Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Sarapan


__ADS_3

Nabila sudah duduk di meja kamar nya sambil menunggu Caca dan rival di belakang nya


mengapa mereka begitu lama sekali. **Gerutu Nabila


tak selang lama terlihat Caca dan rival jalan bergandengan, rival masih saja memandang Caca tanpa berkedip. seperti nya rival memang sudah melabuhkan hatinya pada gadis cantik itu


"silahkan duduk bidadari ku" Rival


Caca tidak menjawab hanya tersenyum manis kepada rival.


"Dari jam berapa kamu disini" nebila memecah keheningan saat sarapan berlangsung


"Aku baru saja sampai" Ucap rival yang tidak melihat Nabila, kemudian memandang Caca kembali


"Apa siang ini kamu ada acara" menatap mata Caca


"Hmm, seingatku tidak ada" Ucap Caca sambil mengingat ingat jadwalnya


"Mau menemaniku ke suatu tempat?" Tanya rival lagi yang masih memandangi Caca


"Kemana?" Caca


"Akan ku tunjukkan jika kamu mau" Rival


Caca hanya mengagungkan kepala nya sambil melanjutkan suapan terakhir nya.


Nabila hanya mendengar percakapan mereka yang sedang dimabuk cinta, padahal dia sendiri sedang terluka parah hatinya. Tapi dia sedikit mendapatkan kebahagiaan akhirnya sahabat nya mendapatkan cinta pertamanya. terlebih lagi dengan pria yang dia tahu seperti apa

__ADS_1


"Kalian lanjutkan sarapan nya yaa, aku mau mandi dulu" Nabila yang langsung berdiri dan ke kamar mandi.


Caca hanya memandang punggung Nabila, rival masih saja memandang Caca


"Kamu belum mandi tapi kok cantik gini si" goda rival yang membuat Caca mengalihkan pandangannya kepada rival


"Aku memang terlahir cantik" sahutnya sambil tersenyum menggoda


"Kamu jangan buat aku ingin semakin dekat denganmu, kamu tidak akan bisa menghentikan nya" Ucap rival


"Lakukanlah aku tidak akan menghentikan mu" Goda Caca lagi


Rival tiba tiba berdiri dari duduk nya berjalan satu langkah, sekarang sudah di belakang Caca


Caca hanya mendongak ke arah rival " Apa yang akan kamu lakukan" tanya Caca dengan wajah polos


tibatiba rival membungkukan badan nya dan mendaratkan bibirnya di bibir Caca, Caca hanya terdiam gelagapan mengatur nafas nya.


"Aaaaa baiklah sekarang aku akan menggodamu didepan umum" sambil tertawa penuh kemenangan


"Lakukanlah, aku akan melakukan hal yang sama seperti tadi, aku tidak memperdulikan orang lain" jawab nya dengan sedikit angkuh


"Baiklah aku sudah selesai" mengangkat tubuh nya berjalan menuju pintu keluar


Baru dua langkah Caca berjalan Rival memegang bahu Caca, berjalan satu langkah dan menghadap caca, Memeluk nya dengan erat sambil membelai rambut Caca.


"Kau tidak sedang bermimpi, Aku mencintaimu" Bisik rival

__ADS_1


Caca hanya diam, pelan pelan dia memegang pinggang rival lalu membalas pelukan hangat rival sepagi ini.


apakah ini cinta, apakah benar aku sedang jatuh cinta, rival tolong hentikan hujan cinta ini aku tidak mau terlalu jauh. tapi aku bahagia. tolong lakukan ini setiap hari


"Aku akan melakukan nya setiap hari" sahut rival sambil melepaskan pelukannya


apakah dia bisa mendengar apa yang baru saja aku katakan? aaahh tidak mungkin


Caca hanya membalas dengan senyuman. kemudian duduk di sofa, rival mengikuti nya duduk bersebelahan sambil meraih kepala Caca untuk bersandar didada nya


"Kalian sudah selesai" tanya Nabila sambil mengeringkan rambutnya


Caca langsung terpelonjak mendengar suara Nabila


"Aku mandi dulu yaa, kamu bisa tunggu di ruang tamu" Sambil berdiri menatap rival


"Baiklah" berdiri dihadapan caca.


Caca hanya menatap tajam dalam artian jangan lakukan apapun di depan Nabila.


Mengecup kening Caca lalu melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar.


setelah memastikan dia ke ruang tamu, Nabila berlari ke arah Caca


"Apa yang baru saja dia lakukan, Benarkah menciummu dan kamu hanya berdiri diam mematung" Tanya nya dengan mimik wajah bingung


"A a aaku tidak tahu" jawab Caca dengan gugup

__ADS_1


Caca berjalan menuju kamar mandi, sambil memikirkan apasaja yang ia lakukan sepagi ini.


Apakah hujan cinta atau inikah yang nama nya cinta**.


__ADS_2