Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir

Reinkarnasi Istri Jahat Sang Presdir
#Satu Kamar Bertiga


__ADS_3

Pada malam harinya.


Terpaksa Maicha kembali ke kamar awalnya, ia harus menekan perasaan jijiknya karena satu kamar dengan Audrey dan Leo. Ia menarik nafas dalamnya, rasanya masih sakit mengingat sesuatu yang menyesakkan itu. Tempat ini bagaikan jurang neraka dan lebih kotor dari sampah. Bahkan ia tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi tentang kamarnya ini.


Dia pun menyapu ruangan ini, sudah berhari-hari ia tidak pernah menginjakkan kedua kakinya semenjak kejadian itu. Foto pernikahannya belum di turunkan dari dinding yang berhadapan langsung dengan tempat tidurnya dan di atas nakas masih ads fotonya dan foto pernikahannya serta foto keluarganya bersama dengan Leo. Jika di lihat keluargnya sangat harmonis, padahal di dalamnya banyak sekali duri. Ia melihat sekeliling kamarnya yang tidak ada siapapun. Padahal Leo tadi mengatakan jika di dalam kamarnya ada Audrey dan Audrey mengancamnya jika menyuruhnya keluar akan mengatakan pada ibunya.


Krek


Maicha menoleh ke arah pintu kamar mandi, ia melihat seorang wanita menggunakan bathrobe dan mengusap rambutnya yang masih basah, seolah dialah nyonya di rumah ini tanpa ada rasa canggung sedikit pun.


"Kau sudah datang?" tanya Audrey. Dia menghampiri Maicha dan kedua matanya tertuju pada jejeran foto di atas nakas. "Aku memang sengaja tidak membuangnya karena aku takut membuat mu sedih. Foto itu kan, foto keluarga mu."


Di sini Maicha seperti di sindir karena hanya dirinya yang menganggap keluarga sedangkan Leo tidak.

__ADS_1


"Aku hanya mengambil ini." Maicha mengambil foto dirinya dan keluarganya saja tanpa ada Leo. "Sedangkan ini dan ini." Tunjuk Maicha pada foto kecil di atas nakas dan foto berukuran besar di dinding. "Kau boleh membuangnya." Perkataannya mengartikan ia tidak peduli tentang Leo.


Audrey menggigit bibir bawahnya, tangan sebelahnya meremas handuknya. "Kau tidur di sofa."


Maicha menghentikan langkahnya. Dia melirik dan tersenyum. "Tanpa kau menyuruh pun aku akan tidur di sofa, tenang saja aku tidak akan mengambil posisi mu. Aku tidak suka dengan bekas seseorang."


Audrey langsung membuang begitu saja handuk di tangannya dan berjalan ke arah Maicha. "Apa maksud mu? Apa maksud mu aku kotor? Kau juga kotor, jika sama-sama memiliki kekasih dalam pernikahan. Jangan menganggap dirimu sebagai barang yang suci."


Maicha memutar tubuhnya dan bersendekap, ia menaikkan kedua bahunya. "Kau berpikir seperti itu? Tentu saja aku harus memandang diriku yang suci karena bukan aku yang mengotori pernikahan ini."


Maicha menggaruk pipinya, kalau di pikir-pikir memang dia yang kalah karena ia harus pergi kan? "Aku memang kalah, yups betul." Maicha tertawa seolah hinaan Audrey hanyalah candaan. Ia pun menghembuskan nafas kasarnya. "Harga diriku lebih tinggi. Jadi aku tidak suka harga diriku di kotori." Maicha mengibas-ngibaskan tangan kanannya.


"Kau suka Andreas, memang siapa dia? Dia hanyalah pria yang tidak sebanding dengan Leo. Perusahaan kecil tidak sebanding perusahaan besar."

__ADS_1


"Kau benar, jika di bandingkan memang benar, tapi jangan salah, harta titipan dari Tuhan. Saat Leo masih bersama ku, hartanya masih ada, tapi beda jika saat bersama mu, bisa saja dia tiba-tiba bangkrut." Maicha terkekeh geli. "Karena terkena karma." Imbuhnya lagi.


Darah yang mengalir dalam tubuh Audrey langsung mendidih. "Jangan merendahkan aku karena aku berhasil merebut Leo dari mu."


"Kau pikir aku akan menangis Audrey? Salah, tentu saja salah Audrey. Aku tidak akan menangis, kau ingin Leo. Ambilah, aku akan memberikan bekas ku. Audrey, kalau kau bukan orang yang rendah, kau tidak akan repot-repot menjalin cinta dengan Leo. Bahkan kau sudah tau aku dan Leo akan bercerai, seharusnya kau menunggu di kesempatan itu, bukan malah menjadi ..."


Maicha melangkah hingga sampai tepat di depan Audrey. "Bukan malah menjadi penghias atau pemuas suami orang."


Kedua mata Audrey seakan ingin keluar. Tangannya langsung melayang ke arah pipi Maicha.


Dengan cepat Maicha menahan tangan Audrey. "Hati-hati Audrey. Kau bisa terkena serangan balik."


"Kau ingin aku membongkar semuanya?"

__ADS_1


Maicha tidak suka di ancam seperti yang dulu-dulu. "Silahkan, sekali pun kau berhasil merebut Leo. Aku tidak yakin dia akan memaafkan mu."


Maicha melepaskan cengkramannya dan berbalik dengan rasa puas. Kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke arah sofa.


__ADS_2