Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Dua tahun yang terlewat kan


__ADS_3

Sepulang dari hotel Caca berfikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil, rifal hanya melakukan nya sekali.


Caca yang semakin tidak bisa jauh dari rifal membuat rifal tinggal bersama dirinya dan kedua orang tua nya.


Caca memberi alasan agar ada orang yang slalu menjaga nya dirinya dengan membiarkan rifal tinggal dirumah nya, kemanapun Caca pergi rifal selalu setia menemani Caca.


Waktu liburan sekolah telah tiba, Caca meminta izin untuk menemui kak riko, ayah Caca tidak mengizinkan nya tetapi setelah Caca berbicara akan bersama rifal ayah Caca mengizinkan nya.


Sudah seperti anak sendiri baginya sosok rifal yang selalu menjaga Caca.


Tiba di negeri Paman Sam mereka tinggal satu apartemen bersama kak Riko.


kak Riko slalu sibuk dengan kuliah nya, sementara Caca dan rifal hanya menghabiskan liburannya di apartemen milik kak Riko.


Sampai dimana ia mengalami mual yang hebat dan badan yang lesu.


Rifal inisiatif untuk memanggil dokter ke apartemen, dan dokter menyatakan bahwa Caca tengah mengandung.


Rifal syok mendengar penjelasan dokter, apa yang harus rifal katakan pada Caca kan kak Riko.


Rifal kembali berbaring di samping Caca mencium nya lembut


"Apa yang dikatakan dokter?" tanya Caca ingin tahu keadaan nya


Rifal bangkit dari tidurnya, menyenderkan kepalanya lalu mencium lembut kepala caca


"Maafkan aku" mengelus lembut perut Caca


Caca tidak mengerti apa yang dimaksud rifal, Caca hanya menatap rifal. terlihat ada kekhawatiran di mata rifal.


Caca hanya membenamkan kepalanya di dada rifal


"Kau hamil" rifal memejamkan matanya sambil memeluk erat Caca


Caca terpaku mendengar apa yang di katakan rifal, tidak mungkin hal itu terjadi.


"Kau pasti bercanda kan? tidak mungkin aku hamil, meski hampir setiap menit kau menyentuh ku. aku tidak mungkin sampai hamil"


Caca mulai geram dengan perlakuan rifal yang terus berdiam diri.


"Katakan padaku apa kau yang katakan tidak benar, akuu. aku tidak mungkin sampai hamil"


Caca mulai marah pada dirinya, mengelus lembut purutnya. lalu memeluk rifal


"Kau tidak menginginkan anak ini kan" tanya Caca dengan tangisan di pelukan rifal


"Apa yang kau katakan, jangan pernah berfikir kau akan membunuhnya. kau hanya perlu melahirkan anak itu, setelah nya aku yang akan mengurus anak ini. jika kau tidak menginginkan nya"

__ADS_1


"Jadi kau hanya menginginkan anak ini, namun tidak dengan ku" tatap Caca tajam


"Apa yang kau pikirkan, aku mencintaimu dan anakmu, aku tidak ingin kehilangan salah satu di antara kalian. tolong jangan pikirkan apapun, aku hanya akan menjaga kau dan anak kita" Peluk rifal


Caca hanya menangis, mengetahui rifal tidak berbohong padanya.


yang Caca pikirkan apa yang akan ia katakan pada kedua orang tua nya, apakah mereka akan tetap menerima dirinya atau hanya akan menganggap kak Riko sebagai anak tunggal.


Dan kak Riko akan kah ia menerima adik perempuan nya sudah ternoda, apakah ia akan tetap menyayangi dirinya.


Pikiran Caca berantakan.


Waktu pulang kak Riko sebentar lagi, Caca bingung apa yang harus ia katakan.


sementara rifal pergi keluar untuk membeli kebutuhan sehari hari.


Sampai kak Riko pulang namun rifal Belum kembali.


Caca menangis di ujung sofa pada saat Riko membuka kan pintu


"Apa yang terjadi? Rifal" teriak Riko


"Rifal sedang belanja kak"


"Mengapa kau menangis? apa yang terjadi " memeluk lembut adik kesayangannya itu


"Baik, katakan apa yang terjadi" tatap lembut Riko


"Akuu" terdiam begitu lama membuat Riko tidak sabar lagi menunggu


"Ca" mengelus lembut pipi Caca


"Aku hamil kak" memeluk erat Riko dengan tangisan yang semakin jadi


Riko terpaku mendengar ucapan Caca, berusaha keras melepaskan pelukan Caca lalu menatap nya tajam


"Kau tidak sedang mempermainkan kakak kan ca"


Caca menggelengkan kepalanya, memberi tahu bahwa yang ia katakan adalah kebenaran.


