersama dengan wanita yang ia cintai, rasanya ia ingin menghentikan waktu.


"Apa aku sudah sepenuhnya milik hati mu?"


Maicha terkekeh, dia mengedipkan sebelah matanya. Andreas tersenyum, perlahan ia mendekatkan bibirnya ke bibir Maicha. Meraup bibir indah itu dengan lembut. Maicha pun membalas ciuman Andreas, dengan lihai ia memainkan lidahnya di dalam mulut Andreas.


Andreas merasakan gejolak panas di tubuhnya. Jas mahalnya membuat tubuhnya terasa sesak. Ia pun membuka jas itu dan menjatuhkannya ke lantai. Tangan kanannya menarik pinggang Maicha. Kemudian dalam sekejap menaikkan tubuh Maicha ke pinggangnya. Maicha mengalungkan tangannya ke leher Andreas. Kecapan demi kecapan itu terasa indah dan terasa cepat.


Andreas membawa Maicha masuk dan membaringkannya di ranjang empuknya. Ia perlahan mencium kening Maicha dengan lembut, menyatukan hidungnya dengan hidung Maicha dan bibirnya pun kembali menciuam Maicha.


Andreas menurunkan gaun yang di pakai Maicha hingga menyisakan bungkus berwarna putih dengan motif renda itu.


Maicha tersenyum, ia sudah siap menyerahkan miliknya pada Andreas. Tangan cantiknya membuka dasi berwarna navy itu dan membuangnya ke lantai, kemudian membuka satu per satu kancing yang mengait itu.


Ia meraba dada bidang milik Andreas yang semakin membuat Andreas gelap dengan gairah yang ia pendam. Dia pun membuka pengait pembungkus gunung itu dan melemparkannya ke sembarangan arah.


Andreas kembali mencium Maicha, muli dari bibir indahnya dan menuruni lehernya. Maicha memenjamkan kedua matanya merasakan sentuhan lembut Andreas. Dia pun mengalungkan kedua lengannya ke leher Andreas.

__ADS_1


"Um ..."


Maicha merasakan sesuatu menarik dari salah satu gunungnya. Ia membuka matanya dan meremas rambut Andreas yang memainkan miliknya sedangkan tangan sebelahnya meminkan milik Maicha. Ia terus menyedot milik Maicha hingga gaun itu terlepas. Setelah melepaskan pakaiannya, Andreas membuka sabuk yang membuatnya sesak hingga tak menyisakan apapun di tubuhnya.


Anddreas mengangkat pinggang Maicha. Dia mencium sebelah pipi Maicha. Keduanya saling menatap dengan penuh cinta yang mendalam.


"Aku mencintai mu Maicha."


"Sebaliknya, aku mencintai mu. Maafkan aku yang selalu membuat mu kecewa."


Andreas tak bisa menahan harunya, akhirnya ia mendapatkan sepenuhnya hati milik Maicha.


"Kau kelamahan dalam hidup ku dan penguat hidup ku."


Maicha tersenyum manis, ia mengawali permainan ciuman itu. Mencium bibir Andreas dengan rakus. Andreas membalas ciuman Maicha.


Maicha memejamkan kedua matanya, ia meremas rambut Andreas dan merasakan sesuatu miliknya yang terasa sakit dan perih. Seperti tombak namun lembut dan memenuhi rahimnya.

__ADS_1


Andreas menghentikan miliknya di rasa sudah penuh memenuhi rahim Maicha. Ia menggenggam tangan Maicha dengan erat, kemudian memakan salah satu gunung Maicha dengan rakus. Hingga Maicha mengeluarkan suara nikmatnya.


Andreas perlahan mendorong miliknya dengan lembut, sesak dan ingin menebus sesuatu. Hujaman yang di berikan oleh Andreas terasa lembut dan lama-kelamaan menjadi nikmat. Rasanya tidak bisa di ekspresikan oleh apapun. Nikmatnya ini membuatnya melayang.


Prok


Andreas terus menghujami milik Maicha, rasanya seperti memasuki sesuatu yang lembut dan bergerigi namun tidak menyakitkan.


Butiran keringat itu membasahi tubuh Maicha, Andreas mengusap peluh keringat di dahi Maicha. Menggenggam erat tangan Maicha dan tak ingin di lepaskan.


Ah


Nafasnya terasa panas, Andreas melajukan dengan cepat. Entah berapa kali Maicha mengeluarkan suara merdunya itu. Ruangan ber Ac itu semakin panas, Ac yang menyala itu seakan tidak mempan mendinginkan tubuh keduanya yang di penuhi dengan keringat.


Andreas menghentikan miliknya saat cairan itu ingin keluar dan Maicha merasakan di dalam rahimnya sesuatu yang meledak dan terasa hangat.


Di tempat lain.

__ADS_1


Leo duduk di sebuah ruangan menikmati semilir angin dan di tangannya ada sebuah botol. Ia menatap bulan di keindahan malam itu, kadang awan menutupinya dan tersenyum dengan menyebut nama seseorang.


__ADS_2