
Leo mennunggu dengan sangat cemas, ia duduk sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Mendengarkan Audrey terjatuh, ia khawatir padanya dan anaknya yang belum lahir itu. Sedangkan Mommy Luna merasa dongkol dengan kehadiran Leo.
"Bagaimana keadaan anak saya Dokter?" tanya Leo.
"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak, benturan keras membuatnya tidak bisa bertahan lebih lama dan nyonya Audrey selamat dan melewati masa kritisnya."
Leo menganga dengan lebar, tubuhnya hampir terhuyung ke belakang, untunglah seseorang langsung menangkap tubuhnya.
"Dad."
"Tenangkan dirimu." Daddy Albert membantu Leo duduk di kursi tunggu. Setelah mendengar kabar Audrey masuk ke rumah sakit. Maicha membujuknya dengan istrinya untuk mengunjungi Leo. Bagaimana pun juga Leo masih tetap keluarga mereka.
Mommy Luna melirik Albert, sama sekali ia tidak ingin menyambutnya keluarga Albert.
"Cobak saja Audery berada di dekat mu. Semuanya tidak akan terjadi." Mommy Luna menyalahkan Leo. Kalau saja putrinya berada di samping Leo, sudah pasti cucunya masih hidup.
Maicha mengerutkan keningnya, tangannya sangat gatal ingin membungkam mulut Mommy Luna. "Jangan menyalahkan siapa? Audrey kan bersama tante, jadi harusnya tante yang di salahkan karena tante tidak menjaga Audrey dengan baik." Maicha mencebikkan bibirnya.
"Itu salah mu, salah Leo yang tidak bisa melupakan mu."
Andreas juga lama-lama merasa gedek dengan ibunya Audrey ini. "Tidak ada kaitannya, yang menjaga tetap tante, sebaiknya tante diam jangan mengomel."
__ADS_1
Mommy Viona memilih diam saja. Ia masih waras meladeni Luna.
Audrey pun di pindahkan ke ruangan rawat inap. Maicha dan yang lainnya mengekorinya.
"Leo yang sabar," Andreas menepuk bahu Leo.
Leo terseyum, pria di depannya masih saja baik padanya setelah apa yang ia lakukan. Daddy Albert menenangkan Leo bersama dengan Andreas. Sedangkan Mommy Viona dan Maicha menunggu Audrey sadar tentu saja di temani oleh Mommy Luna yang duduk di sofa menjauh dari mereka.
"Kau sudah sadar." Maicha tersenyum menyapa Audrey.
Air mata itu langsung mengalir begitu saja. Ia langsung teringat dengan kepergian putrinya. Semuanya salah ibunya, iya dan ibunya sempat bertengkar karena tidak mau mengalah, tanpa sadar ibunya menariknya dari tangga dan ia terguling ke bawah. "Aku gagal Maicha. Aku gagal menjadi seorang ibu."
Audrey tidak terima, kepergian putrinya begitu menyayat hatinya. Hanya putrinyalah kenang-kenangan dari Leo. "Lihat, kau ingin memanfaatkan cucu mu demi harta dan pada akhirnya dia pergi."
Mommy Luna bangkit dari sofa dan menghampiri Audrey. "Itu salah mu yang tidak becus menjaganya. Jangan salahkan Mommy,"
"Sebaiknya Mommy pergi." Audrey tidak ingin melihat wajah ibunya. Rasanya sangat sakit. Seharusnya ia tidak mengikuti semua ucapan ibunya, kepergian anaknya seperti karma baginya.
"Aku akan pergi."
Mommy Luna berlalu pergi degan wajah kesal, ia akan meninggalkan Audrey biar putrinya itu merasakan bagaimana hidup tanpa seorang ibu.
__ADS_1
"Maicha." Audrey menggenggam tangan Maicha. "Maafkan aku." Audrey menatap ke arah Mommy Luna. "Maafkan aku Tante. Kalian keluarga yang sangat baik. Di saat seperti ini pun kalian tidak pergi justru menguatkan aku." Audrey menyadari betapa baiknya keluarga Maicha.
"Kami sudah memaafkan mu." MommyViona tersenyum.
Pada malam harinya.
Leo baru menemui Audrey, pria itu duduk di samping Audrey. Mungkin ada sesuatu yang Audrey ingin katakan padanya.
"Leo, mari kita menjalani hidup masing-masing."
"Baiklah, aku ingin memperbaiki diriku." Leo menangeluarkan air matanya, ia merasa menyesal dengan kehidupannya yang salah. Seharusnya ia tidak mengikuti kebodohannya, hingga menyebabkan putrinya meninggal.
"Ini bukan salah mu, jadi jangan menyalahkan dirimu."
Audrey menatap Leo dan menggenggam tangannya. Leo membalas genggaman Audrey.
"Ini juga bukan salah mu, mari kita perbaiki hidup masing-masing."
Beberapa bulan kenudian.
Maicha dan Andreas begitu di limpahkan dengan kebahagian. Kini Maicha melahirkan anak pertamanya dengan Andreas, seorang putri yang cantik jelita, yang ia beri nama Freya Ainsley Anderson. Bidikan demi bidikan mengambil gambar baby kecil itu bersama dengan keluarganya dan menjadi kenangan terindah dalam hidup Maicha dan Andreas.
__ADS_1