Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Di mobil ( Part 1 )


__ADS_3

Rival menatap wajah Caca yang masih tertunduk, rival mengatur duduknya dan mencium rambut Caca, lalu memegang tangan nya dan memeluknya


"Aku tidak sedang bermimpi kan, Kau benar mencintaiku" peluk rival membuat Caca lupa bahwa ia sedang malu mengatakan hal itu


Caca memiringkan badannya membalas pelukan rival, ada senyuman jahat di balik senyum bahagia rival


satu langkah lebih maju, dengan ini aku akan lebih mudah mengatur semua nya


Rival melepaskan pelukannya nya lalu menatap Caca Dengan hampir saja bersentuhan tetapi terhalang oleh hidup mancung mereka masing masing


"Apakah kau benar mencintaiku" tanya rival lagi


pertanyaanitu seperti membuat petir di siang bolong bagi Caca.


Caca tak sanggup lagi mengatakan apapun ia hanya memejamkan mata nya, dengan bersamaan rival ******* habis bibir Caca.


tak selang lama terdengar gemericik air hujan dengan banyak kabut membuat Caca kedinginan dengan dress seksi nya


Caca hanya menikmati ciuman yang belum pernah ia dapatkan dari siapapun selain dari ayah nya yang hanya mencium kening nya ketika akan tidur itupun sudah lama sekali tidak ia dapatkan lagi


Hujan semakin deras seperti nya, kabut pun tidak kunjung hilang malah semakin tebal.

__ADS_1


Rival yang mendapat kesempatan bagus akan menggunakan nya sebaik mungkin.


tangan nya sudah mulai turun ke area dada yang sedikit terbuka, lalu menyelinap ke belakang membuka sedikit resleting dress Caca, semakin terlihat saja belahan dada Caca.


Tiba tiba rival mulai beralih ke telinga membuat Caca sedikit mendesah, mendengar itu rival semakin menjadi. mulai memasukkan tangan nya ke area dada.


Caca hanya meremas baju rival menikmati sensasi yang terjadi dengan cuaca yang memang dingin


Rival meneruskan aksinya mendarat ke leher lalu ke area dada yang sudah setengah terbuka. tangannya mencoba menyentuh paha Caca. rival akan menunggu reaksi Caca apabila Caca menolak ia tidak akan melanjutkan tetapi Caca hanya terdiam dan semakin mendesah, malah sedikit melonggarkan pahanya membiarkan tangan rival menjelajahi area sensitif nya.


senyum rival semakin jahat saja dengan respon Caca yang begitu menginginkan dirinya


terdengar suara petir menyambar membuat Caca langsung memeluk rival


"aku takut" dalam peluk rival yang masih sangat terasa tangan rival di paha nya.


"Tak apa itu hanya petir jangan takut ada aku disini" menarik tangan nya dan memeluk Caca dengan lembut


apa yang akan dia lakukan tapi tidak mungkin dia melakukan nya, mengapa aku membiarkan dia melakukan apapun terhadapku, mengapa aku menikmati semua nya


"Baiklah kita tunggu kabut nya sedikit berkurang lalu kita melanjutkan perjalanan kita yaa" ucap rival sambil menarik resleting dress Caca yang tadi ia buka.

__ADS_1


Caca hanya tertunduk, diam membisu teringat semua kejadian yang baru saja terjadi


rival sampai membuka resleting dressku mengapa aku tidak menyadari nya, ahh mengapa payudara ku keras begini. Apa ini mengapa seperti ada cairan yang keluar. aaaa tuhan apa ini mengapa aku tidak tahan begini, aku belum pernah merasakan ini, bagaimana ini?


"bisakah kamu memelukku aku sangat kedinginan" tatap Caca


"tentu saja" peluk rival dengan senyuman


Caca hanya menggesekan kedua paha nya, tidak mengerti apa yang terjadi pada area sensitif nya.


tiba tiba rival memegang paha nya, seperti nya rival sudah mengetahui apa yang sedang Caca alami


"sebegitu dinginkah sampai kau menggesekkan pahamu" peluk erat rival semakin membuat Caca menjadi jadi


"Tidak" jawab Caca cepat, dengan membuka sedikit paha nya berharap rival mengetahui isi kepalanya


Rival memang dagu Caca dan ******* kembali bibir Caca, dan segera memasukkan tangan nya ke area sensitif milik caca.


caca hanya menggeliat kan badan nya ada sensasi nikmat disana yang ia rasakan


rival mengapa kau paham apa yang aku inginkan, tolong jangan lepaskan aku menyukainya

__ADS_1


__ADS_2