
Nabila sudah siap dengan beberapa kunci rumah nya, yang sudah ia duplikat dari beberapa hari yang lalu, Caca yang masih senyum senyum Melihat penampilan nya yang bisa secantik bidadari itu, ia sedikit melamun saat melihat wajah nya yang tanpa gores sedikitpun
kenapa tuhan sebaik ini ya padaku, hidupku yang mewah, memiliki keluarga yang sayang padaku, dan terlebih lagi dengan tubuhku yang sangat idela ini. aaaaaaaa aku sangat bersyukur memiliki ini, tuhan tolong jangan ambil semua ini dariku.
Nabila mengagetkan Caca saat menarik tangan Caca untuk segera keluar dari kamar. " ngapain sih ca masih bengong depan kaca, udah gaada yang kurang, sekalipun kamu pergi pake baju tidur aku tetep mereka bakal natap kamu yang udah kaya bidadari turun dari surga" sahut Nabila dengan tetap berjalan nenuju pintu keluar " ihh jangan bikin muka aku jadi merah muda deh, tapi makasih yaa untuk pujian nya, jarang loh kamu puji aku kaya gitu" sambil menggandeng tangan Nabila dengan gemas.
" Ca kamu pelan pelan ya jangan sampe katahuan, pak Yono pasti udah stay di depan cctv" Nabila
"Bill kalo kita ketahuan kita gagal dong pestanya" sahut Caca dengan wajah cemberut nya yang menggemaskan.
Nabila sudah memikirkan rencana ini dengan matang, ketika ia hendak keluar dia akan melepon pak Yono untuk membelikan sate kesukaan nya hanya 10menit jarak dari rumah nya, dan Nabila sudah menelpon beberapa teman nya untuk stay di tukang sate agar pak Yono ngantri lebih lama, dengan waktu yang cukup Nabila akan kabur dari rumah.
__ADS_1
"kita gak akan ketahuan, aku sudah merencanakan ini dengan matang. kamu hanya perlu senang senang aja, jangan pikirkan apapun" nabila.
Caca tidak terlalu perduli apa yang Nabila pikiran yang terpenting sekarang bagaimana cara nya agar ia bisa keluar dari rumah Nabila tanpa di ketahui oleh pengurus rumah nya.
Nabila sudah sibuk dengan beberapa teman nya yang sudah stay di dekat penjual sate. Irvan sudah menugaskan teman nya untuk membeli seluruh sate. Irvan pun sudah memiliki rencana tersendiri, untuk membuat waktu lebih lama pak Yono keluar dari rumah.
Nabila sudah menelpon pak Yono untuk membelikan sate satu porsi untuk nya.
selang beberapa menit suara motor pak yono keluar dari perumahan elit, menuju sate tempat favorit nona muda nya.
kembali lagi kerumah, Nabila keluar terlebih dahulu, menuju ruang cctv, dia mematikan beberapa cctv yang akan dia lewati, setelah selesai Nabila kembali ke kamar untuk menjemput Caca, tidak membutuhkan waktu lama Caca dan Nabila sudah tinggal melewati gerbang utama yang masih terkunci rapat, Nabila mencoba beberapa kali kunci yang sudah di duplikat dan yakin bahwa itu kunci gerbang tetapi tetap saja tidak bisa dibuka.
__ADS_1
Caca yang sudah panik mulai bicara sendiri " Gimana nih kalo nggak bisa kebuka, gagal dong pesta kita, aaaaaa aku ga mau, aku udah dandan secantik iniloh bil" dengan gaya manja nya dia di berusaha untuk memberi tahu Nabila bahwa dia sudah berusaha keras untuk acara pesta yang di nantikan ini.
Nabila teringat kunci yang di depan cctv tergeletak hanya satu dan kunci yang lain tidak ada
gua yakin itu kunci gerbang utama, itu pasti kunci yang untuk pak yusir pegang, pagi tadi sebelum berangkat sekolah ada beberapa orang yang stay di gebang dengan pak Yono, ahh pasti itu kunci nya
Nabila lari ke dalam rumah tanpa memberikan tahu apa apa pada Caca, Caca hanya memanggil dengan nada pelan karna tahu bi inem sangat peka terhadap suara merka berdua
Nabila mau kemana sih? ketinggalan apa yaa kunci nya, ahh aku tunggu saja disini, aku akan menghubungi Irvan memastikan kalo pak yono masih lama disana .
selang beberapa menit Nabila sudah kembali dengan kunci baru di tangan nya, tak lama gerbang terbuka, Nabila lari ke garasi untuk mengambil mobil nya, dengan cepat Caca menutup kembali garasi dan gerbang utama, tak butuh 10menit mereka keluar dari rumah, dan cepat cepat Caca mengirim pesan singkat kepada Irvan bahwa ia sudah munuju lokasi pesta.
__ADS_1
dengan cepat juga Nabila mengetik pesan singkat kepada pak Yono untuk memberi tahu bahwa ia sudah tak ingin sate dan mau tidur saja. dengan cepat Nabila dan Caca mematikan ponsel mereka masing masing.