Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
mati lampu ( part 2 )


__ADS_3

Caca sudah pada puncak nya, dimana dia sudah tidak dapat menahan sensasi yang terjadi pada dirinya.


ada air mengalir di ujung mata Caca, batin nya tersiksa.


sementara rifal hanya tersenyum penuh kemenangan


Obat itu sangat bekerja dengan sangat baik


Caca masih berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan tapi nihil cara apapun yang ia lakukan rifal masih dengan pendirian nya. tidak ingin terjadinya sesuatu pada dirinya.


terlebih lagi jika Caca hamil itu akan semakin membuat rencana nya berantakan.


anak itu, yaa pasti akan sangat menggangguku. aku memang menginginkan dirimu tapi tidak untuk anak mu.


Caca merebahkan tubuhnya membiarkan apa yang terjadi pada dirinya, sementara rifal semakin bersemangat membuat Caca tersiksa.


Caca hanya memejamkan mata nya meremas seprei.


Caca mengingat apa yang dilakukan saat pertama kali sampai membuat rifal mendesah dan setelah itu rifal melakukannya.


Aku akan mencoba sekali lagi, yaa harus ku coba


Dengan tenaga yang tersisa Caca mencoba ******* bibir rifal. melakukan semua yang di lakukan rifal,


beralih ke telinga, leher, perut sampai ia menemukan apa yang ia harapkan.


sudah berdiri tegap disana.


Caca mencoba sebisanya, sangat mengharapkan keberhasilan.


rifal hanya tersenyum merasa kenikmatan yang tak pernah ia harapkan.

__ADS_1


lakukan sebisamu aku hanya perlu mendesah dengan apa yang kau lakukan, aku tak menginginkan nya. aku hanya ingin menyiksamu


Tidak ada hasil, rifal Hanya membelai lembut rambut gelombang Caca.


Caca kembali ke atas ******* bibir rifal lagi.


Caca berusaha memasukkan apa yang ia harapkan sedari tadi, mencoba melakukan dengan sisa tenaga nya tetapi ia tak sampai memuaskan apa yang sangat ia inginkan.


Caca merebahkan tubuhnya kembali, semakin deras aliran air matanya, semakin tinggi rasa ingin nya, tapi tak sampai terpuaskan.


Rifal memeluk nya lembut, beberapa kali mencium lembut kepala Caca.


"Jangan menangis karnaku, aku tak suka. aku tak ingin melihat air matamu"


"Kauu" tatap Caca tajam


"Kau hanya akan menyiksaku jika tidak kau teruskan"


Melakukan aktivitas yang sangat rifal sukai, semakin tersiksa saja Caca dengan aktivitas rifal.


beberapa kali mengeliatkan tubuh nya merasakan sensasi nikmat.


Caca mengerang keras, rifal semakin mempercepat gerakan tangan nya, ada cairan disana membuat rifal menarik tangan nya.


Caca merasa sedikit lega tapi tak puas batin nya, bukan hanya itu yang ia harapkan.


berharap rifal akan segera melupakan pendirian nya dan akan segera memuaskan batin nya.


rifal bangkit dari tidurnya menuju area sensitif Caca, ******* habis cairan yang baru saja keluar. membuat sensasi makin tersiksa bagi caca


lagi lagi Caca mengerang keras, meremas seprai nya. menahan sensasi lebih sakit dari pada membiarkan rifal menerobos pertahanan yang selama ini ia jaga dari siapapun.

__ADS_1


Rifal kembali ke atas ******* bibir Caca, dan memainkan jari nya kembali. tidak lama hanya beberapa menit.


menghentikan aktivitas nya, memeluk lembut Caca


"Terimakasih untuk semua yang kau berikan, maafkan aku sudah merenggut sebagian kehidupan mu. aku berjanji akan menjaga mu"


Caca membalas pelukan rifal dengan air mata yang masih mengalir.


rifal mencium lembut rambut Caca, mencoba menenangkan Caca.


Caca masih dengan sensasi nya, batin nya tak terpuaskan tetapi dengan dekapan rifal membuatnya sedikit tenang, Caca mencari apa yang ia harapkan ia menyentuh nya dengan lembut, tidak ada aktivitas dari Caca.


rifal tersenyum penuh kemenangan.


Caca tenggelam dalam kegelapan sementara rifal masih menyadarkan dirinya untuk tidak terlelap


Aku hanya akan menyiksamu tidak akan membiarkan mu terlelap dengan tenang. sayang sekali obat itu jika hanya di bawa tidur.


Mencoba ******* bibir Caca, tetapi Caca masih tertidur pulas. menurunkan tangan nya.


rifal beralih pada telinga membuat Caca mendesah.


rifal terus menuruni tubuh Caca sampai titik dimana Caca mengerang dengan keras


Caca setengah sadar menikmati semua nya. tubuh nya lelah ia ingin terlelap tetapi rifal tidak membiarkan nya, rifal masih terus melakukan aktivitas nya.


batin Caca memberontak ada yang tidak terpenuhi keinginan nya, tetapi tenaga yang dimiliki Caca tidak akan sampai untuk memenuhi nya.


Caca hanya menunggu keajaiban dari rifal.


tidak berhenti Caca mengerang, memohon dengan air mata. tetapi rifal tidak memperdulikan nya. rifal hanya mencari kesenangan nya sendiri, melihat Caca tersiksa memang itu tujuan nya.

__ADS_1


Rifal masih dengan jari nya semakin lembut semakin membuat Caca mengerang dan semakin membuat Caca tersiksa.


__ADS_2