Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
#Tidak Mengakuinya


__ADS_3

Leo melangkah melihat Mommy Viona di balik kaca kecil di pintu itu. Air matanya mengalir dan menunduk, ia sangat merasa bersalah pada Mommy Viona yang telah mencintainya sebagai anak dan menantu. "Maafkan Leo Mom,"


"Leo, Audrey adalah anak dari selingkuhan ku dulu, Luna. Sebuah kesalahan yang menyebabkan Viona seperti itu. Semakin hari, semakin aku merasa bersalah." Tidak ingin mengganggu Maicha dan Andreas, ia memilih kembali melihat keadaan istrinya.


Leo menatap ke arah Daddy Albert. Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Jadi selama ini Maicha menaruh kebencian pada Audrey karena sebuah alasan ini. Jadi Maicha menahan sakitnya sendiri. Seandainya ia tau ia tidak akan melakukannya. Sama saja ia berbuat kejahatan dua kali.


"Aku harap kau secepatnya berpisah dengan Maicha. Aku merasa sepertinya kau tidak rela berpisah dengan Maicha."


"Dad, aku ingin memperbaikinya."


Daddy Albert melihat tatapan permohonan Leo. Jika dulu ia mungkin luluh, tapi tidak setelah menyakiti putrinya. "Tidak mungkin, kalian harus berpisah. Biarkan Maicha bahagian dengan Andreas dan kau bahagia dengan Audrey. Apa lagi Audrey sedang hamil anak mu. Kau tidak ingin bertanggung jawab? Kau sudah memutuskan jalan hidup mu." Sekalipun ia marah dan geram, tapi ia harus berbicara baik-baik agar Leo secepatnya bercerai dengan Maicha tanpa ada drama.


"Dulu Maicha mencintai ku Dad."


Daddy Albert menggeleng, kekecewaan bisa merubah dan membuat orang yang awalnya cinta tidak lagi cinta.


"Sekalipun Maicha mencintai mu, tapi dia tidak merasa nyaman bersama mu. Dia merasa nyaman dengan Andreas."

__ADS_1


Leo merasa sulit mengerti, tidak mungkin Daddy Albert mengetahui hubungan Maicha. "Semenjak kapan Daddy mengetahui kalau Maicha dan Andreas ...." Leo menghentikan ucapannya, bibirnya tidak kuat meneruskannya, hatinya merasa sakit saat mengatakan harus mereka bersama.


"Aku sudah mengetahuinya, Maicha menceritakannya pada ku. Dia juga mengenalkan Andreas pada ku dan aku tidak bisa menolaknya. Aku hanya mengutamakan kebahagian Maicha."


Leo berbalik dan melangkah dengan hati yang berat. Daddy Albert sekaligus mertuanya sudah menyerahkan Maicha pada orang lain. Ia tida tahu harus berbuat apa.


Dia pun menuju ke mansionnya di iringi pikiran berkcambuk. Ia teringat dengan perkataan Maicha jika Audrey sedang hamil dan artinya ia harus bertanggung jawab pada Audrey.


Namun anehnya hatinya merasa tidak terima dan sakit. Ia tidak ingin melakukannya, tapi kondisi menginginkannya untuk melakukannya. Ada rasa penyesalan di dalam hatinya yang terdalam.


Tak terasa perjanalan yang ia tempuh telah usai, kini Leo sampai di kediamannya, dia menunduk dan menghiraukan sapaan beberapa penjaga.


"Leo."


"Leo." Audrey dan mommy Luna menghampiri Leo.


Audrey tersenyum, ia ingin menyampaikan kabar bahagianya. "Leo aku ..."

__ADS_1


"Kau hamil." Leo menyambung perkataan Audrey dan membuat wanita itu tersenyum. Dia tidak menyangka kalau Leo sudah mengetahuinya. Pasti Maicha sudah mengatakannya. Jadi ia tidak perlu menjelaskannya.


Dia pun bergelanyut manja pada di tangan Leo. Ia yakin Leo pasti senang dengan kehamilannya.


"Kenapa kau bisa hamil? Seharusnya kau tidak hamil."


Senyuman yang terukir dengan indah langsung meredup. Leo menarik tangannya dan menatap kedua manik Audrey.


"Leo, kau tidak senang dengan kehamilan ku?" tanya Audrey.


Mommy Luna semakin cemas, bukan perkiraannya seperti ini. Seharusnya Leo sangat senang dengan kehamilan Audrey. "Leo, kau belum punya anak dengan Maicha. Sehsrusnya kau senang dengan kehamilan Audrey."


"Maicha tidak memiliki anak karena aku tidak menyentuhny selama ini."


Dada Audrey semakin sesak. Leo tidak mengharapkan anaknya. "Leo, dia anak mu."


"Kau akan meninggalkannya begitu saja? Dimana hati mu Leo, kau ayahnya." Audrey tak bisa menahan air matanya. Ia sangat takut jika harus kehilangan Leo. "Kau ingin anak ini mati, maka akan aku lakukan." Seru Audrey. Ia jika Leo tidak menginginkan anak, ia akan mengarborsinya.

__ADS_1


Leo langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Ia ingin menyendiri dan menenangkan pikirannya serta mencari solusi yang terbaik.


__ADS_2