
"Ehem," Leo berderhem, lalu kembali melangkah dan menyapa mommy Viona. "Mommy."
"Kau sudah pulang Leo?" tanya mommy Viona. Ia melihat Leo tersenyum dan duduk di samping Maicha.
"Iya Mom, kebetulan Mommy ada di sini."
Mommy Viona tersenyum, ia kemudian beralih pada Maicha. "Iya tadi yang namanya Andreas itu mengatakan kalau kau dan dia saling kenal. Katanya pertemuan kalian di bandara setelah itu di pesta."
Maicha mengangguk, yang di katakan oleh Andreas memang benar. Awal pertemuan mereka hingga berakhir dengan sepasang kekasih.
"Dia juga bilang pada Mommy, seandainya kau tidak menikah. Dia yang akan menikahi mu." Mommy Viona terkekeh, Andreas sangat lucu. Ia suka mengobrol dengannya. "Leo, sepertinya kau harus mengikat Maicha. Kau tau sendiri, banyak sekali pria yang ingin melamarnya. Sebelum menikah dengan mu sangat banyak para pria yang menginginkan Maicha, tapi Mommya jatuh hati pada mu agar ikatan persahabatan dan persaudaraan kita semakin kuat."
"Mom, apa Mommy ingin istirahat?" tanya Leo. Telinganya sangat panas mendengarkan nama Andreas, sungguh ia sangat ingin menutupi telinganya itu.
__ADS_1
"Iyah, Mommy belum ingin istirahat."
"Sebaiknya Mommy istirahat saja." Leo kembali membujuk dan bujukan keduanya Mommy Viona akhirnya pun luluh. Ia senang dengan perhatian Leo padannya yang menandakan jika Leo menyayanginya.
"Baiklah, menantu ku sangat menginginkan ibunya sehat. Maicha, kau antar Mommy untuk istirahat."
"Baik Mom." Maicha pun mendorong kursi roda mommy Viona menuju lift yang mengantarnya ke lantai atas. Namun tiba-tiba ianmenghentikan langkahnya, kamar di lantai atas belum ia bereskan dan masih ada beberapa barangnya di kamar lain. "Mom, lebih baik aku Mommy di lantai bawah saja, maksudnya Mommy tidur di kamar lantai bawah soalnya Maicha belum membereskan kamar lantai atas dan jika Mommy berada di lantai bawah lebih enak."
"Ah iya, tidak masalah Maicha. Dimana pun Mommy senang asalkan bersama mu.
"Kalian melihat Audrey?" tanya Leo pada salah satu penjaga yang bertugas di taman depan. Leo pun kembali mencari setelah mendengarkan jawaban dari satu penjaga yang tak melihat keberadaan Audrey.
"Apa dia berada di kamar?" gumam Leo. Dia pun langsung berlari menuju arah tangga hingga kedua kakinya berhenti di depan kamarnya dan benar saja dia melihat Audrey yang berdiri di balkon.
__ADS_1
"Audrey kenapa kamu masih di sini?" tanya Leo. Bisa mati ia kalau sampai mommy Viona tau keberadaan Audrey. Pasti momny Vioan akan bertanya wanita di depannya.
Semenjak tadi, ketakutannya semakin gelap. Ia sangat takut jika Leo bersama dengan Maicha dan memutuskan hubungan dengannya. "Sampai kapan Leo? Aku tidak mau kita sembunyi seperti ini. Aku ingin hubungan kita di akui di depan umum."
Jika dulu ia ingin mengakui hubungannya, tapi sekarang rasanya sangat berat. "Aku tidak bisa Audrey, aku masih suami dari Maicha."
"Kapan kau akan menceraikannya? Kau akan seperti ini terus? Hah!" Audrey semakin geram dengan keputusan Leo, selamanya ia tidak ingin menjadi wanita simpanan. Ia ingin mendapatkan status. "Bagaimana kalau aku hamil Leo?" tanya Audrey yang membuat tubuh Leo seperti terbakar.
Leo mengingat kejadian malam itu, ia tidak menggunakan pengaman apapun. "Aku, aku tidak ingin membahasnya."
"Kau tidak akan mengakuinya kalau aku mengandung anak mu. Leo aku ingin status! Kalau kamu tidak bisa ...."
Kedua mata Leo semakin gelap, bagaikan monster iblis yang ingin membunuh. "Kau mengancam ku? Kalau Maicha tidak bisa memiliki diriku, maka kau juga tidak bisa memiliki aku."
__ADS_1
"Apa maksud mu Leo?" tanya Audrey dengan nada pelan. "Apa maksud mu Leo?!" Suara Audrey meninggi dalam sekejap. "Kau ingin meninggalkan ku setelah hubungan kita semakin jauh. Buat apa? Buat mempertahankan rumah tangga mu?" Tebak Audrey terkekeh. "Kau tidak akan bisa."
Audrey tersenyum misterius, ia akan mempertahankan Leo dengan cara apa pun. Apa lagi keadaannya saat ini.