Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Tidur panjang


__ADS_3

Icha Riska putri gadis lugu yang sedang dimabuk cinta begitu sekiranya.


Ia bangun melihat sekeliling banyak sekali peralatan yang tidak ia ketahui, bunyi detak jantung mengikuti nafas nya.


Ruangan yang tidak begitu besar, nafasnya mulai stabil,


Selang beberapa menit setelah memperhatikan sekitar ada seorang wanita dengan seragam seragam putih tersenyum kepada Caca.


Tidak ada kata yang keluar dari perempuan itu hanya memeriksa peralatan lalu keluar ruangan


Tidak lama datang pria paruh baya seumur ayah nya dengan setelan dokter, tersenyum lembut pada Caca


"Syukurlah kamu bisa melewati semua ini" sapa nya lembut mengelus rambut Caca


Caca masih bingung apa yang terjadi padanya, hal yang terakhir ia ingat masih di hotel bersama rifal, lalu mengapa sekarang berada di tempat asing ini


"Apa yang terjadi pada saya"


Dokter tersenyum lembut sambil memeriksa keadaan Caca.


"Keluarga mu sudah menunggu waktu ini, sekarang mereka pasti senang. Aku akan menghubungi ayahmu, kau bisa bertanya padanya apa yang terjadi padamu"


Dokter itu keluar dari ruangan.


Caca masih berusaha keras mengingat apa yang terjadi padanya


apakah aku hamil?


Memegang perutnya. Rata, masih sama. Tidak ada yang bergerak didalam sana


Rupanya dokter memberikan obat tidur, agar Caca tidak terlalu berfikir keras apa yang terjadi padanya, setelah 24jam ia akan mengumpulkan tenaga untuk menerima apa yang terjadi padanya


2 tahun Caca lewati dengan tidur yang begitu panjang. Ayah Caca sudah ikhlas apapun yang akan terjadi pada putri kesayangannya.


Sementara ibunya tidak henti menemani putri cantik nya yang selalu memejamkan matanya


Menceritakan keseharian nya adalah hal yang selalu membuat ibunya menangis di depan caca.


Kak Riko sudah bahagia dengan istrinya dan anak lelaki kebanggaan ayah. Di negri Paman Sam kak Riko tinggal, jarang sekali mengunjungi tanah kelahirannya.


Membuat ayah dan ibu Caca semakin sedih akan hal itu


Caca mulai pulih kesadaran nya ibunya sudah memasang wajah bahagia melihat putri nya sedikit membuka matanya.


Sementara ayahnya tepat dibelakang ibunya memeluk istri agar tidak menangis


"Pah,mah" sapa Caca tersenyum lembut


"Anak mamah" mencengkeram tangan Caca, memeluk nya


Ayah Caca tidak mengeluarkan kata kata hanya ada air mata disana, tersenyum khas milik ayah nya tertera di wajah tampan nya


"Apa yang terjadi padaku pah?" Tanya Caca menatap ayah nya.


Tatapan ayah Caca seperti melihat putri nya lahir kembali kebahagiaan tiada Tara di lubuk hatinya

__ADS_1


Berjalan perlahan duduk di sebelah Caca "Jangan pikirkan apapun sayang" memeluk lembut putri kesayangannya itu


Dokter datang kali ini tidak bersama asisten nya


"Pak Hermansyah bisa kita bicara sebentar"


"Bisa dok" senyum Hermansyah kembali menghiasi wajah tampan nya


"Papa tinggal dulu ya" mencium lembut rambut Caca


"Mahh" Caca menatap lembut ibunya


Ibunya tidak menjawab hanya air mata yang tidak henti mengalir di matanya


"Mama Jangan nangis, Caca tidak ada yang sakit kok" mencoba menenangkan ibunya


Iren hanya memeluk Caca, tidak kuat menahan air matanya, tangis nya semakin menjadi di pelukan Caca


"Caca kecelakaan ya mah waktu pulang dari kota xx" tanya caca penasaran.


Hal yang terakhir Caca ingat adalah menginap di hotel milik ayah nya bersama rifal


"Dokter akan menjelaskan apa yang terjadi sama kamu, tapi kamu harus sembuh dulu yaa. Nurut sama mama" Iren tersenyum lembut


Dokter dan ayah Caca kembali ke ruangan.


Dokter langsung memeriksa keadaan Caca


"Kamu besok sudah boleh pulang, tapi harus nurut ya sama mama papa" ucap dokter Ryan sangat lembut


"Baik saya permisi dulu ya"


"Pah apa yang dikatakan dokter" antusias ingin mengetahui keadaan nya


"Dokter hanya menyuruh papa sabar untuk membawa kamu pulang secepatnya, papa harus menunggu besok"


Bukan itu yang Caca ingin ketahui, namun hal yang lebih detail mengenai keadaan dirinya.


