
Masih dengan aktivitas yang sama, rival masih melanjutkan semua nya Caca hanya pasrah mendesah menikmati semua nya.
rival sesekali melirik tempat tidur yang lebih leluasa untuk melakukan semuanya.
Rival menurunkan habis resleting dress Caca perlahan membuka dress tersebut. Caca hanya mengikuti kemauan rival. Hanya bisa pasrah mendapatkan kenikmatan yang diberikan rival.
Rival menggendong Caca menuju tempat tidur, meletakkan nya dengan hati hati, meraih remot di meja,
meredupkan lampu lalu menutup jendela, sepertinya hujan turun lagi dan kabut tebal menyelimuti kota. menambah sensasi tersendiri untuk rival.
Rival tertidur disebelah Caca menatap langit langit, sekilas terbayang wajah ayah nya tetapi tidak terlalu rival perdulikan ia merubah wajah yang ia bayangkan tampak jelas disana wajah Caca dengan senyum manis nya.
rival merubah posisi tidur nya menghadap caca lalu menatap matanya, terlihat ada yang mengalir di ekor mata nya, rival tidak mengatakan apapun dia hanya membenamkan gadis itu di pelukannya. Caca membalas pelukan hangat rival
"Apa yang membuat mu menangis? maafkan aku" ada kekhawatiran dibalik senyum jahat rival
"Akuu" Caca tidak melanjutkan kata katanya ia ******* bibir rival dengan lembut, dengan sigap rival membalas ciuman itu.
seperti nya Caca sudah tidak heran dengan aktivitas tangan rival, Caca tidak menolak sama sekali ia membiarkan semua yang rival lakukan.
Perlahan rival beralih ke area kuping, leher, area dada, perut , sampai dimana Caca mengeliatkan badan nya dengan hebat. Caca sudah tak dapat menahannya lagi.
__ADS_1
"Lakukan sekarang aku mohon" entah dari mana kata-kata itu datang, Caca seperti nya sudah tidak dapat mengendalikan semua nya.
Rival hanya tersenyum tipis melihat perlakuan Caca
inj yang aku tunggu sedari tadi, bukan aku yang memaksa mu tapi kau yang meminta nya. Maafkan aku ca tapi tanyakan ini nanti pada ayahmu jangan padaku.
Rival masih dengan aktivitas nya, membuat Caca semakin menggila dia sudah meremas seprai nya berulang kali untuk menahan nya.
"Aku tidak akan menyalahkan mu soal ini, aku mohon lakukan" ucap Caca sambil teriak.
lagi lagi rival hanya tersenyum, rival menjelaskan seakan menolak perintah Caca, Caca tidak memperdulikan apa yang di katakan rival. Caca sibuk membuka kancing baju rival, Caca beralih ke celana lalu menatap rival "Lakukan sekarang, atau aku yang akan memaksa mu".
Rival tidak langsung mengikuti permintaan Caca, dia masih suka bermain main dengan jari nya sengaja membuat Caca semakin menggila.
Diam diam rival menyukainya, rival menyukai saat Caca mencoba memaksa nya
aaa itu lucu sekali, melihat wajah cantik nya gelisah, tak tahan menahan nya. Aku akan melakukannya jika kau benar benar sudah di ujung tanduk ca
Caca sudah tidak tahan beberapa kali mengigit bibir rival, membuat rival semakin menggila juga melihat tingkah Caca.
Aktivitas tangan rival semakin menjadi saja, seperti nya rival mengetahui dimana letak yang membuat Caca mendesah mengigit bibir nya.
__ADS_1
"Oke jika kau benar mencintaiku, mohon ikutin perintah ku" Caca seperti nya sudah di ujung tanduk.
"Perihal apapun yang terjadi aku tidak akan menyalahkan mu, ini mauku" entah dari mana katakata itu datang, caca pun kaget dengan ucapannya sendiri tetapi ia sudah kalah dengan apa yang terjadi di bawah sana.
"Akuu" Caca langsung memotong perkataan rival ******* habis bibir rival, seperti nya Caca sudah mulai melakukan hal yang sama pada rival, tidak memerlukan jawaban atas apa yang di katakan.
Caca mencoba melakukan hal yang sama pada rival, memulai dengan memotong pembicaraan lalu melakukan aktivitas tangan nya, semula hanya bermain main di perut rival tetapi dia penasaran apa yang terjadi jika melakukan hal yang sama, mencoba terus turun.
Rival hanya tersenyum tipis di dalam hatinya, seperti nya Caca membalas semua perlakuan rival.
Caca mendapati yang ia ingin kunjungi sedari tadi, ia sudah berdiri tegap disana menunggu kunjungan hangat Caca.
Caca mulai memainkan tangan mungil nya, rival terpelonjak melihat aksi tangan Caca yang sepertinya sangat lihay, Caca terus memainkan nya rival mengikuti permainan Caca mulai menurunkan tangan nya.
Mengikuti irama permainan Caca, kedua nya mendesah bersamaan. rival sudah tidak menguasai dirinya
Aku mendapatkan semua nya, ayah apa kau senang sekarang?
Tanpa aba aba rival melakukan nya dengan sangat hati hati, perlahan tapi pasti. Caca hanya semakin meremas seprai nya
ayaah aku sudah maju selangkah lagi, aku akan mendapatkan semua nya yah, tersenyum lah sekarang yah
__ADS_1