Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
#Kehamilan Audrey


__ADS_3

Maicha membawa ibunya ke taman belakang. Sekalian ia ingin mengecek Audrey sudah pergi atau tidak. "Mommy tunggu di sini ya, aku mau lihat Leo dulu."


"Oh iya, sayang. Kau harus memperhatikan Leo."


Maicha mengangguk, dengan jurus seribu langkahnya hanya beberapa menit dia sampai ke dalam kamarnya. Ia pun masuk dan melihat Leo yang malah berdiri di dekat jendela, pria itu sudah memakai jas kantor.


"Kau belum ke kantor? Dimana Audrey? Dia sudah pergi?"


"Di kamar mandi, kau lihat saja sendiri."


Maicha langsung membuka pintu kamar mandi. Kedua matanya terbelalak melihat Audrey yang terbaring di lantai. "Leo! Audrey."


"Jangan keras-keras, Mommy bisa dengar." Leo langsung memangku tubuh Audrey dan menepuk pipinya. "Audrey, Audrey apa yang terjadi? Bangun Audrey."

__ADS_1


"Leo, wajah Audrey sangat pucat. Kau bawa dia ke rumah sakit. Aku yang akan menghalangi Mommy."


Maicha pun bergegas keluar, dia langsung menuju ke arah Mommy Viona, menjaganya di taman belakang agar tidak ke taman depan.


Dua Minggu kemudian.


Hubungan Maicha dan Andreas tidak berubah, mereka justru bertambah mesra. Semakin hari semakin Maicha mencintai Andreas. Dia sering menyempatkan makan siang bersama Andreas.


Sedangkan hubungan Leo dan Audrey, sudah dua minggu Audrey tidak mengabari Leo. Setelah mengantar Audrey ke rumah sakit dan Audrey pun di bawa pulang ke rumah ibunya. Bahkan beberapa hari di rumah sakit Leo jarang menjenguk Audrey. Pria itu hanya sibuk dengan pekerjaannya dan pulang larut malam ke mansionnya. Hubungannya dengan Maicha pun tidak ada pertengkaran lagi, ketika Maicha pulang malam dia menunggu kedatangan Maicha dan menunggunya dengan khawatir. Sama halnya seperti saat ini Maicha pulang malam setelah menghabiskan waktu bersama dengan Andreas.


Maicha menekan dadanya, ia terkejut. Ia pikir tidak ada seorang pun. "Kau membuat ku terkejut saja. Kenapa kau belum tidur?" tanya Maicha. Beberapa hari ini ia tidak melihat Audrey datang.


"Aku menunggu mu pulang?"

__ADS_1


Maicha mengerutkan keningnya. Ini bukan pertama kalinya Leo mengatakan menunggunya. "Kenapa manunggu ku? kau tidur saja." Maicha duduk di sofa depan Leo.


"Kau bersama Andreas?" tanya Leo seperti orang bodoh. Padahal dia sudah tau untuk siapa Maicha memakai gaun secantik itu.


"Kau pasti sudah mengetahuinya tanpa aku mengatakannya kan."


Leo tersenyum, ia tak lagi marah. Hidupnya lebih tentram saat tidak ada pertengkaran dengan Maicha. Meskipun hatinya sakit saat mendengarkan itu, ia mencoba menerimanya. "Ya sudah, kau istirahat saja."


Sedangkan Audrey, dia tidak mengabari Leo dan selama setelah keluar dari rumah sakit. Ia sering menunggu Leo, tetapi Leo tidak mengabarinya. Seakan menjauh, Audrey merasakan setiap harinya perasaan takut. Beberapa kali dia mencoba menghubungi Leo, tapi pria itu seakan menghilang. Kadang dia menghubungi Maicha, Maicha pun mengatakan kalau dia tidak tau dan tidak memiliki urusan dengan Leo.


"Apa Leo menghubungi mu?" tanya mommy Luna pada Audrey. Putrinya setiap saat menunggu kabar Leo.


"Aku kira dia akan membujuk ku. Mungkin karena Mommy marah padanya sampai dia tidak menjenguk ku." Setelah mengetahui Audrey masuk rumah sakit. Mommy Luna memarahi Leo.

__ADS_1


"Seharusnya kau jual mahal, aku kira Leo merasa bersalah pada mu." Mommy Luna berharap Leo merasa bersalah pada Audrey.


"Kau masih memiliki kartunya kan? Datanglah pada Leo, katakan kalau kau sudah hamil. Ini sudah waktumya Leo menceraikan Maicha. Urusan itu biar aku yang melakukannya."


__ADS_2