Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Mati lampu ( part 1 )


__ADS_3

Caca masih di bawah selimut ia hanya merasakan belaian lembut di kepala nya, perlahan membuka nya. "Kau kembali secepat ini"


Rival hanya tersenyum, bangkit dari duduknya melangkah kan kaki nya menuju ruang ganti.


Dalam beberapa menit rival sudah dengan pakaian tidur nya.


"daya cadangan tidak akan bertahan lama, genset tidak akan menyala, kau tak apa jika hanya menggunakan lilin" tanya rival naik ke atas kasur


"Aku tak apa, asalkan bersamamu"


Ada apa denganku, yang aku ingin kan hanya dekat dengan rival. hanya di tinggal beberapa menit aku sudah menghubungi nya. sepertinya ada yang aneh denganku


Rival hanya tersenyum memeluk Caca "Baiklah sekarang kau tidur yaa, sebelum listrik benar benar padam"


Caca membalas pelukan rifal dan mencoba memejamkan matanya.


tetapi pikiran nya masih tertuju apa yang di lakukan rifal. Caca menginginkan nya lagi.


Caca mencoba menahan, semakin di tahan semakin besar keinginan nya, sampai sampai membuat Caca mendesah.


Rival hanya tersenyum, mengingat apa yang telah ia campuran diminuman Caca.


rival mencoba mencari apa yang ia inginkan, Caca dengan senang membiarkan rival melakukan hal yang ia sukai.


semakin keras desahan caca membuat rifal semakin bersemangat memainkan jari nya.


Tiba saat nya daya cadangan berakhir, tetapi kedua nya tidak memperdulikan, rifal masih asik dengan aktivitas nya sementara Caca sendiri tak menyadari akan kegelapan.

__ADS_1


Rifal bangkit dari aktivitas nya, meraih ponsel lalu mencari lilin yang di bawakan pelayan.


"Kau tak perlu menyalakan lilin, aku suka dengan kegelapan ini" ucap Caca


Begitu juga dengan hidupmu, akan terus gelap setelah ini


Rifal membalikkan tubuh nya, menuju arah Caca.


"apa kau yakin" tanya rifal


"Asalkan kau bersamaku" peluk Caca


rifal tersenyum lagi, berfikir sudah sangat jauh obat itu bekerja, mungkin akan sampai besok obat itu bekerja. rifal sudah mengatur dosis nya.


Rencana yang sudah di siapkan dengan matang, yang begitu sangat sempurna, hanya saja rifal tidak berfikir akan secepat ini berlangsung.


Kembali ke luar ruangan lain dua orang teman rifal datang memperbaiki genset, namun nihil tidak ada hasil apapun, rifal memang sudah merencanakan ini. kedua temannya bukanlah ahli dalam melakukan perbaikan mesin.


kedua temannya hanya mengatakan bahwa benda itu tidak ingin di perbaiki namun ingin di ganti, kepala security hanya terdiam dengan penuh kecewa,


ini salah beliau tidak pernah mengontrolnya padahal tuan nya sudah sering mengatakan untuk selalu menjaga aset aset hotel yang penting.


namun dari sejak kepala security itu bekerja belum pernah ada kejadian seperti ini.


Sudahlah mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan menegurku. pikir kepala security


..

__ADS_1


kembali ke ruangan yang penuh dengan cinta. Rifal tidak akan melakukan yang kedua kali nya. ia hanya akan menyiksa Caca dengan segala hasrat nya.


Bahkan untuk kehamilan Caca nanti itu adalah di luar rencana, tetapi dengan itu juga rifal akan tetap memiliki caca.


aku bukan ingin menyakiti mu, seharusnya kau tanyakan ini pada ayah mu, mengapa dulu beliau melakukan nya pada kakakku. Hal yang sama, bahkan sampai membuat kakak ku bunuh diri dengan ini. Kauu, tidak tidak aku tidak akan membiarkan mu sampai melakukan hal yang sama seperti kakakku tapi ayahmu yang harus melakukannya.


Rifal hanya membayangkan dulu bagaimana kakaknya sampai tergantung di kamar nya sendiri, membuat air matanya jatuh dengan sendirinya. kesedihan rifal dilampiaskan pada tangan nya yang sedang mencari kesenangan Caca saja.


semakin kuat akan semakin menyiksa begitu pikir rifal.


Caca semakin gusar dengan aksi rifal membuat nya semakin di ujung tanduk, rasanya akan meledak jika rifal tak segera melakukan nya.


Caca sudah tidak memakai sehelai benang pun sementara rifal masih lengkap dengan pakaian nya, membuat Caca sulit untuk membuat rifal terangsang dan segera melakukan nya.


Sepertinya caca mengetahui bagaimana rival terangsang, Caca perlahan membuka pakaian rifal. Caca mencoba melakukan gaya 69, cara terbaik pikir caca.


Caca bermain main dengan cara terbaik yang pernah ia lihat bersama Nabila, mengingat itu membuat nya tersenyum ia bahkan memperhatikan nya sendiri.


Rival hanya tersenyum, dengan cara ini tidak akan merubah apapun pikirannya hanya akan menambah penyiksaan sendiri untuk Caca.


mengingat obat yang ia campurkan pada minuman nya tidak akan membiarkan Caca membuat nya sangat terangsang seperti siang tadi.


Caca bangkit lalu menaiki rifal "Bolehkah aku memulainya, aku tidak dapat menahannya lagi"


Rifal membalikkan tubuh Caca "Aku hanya ingin bermain sampai sini, tidak untuk sejauh itu. maafkan aku untuk yang tadi" ucap rifal ******* bibi Caca.


Namun sepertinya Caca sudah tidak dapat menahannya lagi, ia ingin segera menyelesaikan permainan ini. mungkin ia tidak akan tenang sampai besok sekalipun

__ADS_1


"Aku mohon" rifal tidak membiarkan Caca berbicara ia melumatnya lagi, sambil memainkan jari nya namun dengan sangat perlahan, itu membuat Caca semakin tersiksa saja


__ADS_2