Rifal membuka pintu, melihat dua saudara sepertinya sedang tidak baik baik saja.


Riko berjalan mendekati rifal menghantam kuat pipi kiri rifal. membuat Caca teriak


"Apa yang kau lakukan pada adikku hah, aku sudah sangat percaya padamu. mengapa kau menodainya?" menghantam pipi kanan rifal


Caca bangkit dari duduknya, berdiri di antar Riko dan rifal.

__ADS_1


"Ini bukan hanya salah rifal kak, aku yang meminta nya, aku yang menginginkan nya. sekarang kak Riko boleh membenci ku, tapi aku mohon jangan katakan apapun pada papa dan mama. aku akan pergi sekarang juga dari sini"


Riko menghantam dinding tepat di samping muka Caca, membiarkan kekesalan nya tertuju pada kepalan tangan nya yang ia hantaman pada dinding.


Memeluk Caca lembut dan menatap tajam rifal


"Mau bagaimanapun dirimu kau adalah adikku, dan aku berkewajiban untuk menjaga mu, tatap lah disini aku akan selalu menjaga mu"


Caca menghela nafas lega setelah mendengar apa yang Riko katakan.


Riko tetap menerima dirinya apapun keadaannya.


Sekarang hanya perlu memastikan orang tua nya agar Caca di izinkan untuk tinggal beberapa bulan bersama kak Riko.


"Rifal, kau boleh mengemasi barang barang mu, dan pergi dari apartemen ku. aku tidak mengizinkan kau terus berada di samping adikku, kau hanya perlu mengatakan pada Caca akan melanjutkan sekolah mu, dan akan datang kembali setelah sekolah mu selesai. Aku tidak menginginkan alsan apapun darimu untuk tetap bersama adikku kau paham"


Rifal hanya terdiam, melihat kak Riko mau menerima Caca saja ia sudah cukup senang. ia akan segera pindah dari apartemen kak Riko, sementara ia akan tetap tinggal di negeri Paman sam, memastikan tidak akan terjadi apapun terhadap Caca.


Rifal mengemasi barang barang nya, Caca hanya memperhatikan apakah rifal akan meninggal kan nya atau kak Riko yang tidak mengizinkan rifal untuk tetap tinggal bersama dirinya.


"Kau akan kemana? kak Riko tidak menginginkan mu untuk tetap bersama ku yaa" ucap Caca menatap rifal.


"Aku hanya akan mencari apartemen yang tidak jauh dari sini, aku akan menemuimu setiap hari. Aku tidak mungkin meninggalkan mu" ucap rifal memeluk Caca


Hampir setiap hari rifal datang ke apartemen untuk menemui Caca, setelah Riko berangkat kuliah sesekali rifal mengajak Caca untuk mengunjungi apartemen nya.


dan Caca akan pulang ke rumah sebelum kak Riko kembali dari kuliah nya.


Sampai hari dimana rifal tidak mengunjungi nya dan tidak menelepon Caca.


Caca mulai khawatir akan kepergian rifal,


setelah kak Riko pergi untuk kuliah Caca bergegas pergi mengunjungi apartemen rifal.


Tidak ada siapapun disana barang barang rifal pun sudah tidak ada.


Caca menanyakan pada resepsionis kemana perginya rifal, resepsionis hanya memberikan selembar kertas berisikan tulisan tangan rifal


dear Icha Riska putri


Maaf aku harus meninggalkan mu, aku akan kembali setelah menyelesaikan sekolahku. jaga selalu anak kita, aku menantikan momen lahirnya anak kita, aku menyayangimu. aku harap kamu mengerti


Rifal


Kepergian rifal membuat Caca semakin terpuruk, sementara perutnya semakin membesar.


Riko mengambil cuti untuk tidak meninggalkan Caca seorang diri di apartemen.

__ADS_1


Sampai Caca melahirkan, rifal sempat mengunjungi nya dan mendampingi Caca untuk melahirkan, namun tidak sampai disitu. rifal meninggalkan kembali Caca untuk mengurus beberapa hal yang di tinggalkan di tanah kelahiran nya


__ADS_2