
"Tolong ceraikan Maicha, dia tidak bahagia dengan mu."
Tenggorokan Leo tercekat dan panas, air matanya mengalir dengan deras. "Mom, bisakah beri aku kesempatan? Aku, aku berjanji akan membahagiakan Maicha."
"Leo, kau tau kebencian ku seperti apa saat ini? Aku sangat sangat membenci mu. Kau menyakiiti ku Leo. Aku sebagai ibunya tidak menerima saat kau menyakiti putri ku." Mommy Viona menggenggam erat tanganya dan membuang wajahnya. "Jangan mempersulit Maicha, kalau kau ingin membahagiakannya dan menebus dosa mu, buatlah dia bahagia dengan pilihannya sendiri. Kau harus menjaga keadaa Audrey, dia sedang hamil. Keluarlah, urusan kita sudah selesai."
Leo tidak ingin menyerah begitu saja, ia harus bisa meyakinkan Maicha dan membuatnya bersamanya. "Baiklah, Mom. Kau istirahat, aku anggap aku tidak mendengarkan apapun."
Leo pun bergegas keluar. Dia menuju ke arah pintu dan melihat Maicha. "Bisakah kita bicara berdua? Aku ingin berbicara dengan mu."
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi Leo," ucao Maicha. Ia tidak memiliki urusan lagi dengannya. Apa lagi pengacara ayahnya sudah bertindak. Ia tidak memiliki alasan lain untuk bersama dengan Leo. "Kita akan berpisah, jadi jangan mempersulit ku."
Maicha melewati Leo, namun tangannya di cekal. "Aku akan di sini sampai kau mau berbicara dengan ku."
__ADS_1
Maicha menoleh, kehadiran Leo bisa saja membuat ibunya bertambah sakit, ia juga tidak mau melihat Audrey datang ke rumah sakit karena mencari Leo. "Baiklah."
Sementara itu, Audrey dan Mommy Luna telah sampai di rumah sakit. Dia menanyakan pada resepsionis kamar ibunya Viona dan kemudian menuju ke ruangannya. Tanpa berpikir panjang, Mommy Luna membuka ruangan itu kemudian melihat seorang wanita yang melihat ke luar jendela.
Audrey mengikuti mommy Luna masuk dan perlahan keduanya melangkah. Mommy Viona yang tak menyadari kedatangan mereka membuatnya tetao fokus melihat ke arah luar jendela sambil menyelami perbuatan masa lalunya.
Ia sangat menyesal karena ikut campur dalam kehidupan Maicha. Niat hati ingin membuat putrinya bahagia akan tetapi ternyata dialah yang membuatnya menderita.
"Viona."
Audrey melangkah maju, ia tidak bisa menahannya lagi. "Tante, maafkan Audrey. Kedatangan Audrey kesini memohon pada Tante untuk membujuk Maicha dan Leo bercerai." Mohonnya. "Audrey sangat mencintai Leo dak sekarang Audrey mengandung anak Leo."
Mommy Viona menahan sesaknya dan dadanya yang berdenyut sakit. Telingannya terasa terbakar dan panas mendengarkan pengakuan seseorang yang terang-terangan memohon anaknya untuk bercerai. Dunia sudah pasti menertawakannya, mana ada seorang ibu mendengarkan selingkuhan anaknya memohon padanya agar membujuk anak dan menantunya bercerai.
__ADS_1
"Rupanya kau sama seperti ibu mu, kau menganggap pernikahan lelucon? Kalau kau tau arti pernikahan kau tidak akan datang dalam pernikahan seseorang."
Audrey tidak peduli dengan penghinaan yang ia dapatkan, yang jelas ia bisa membuat Maicha dan Leo bercerai. Ia akan melakukan apa saja demi membuat mereka bercerai.
"Aku tidak peduli Tante mau bilang apa."
"Kau tidak perlu menghina putri ku, bukankah putri mu sudah kalah. Lihat saja, Audrey bisa hamil sementara putri mu tidak, jangan-jangan dia mandul." Momny Luna menyela.
Jika dulu Momny Viona bisa menangis, tapi tidak untuk sekarang. Ia tidak akan gentar dan menangis lagi. "Kau sangat mengidamkan pria wanita lain. Apa jangan-jangan hidup mu tak berlaku pada pria lajang dan malah berlaku pada pria beristri?"
"Tante saya datang kesini ..."
"Kau tenang saja Audrey, putri ku Maicha akan secepatnya bercerai, dan aku berharap anak yang di dalam perut mu lahir dengan selamat."
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya seorang pria. Rahangnya mengeras dan kedua matanya sangat tajam bagaikan sebilah pisau. Semenjak istrinya kecelakaan ia sangat takut dengan keadaan istrinya, ia takut istrinya meninggalkanya, tapi sekarang kedua wanita tanpa di undang ini malah ingin membuat keadaan istrinya semakin buruk dan ia merasa kedua wanita ini memang ingin membuat istrinya langsung mati.