Caca hanya bisa menahan hal itu ia akan menanyakan nya lagi nanti setelah di rumah.


lalu rifal, Apa dia baik baik saja


Caca masih berusaha mengingat kejadian apa yang membuatnya berada di rumah sakit ini


Melihat ayah ibu nya yang sangat khawatir sudah pasti terjadi sesuatu pada dirinya. Begitu pikir Caca


Pagi pagi sekali ayah Caca sudah menemui putrinya, caca masih tertidur sangat pulas.


Ayah Caca hanya mencium kening, lalu meninggalkan nya lagi


Setelah dokter datang ayah Caca meminta untuk membawa putrinya pulang kerumah.


Dokter hanya tersenyum melihat antusias ayah Caca


"Baik pak, Caca boleh pulang hari ini, tolong jaga dengan baik ya pak. Mengetahui ingatan beliau yang sangat minim membuat putri bapak akan sering mengalami sakit kepala yang hebat. Tolong jangan lupakan obat nya, minum tepat waktu. Dan yang terakhir ingatan putri bapak tidak akan kembali. Hal yang terakhir beliau ingat pada masa ia berusia 17tahun"

__ADS_1


Ayah Caca menghela nafas panjang


"Baik dok, saya akan mengingatkan apa yang dokter sampaikan"


"Jangan ragu untuk menghubungi saya, bila terjadi sesuatu pada Caca ya pak"


Dokter berdiri diikuti ayah Caca berjabatan lalu beranjak ke ruangan Caca


Iren sudah berada di sana, Caca sudah terlihat semakin membaik, wajah cantik nya sudah ia hiasi dengan senyuman lembut.


"Aku boleh pulang pah" tanya Caca penasaran


Ayah Caca hanya tersenyum memeluk lembut putri nya.


"Kamu boleh pulang, asalkan harus nurut ya, jangan lupakan obat mu juga" akhirnya dokter yang menjawab pertanyaan Caca sambil memeriksa keadaan nya.


Asisten dokter melepaskan satu persatu peralatan yang terhubung pada tubuhnya.


Asisten dokter sudah menyiapkan kursi roda untuk Caca.


Caca menuruni tempat tidurnya berjalan beberapa langkah, lalu kepala nya sedikit pusing tetapi ia tahan


"Pakai kursi roda ya, kalo kelapa kamu pusing" ujar mama nya lembut


Caca hanya mengagungkan kepalanya.


Ibunya mendorong putri kesayangannya sampai dengan rumah sakit, mobil sudah siap membawa keluarga Hermansyah untuk kerumah


Sepanjang perjalanan Caca melihat sekeliling, merasa banyak perubahan yang terjadi pada kota. Bangunan semakin tinggi, lahan kosong sudah ramai di isi bangunan. Sudah seperti 10 tahun Caca tidak menjumpai kota nya tersebut.


Sampai pada rumah Caca masih menggunakan kursi roda, di sambut gadis kecil cantik dengan wajah yang tidak asing si mata Caca.


Mengapa wajah itu mirip sekali dengan rifal


Tidak lama rifal muncul dari belakang gadis itu, senyum nya lembut menatap kedatangan Caca


Banyak perubahan yang Caca lihat dari yang terakhir ia jumpai di hotel.


Akuu, aku beneran hamil dan anak itu, anak aku bersama rifal?


Caca berusaha keras lagi mengingat kejadian yang ia lewatkan.


Gadis berusia 3 tahun tersenyum pada Caca, senyum manis itu milik caca, mata yang Caca lihat adalah matanya


Caca membalas nya dengan air mata, tidak menyadari akan hal itu Caca melihat gadis cantik dengan wajah kombinasi antara dirinya dengan rifal


"Siapa dia" Caca menatap rifal, ada kekesalan di tatapan Caca


"Sayang, kau bisa memeluk mama. Kamu selalu bertanya kan kapan mama bangun dari tidurnya, sekarang mama sudah didepan kamu, ayo peluk"


Senyum lembut rifal memberi penjelasan kepada putrinya


"Mama" begitu sapa gadis mungil di depan Caca


Deeeggg, hati Caca berdenyut cepat mendengar apa yang gadis itu ucapkan, seolah ada petir di terik nya matahari.

__ADS_1


Alina memeluk lembut Caca, tidak ada balasan dari Caca hanya air mata yang mengalir semakin deras


__ADS_2