Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Di mobil ( part 2 )


__ADS_3

Caca masih menikmati apa yang dilakukan rival sampai ia tersadar terlihat sekilas wajah ayah nya di pikiran Caca.


"Papa" terpelonjak Caca mengingat ayah nya


"Ada apa" rival seolah tidak mendengar apa yang Caca katakan


Rival memastikan didepan nya tidak ada papa Caca atau siapapun yang melihat aksi mereka


"Tidak, aku hanya teringat papaku, seperti nya dia menghawatirkanku, aku akan menghubungi nya. lanjut Caca


seperti nya hujan sudah reda kabutpun sudah hilang, mobil dan motor sudah berjalan seperti sebelumnya. rival mengarahka mobil nya, melaju dengan kecepatan sedang.


sementara Caca sibuk dengan ponsel nya, mungkin sedang mengirim pesan singkat kepada ayah nya.


tak selang lama ponsel Caca berdering, Caca langsung sigap melihat siapa yang menghubungi nya


"Halo bil, ada apa?" sapa nya terlebih dahulu


tak terdengar apa yang Nabila katakan, Caca hanya terdiam menyimak apa yang di katakan Nabila


"baiklah aku akan pulang kerumahku, kalo kamu mau pergi, sampai bertemu Senin bil" ucap Caca sambil menutup telepon nya


"Ada apa" tanya rival


"tidak, Nabila hanya memberi tahu aku, bahwa dia aka pergi bersama mama nya, awalnya aku mau minap lagi dirumah nya, tetap seperti nya aku pulang saja" jawab Caca


"bagaimana mau pulang kau saja belum menemaniku, aku akan menelpon papamu agar beliau tak khawatir akan putri kesayangannya" lanjut rival


"baiklah kau yang menelpon papaku" sahut Caca

__ADS_1


jalan raya sudah mulai ramai rival mengendarai mobil nya dengan pelan, sesekali memandang Caca yang masih memainkan ponsel nya.


"Aku laper" ucap Caca menatap rival


"Didepan ada restoran milik papamu dan ada hotel nya juga, aku bekerja di hotel tersebut. aku akan mampir ke hotel sebentar untuk mengurus beberapa hal" jelas rival


"Baiklah, meskipun weekend kau masih saja bekerja, aku akan menemanimu bekerja" sahut caca


rival memarkirkan mobilnya tepat di depan hotel di samping hotel ada restoran milik ayah Caca, Caca sempat beberapa kali mengunjungi hotel tersebut sehingga para karyawan sudah mengetahui akan kehadiran putri milik hotel mereka bekerja, dengan sopan para karyawan menyapa dan tersenyum manis.


meskipun Caca memiliki segalanya dia tak sombong bahkan ia menyapa kembali beberapa karyawan.


para karyawan yang melihat rival di samping Caca saling membicarakan kedua nya.


"Apakah mereka berpacaran, mengapa mereka terlihat cocok sekali" ucap salah satu gadis cantik yang tidak jauh dari Caca


Rival langsung menemui manager hotel berbicara beberapa hal yang tidak di pahami Caca kemudian mempersilahkan Caca untuk menunggu di ruang tunggu yang biasa ayah nya temapati.


"Silahkan nona, adakah makanan yang anda inginkan selain dari apa yang kami siapkan?" ucap salah satu pegawai hotel


"Tidak ini sudah cukup, terimakasih ya" ucap Caca sambil tersenyum manis


"Baik kami permisi nona, jika nona membutuhkan sesuatu kami ada di balik pintu. kami permisi nona"


Caca hanya membalas dengan senyuman, Lalu para pegawai meninggalkan caca sendirian di ruang tunggu.


ruang tunggu yang elegan ciri khas ayah nya, tidak mewah namun begitu nikmat jika di pandang oleh mata, membuat hati sejuk dengan pemandangan ke arah kota dengan gedung gedung pencakar langit.


Tak selang lama rival muncul dari balik pintu, rival tersenyum manis menuju kursi di sebelah Caca

__ADS_1


"Aku sudah menghubungi papamu, dan mengatakan aku akan bersama mu sepanjang hari" ucap rival sambil


"Kau akan membawa ku kemana?" tanya Caca sambil menyuapkan makanan nya


"Kau makan saja dulu, setelah makan aku akan membawa mu ke surga" lanjut rival mengikuti caca menyuapkan makanan nya


Caca hanya terdiam dan melanjutkan makanan nya, setelah beberapa menit Caca sadar akan ketiadaan jus favorit nya


"Jus nanasku mana? apakah pelayanan tidak menyimpan kan nya. aku sudah beberapa kali kesini dan selalu meminta jus yang sama, lalu mengapa sekarang mereka menyiapkan dua gelas jus lemon?" gerutu caca membuat rival menghentikan makan nya


"Tunggu beberapa detik, aku akan kembali dengan jus mu" rival berlari menuju pintu keluar


mengapa dia yang mengambil jus itu, kan bisa saja dia menyuruh pelayan untuk mengambil nya


belum selesai dengan pikiran nya rival sudah kembali dengan dua gelas jus nanas di tangan nya.


"satu untuk mu dan satu lagi untukku. sekarang apapun yang kau sukai akan ku sukai juga" sambil menyodorkan jus kepada Caca


Caca tak menjawab perkataan rival dia langsung menenggak habis jus nya.


"Aku masih menginginkan nya" gerutu caca


"Minumlah punyaku, seperti nya persediaan nanas disini habis" sahut rival


"Baiklah" Caca langsung menghabiskan jus milik rival.


setelah merasa cukup kenyang Caca bangun dari duduknya kemudian berjalan ke arak tempat tidur yang sengaja di sediakan untuk papa nya untuk beristirahat jika beliau mampir ke hotel.


bukan kamar yang beliau inginkan melainkan sebuah ruangan khusus seperti rumah nya, apapun yang ia butuhkan berada disana.

__ADS_1


seperti itulah ruang tunggu milik ayah Caca, tidak begitu mewah namun sangat elegan


__ADS_2