
Sudah biasa bagi Audrey mendengarkan hinaan ibunya. Ia hanya ingin anak ini menjadi penyatu hidupnya dengan Leo. Ia ingin bersama dengan Leo dan menua bersamanya.
"Kau harus memanfaatkan anak mu ini."
"Mom, sudah cukup. Aku sudah melakukan apapun yang aku bisa. Mommy hanya bisa marah-marah saja, Mommy berkata aku bodoh, apa Mommy bisa merebut Daddy Albert dari ibunya Maicha? Tidak kan?"
Mommy Luna terdiam, ia bergegas pergi setelah mendengarkan Audrey yang membuatnya malu. "Kau sama saja dengan Daddy mu, sama-sama membuat kesal."
"Percuma saja aku melahirkan putri bodoh seperti dirinya."
Mommy Luna terus menggerutu sambil melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Audrey mengusap perutnya yang membuncit kini hanya menunggu beberapa bulan lagi melahirkan. Ia sangat tidak sabar menunggu kelahirannya itu.
Sedangkan Maicha dan Andreas, kini mereka berada di rumah Mommy Viona dan Daddy Albert. Keduanya pun berbincang hangat mengenai pernikahan mereka yang akan di gelar. Mommy Viona dan Daddy Albert mengundang beberapa kolega penting. Bahkan wali kota pun akan di undang.
"Andreas, Mommy berharap kamu membahagiakan Maicha, jangan buat dia bersedih lagi."
"Baik Mom, aku akan menjaga Maicha dengan baik."
"Kami sudah membuat Maicha terluka, jadi kami ingin kau membantu kami menyembuhkannya."
__ADS_1
"Daddy apa sih?" Maicha berpindah tempat duduk. "Aku sudah melupakan semuanya, sempat terluka tapi sekarang sudah sembuh."
Daddy Albert mencium pipi Maicha. "Daddy sangat menyayangi mu."
Waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba. Maicha dan Andreas berdiri mengucapkan sumpah janji suci. Maicha tampak cantik menggunakan gaun putih, bahkan membuat Andreas tidak bisa berkata apa-apa saking cantiknya pengantinnya ini.
Maicha dan Andreas tersenyum, kini mereka akan mengawali hari-hari yang baru. Maicha melemparkan buket bunga di tangannya dan seperti biasa akan menjadi perebutan para wanita yang masih lajang dengan harapan buket bunga pengantin itu akan secepatnya membuatnya menyusul pernikahan.
Leo menatap kedua mempelai yang tampak bahagia itu, dia meminum wine di sampingnya. Melihat Maicha dan Andreas bahagia, ia juga bahagia. Walaupun rasanya sangat sesak di dada.
"Maicha dan Andreas sangat serasi." Leo menoleh pada wanita di sampingnya. Audrey melirik Leo, ia ingin Leo dan dirinya secepatnya menikah.
Mommy Viona tersenyum tipis, dia seperti tidak ingin melihat wajah Leo. Apa lagi wanita yang kini mendekatinya, awalnya ia tidak setuju dengan Maicha yang mengundang Audrey dan Leo, namun karena Maicha memohon, ia menjadi lunak.
Melihat perut buncit Audrey pun ia bisa merasakan betap sakitnya hati Maicha waktu itu.
"Tante," Sapa Audrey dengan ramah.
"Sayang, aku pergi menyapa tamu dulu." Tanpa menunggu jawaban suaminya. Mommy Viona bergegas pergi.
Leo akui ia sangat membuat Mommy Viona kecewa sampai-sampai Mommy Viona enggan melihat wajahnya.
__ADS_1
"Dad."
"Bagaimana kabar mu?" tanya Daddy Albert basa-basi.
Leo menunduk dan memeluk Daddy Albert. "Maafkan aku Dad."
Daddy Albert mengurai pelukannya. "Maicha sudah bahagia, aku harap kalian juga bahagia."
Daddy Alber menoleh saat Maicha memanggilnya untuk sesi foto.
"Kau ingin berfoto dengan kami? Ayo," Daddy Albert menarik lengan Leo untuk berfoto dengannya.
Leo dan Maicha saling tatap, Maicha menyapanya dengan senyuman. Hingga tangan kekar melilit di pinggangnya. Andreas tidak ingin istrinya tersenyum manis pada mantan suaminya dan membuat mantan suaminya ingin merebutnya.
"Selamat Mai, Andreas."
"Iya, kau juga selamat karena menjadi seorang ayah. Semoga aku dan Maicha secepatnya menyusul mu menjadi orang tua." Andreas menatap ke arah kamera yang akan membuat foto pernikahannya. "Sayang,"
"Iya." Maicha menatap lurus ke depan dan tersenyum.
Sedangkan Leo berdiri di samping Daddy Albert dan tersenyum menghadap kamera.
__ADS_1