Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Hotel ( part 3 )


__ADS_3

Rival masih memuaskan hasratnya dan tentu hasrat gadis sempurna itu. Lagi lagi Caca mendesah dengan hebat . untung saja ruangan ini tertutup dengan sempurna hingga Tak akan ada orang satupun mendengar desahan caca, di tambah ruangan yang semakin dingin dan redup membuat sensasi semakin panas.


Entah rival yang memang sangat hebat melakukan nya atau ada obat yang membuat dirinya sekuat ini.


Rival semakin menjadi saja saat Caca sudah tidak merasa kesakitan, hanya desahan yang Caca berikan atas apa yang rival lakukan, Caca sudah tidak memiliki tenaga lagi sekalipun untuk bernafas rasanya sulit.


Rival mengentikan aktivitas nya setelah desahan panjang Caca, mereka mengeluarkan cairan secara bersamaan di dalam sana.


Rival merebahkan tubuh nya di samping caca, mengatur nafas nya dan memejamkan mata nya.


Caca merubah posisi tidur nya memeluk rival dan tertidur di dekapan rival. itu seperti mimpi untuk Caca, kenikmatan yang belum pernah ia dapatkan


Caca tertidur dengan pulas rival hanya memejamkan matanya lalu bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi dan mengenakan pakaian nya. Berjalan menuju pintu luar.


tidak ada yang menjaga nya di luar, rival sudah memerintahkan untuk tidak perlu menjaga nona muda nya, Rival beralih menuju para pelayan.


meminta bantuan untuk mempersiapkan yang di butuhkan Caca, malam ini Caca akan tidur di hotel karna kondisi di luar hujan kabut.


Rival sudah meminta manager untuk menelpon ayah Caca, agar tidak khawatir akan kondisi Caca.


Dan untuk yang kedua kali nya rival menelpon ayah Caca memastikan putri nya bersama dirinya.


Ayah Caca memang sudah percaya pada rival, sudah menganggap nya seperti riko, putra kesayangannya.

__ADS_1


berfikir Caca aman dengan rival, sekalipun harus pulang Caca pasti tidak akan mau melihat kondisi di luar membuat trauma di masa kecil nya teringat kembali.


Caca memilih menunggu besok di manapun berada daripada menghadapi hujan kabut seperti ini.


Beberapa pelayan menyiapkan pakaian dan makanan untuk dihidangkan, Rival memasukkan semua nya tanpa membangun kan Caca.


beberapa pelayan keluar atas perintah rival, pelayan tidak memikirkan apapun semua terlihat normal, hanya Caca yang berbeda tertidur menggunakan selimut hampir menutupi seluruh tubuh nya, hanya rambut gelombang nya yang terlihat jelas.


Pelayanan wanita itu berfikir mungkin ini cuaca nya yang membuat nona muda tertidur dengan sangat pulas, ditambah lagi mereka mengetahui trauma masa kecil nya. itu yang membuat para pelayan tidak menanyakan apapun perihal nona muda nya.


Rival berjalan menuju Caca, lalu meredupkan kembali lampu ruangan, mengelus lembut rambut Caca, memandangi wajah cantiknya.


maafkan aku ca, aku ga tau harus bagaimana nanti saat kau bangun. Aku mencintaimu sungguh!


Rival meraih ponsel nya, melihat beberapa pekerjaan nya, lalu beralih membuka laptop nya, membaca dengan seksama pekerjaan nya. Tanpa menyadari gadis di sampingnya sudah mulai pulih kesadaran nya.


mengingat ingat apa yang sudah terjadi, berfikir sangat keras kejadian tadi kenyataan atau hanya mimpi.


bagaimana jika bukan mimpi dan aku tidak memakai apapun


Caca mendongak melihat rival, dia tidak tampak melakukan apapun dengan pakaian lengkap nya, dan dia pasti lagi mengerjakan tugas nya.


tapi bagaimana mungkin aku bisa tidak memakai apapun seperti ini. apa yang terjadi. lalu di mana pakaian ku.

__ADS_1


tidak tidak aku tidak mungkin mengatakan nya tadi? aku tidak mungkin meminta Rival untuk Aaaa tidak, bagaimana ini. papa tolong aku


"Hei rupa nya sudah bangun yaa" rival merebahkan kembali tubuhnya di samping Caca.


"Apa yang kau lakukan?" Caca tak melanjutkan perkataannya ia teringat saat mengucapkan tak akan mempersoalkan apa yang di lakukan rival


"Sudah tak perlu di pikiran, bagaimana jika mandi lalu makan, aku sudah menyiapkan makanan mu" perlahan memeluk Caca yang masih terlihat jelas sangat kebingungan.


Caca berusaha melepaskan pelukan rival, namun tampaknya rival malah mulai ngerjain Caca, dia meletakkan tangan nya di area sensitif Caca.


memang tidak memainkan nya tetapi membuat Caca tidak nyaman.


"Tunggu lah beberapa menit aku masih ingin bermain disana" Rayu rival


"Apakah kau belum bosan, kau baru saja berhenti beberapa menit lalu"


"Baiklah aku tidak akan melanjutkan nya aku tunggu saja kau yang memaksa ku" sahut rival membuat wajah Caca merona. dengan bersamaan rival memainkan jari nya beberapa detik mainkan jarinya lalu mengangkat tangan nya dari area sensitif itu.


membuat tubuh Caca terpelonjak seketika, merasa sangat berbeda dari sebelumnya.


dan terasa sangat nikmat walaupun hanya beberapa detik


"baiklah kumohon lakukan lagi beberapa menit, akuu" Lagi lagi rival memotong perkataan Caca lalu ******* habis bibir nya sampai Caca lupa bernafas

__ADS_1


"Sudahku katakan kau yang akan meminta nya, bukan inginku yang melakukan nya" sambil meraih area sensitif Caca


"Rival" teriak Caca sambil menahan kenikmatannya


__ADS_2