Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
#Kecerobohan Siapa?


__ADS_3

Sementara itu, Mommy Viona telah sadar. Dia menatap putrinya dan seorang pria di samping putrinya, ekor matanya beralih lada pria di sampingnya, Daddy Albert.


"Maafkan Maicha Mom." Maicha menggenggam tangan Mommy Viona dan menciumnya. "Maicha salah Mom."


Mommy Viona meneteskan air matanya. "Maicha, kau tidak salah, Nak. Mommylah yang salah. Seharusnya Mommy yang meminta maaf karena telah membuat mu jatuh ke dalam keegoisan Mommy."


Maicha menggelengkan kepalanya. Ia merasa bersalah karena telah membohongi ibunya. "Mommy, Mommy tidak salah."


Andreas merasa tidak nyaman, ia malu, namun ia harus menemui Mommy Viona untuk meminta maaf. "Maafkan saya Tante." Sekalipun ia ingin melindungi Maicha, tapi tetap saja perbuatannya salah karena melakukan perselingkuhan dengan Maicha. "Maafkan saya karena telah membohongi Tante."


Mommy Viona tersenyum tipis. "Kau tidak perlu meminta maaf. Aku memang tidak mendukung hubungan kalian."


Hati Andreas memanas, ia menunduk nyaris tak ingin mengangkat wajahnya lagi. Ia begitu takut dengan kemarahan Mommy Viona.


"Tapi aku berterimakasih karena kamu ada saat putri ku terluka."


Hati yang awalnya panas, kini perlahan sejuk. Andreas sedikit mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Aku titip Maicha pada mu. Dia sudah lelah di sakiti, aku berharap kau bisa menyembuhkan lukanya."


Andreas tak bisa menahan tangisnya, tangan yang dalam genggaman Maicha, Andreas pun menggenggamnya. "Terimakasih Tante."


"Jangan panggil aku Tante, panggil saja aku Mommy."


Andreas pun tersenyum bersama dengan Maicha. Keduanya saling tatap penuh rasa bahagia. Kini hanya meresmikan perceraian Maicha saja agar mereka bisa menjalin hubungan dengan serius.


Pada malam harinya.


Audrey mengetuk pintu kamar Leo. Dia membawa nampan berisi sepiring makan malam dan segelas air putih. Ia ingin membahasnya sekali lagi dengan Leo dan membujuknya.


Ceklek


Leo sejenak menatap wanita di depannya. Dia tidak ingin makan apa lagi suasana hatinya tak mendukungnya untuk makan. Perutnya terasa panas dan kenyang.


Leo melangkah pergi dan membuat Audrey menahan nyilu lagi.

__ADS_1


"Leo! Leo!" panggil Audrey. Dia mengikuti langkah Leo menuruni anak tangga. "Leo kau mau kemana?" tanya Audrey melihat Leo memakai jas dan kemeja. "Kau mau menemui Tante Viona? Percuma Leo."


Melihat putrinya di abaikan, Mommy Luna tak terima. Ia pun menghampiri Leo. "Leo, pria macam apa yang tak ingin bertanggung jawab. Kau sudah membuat Audrey jatuh cinta dan mengandung anak mu."


Leo menoleh, ia tersenyum sinis. "Aku tidak menyuruh putri mu hamil, justru aku pernah mengatakannya agar jangan hamil selama berhubungan dengan ku."


Leo menoleh, ia menatap Audrey. "Kau melupakan sesuatu yang aku katakan. Bukankah kau sudah berjanji agar tidak hamil sebelum kita menikah. Yah, aku akui, aku melakukan kesalahan bersama mu. Seharusnya tidak terjadi. Sekarang aku tanya, kecerobohan siapa? Bukan aku, Bukan Achilleo."


Mommy Luna diam, ia tidak tau harus menjawab apa lagi.


"Sepertinya anda sebagai ibunya harus mengurusi dulu putri mu."


"Tapi kau sudah berjanji akan menikahinya." Seru Mommy Luna.


"Aku memang berjanji, tapi Audrey sudah mengingkarinya. Aku mengatakan jangan hamil dulu sebelum menikah, tapi ya sudahlah. Kalian bisa merawatnya atau begini saja, aku akan merawat dan bertanggung jawab dengan anak ku tanpa menikahi ibunya, bagaimana? Daripada Audrey harus menahan malu."


Audrey seperti tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia melupakan suatu hal kalau ia tidak boleh hamil sebelum menikah semasa menjalani hubungannya dengan Leo.

__ADS_1


"Leo kau, kau, bagaimana kalau aku menggugurkan kandungan ini?"


"Percuma, aku tidak berniat dengan mu. Dan satu lagi, aku tidak berniat menceraikan Maicha."


__ADS_2