Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk

Remajaku Di Renggut Pemuda Pemabuk
Hotel ( part 4 )


__ADS_3

Caca perlahan melepas selimut nya beranjak memasuki bak mandi, air dengan suhu hangat membuat rileks berfikir keras apa yang akan terjadi setelah semua yang ia lakukan


Apakah aku akan hamil.


Caca hanya tak habis pikir dia mengatakan nya padahal rival sudah menolak bahkan sampai dia yang harus membuat rival terangsang.


wajar rival melakukanlakukan nya, aku yang meminta bahkan aku sampai memaksa nya. Ada apa denganku.


Sementara diluar kamar mandi rival hanya tersenyum tipis mengingat apa yang ia lakukan sebelum makan siang berlangsung.


Rival sengaja menyuruh pelayan membuat kan jus lemon padahal para pelayan tahu akan kesukaan nona muda nya.


Rival yang membuat jus nanas lalu dengan sengaja mencampur obat perangsang di dalam nya. Rival hanya memberikan pada jus caca, sementara jus dirinya sengaja ia tambahan kan dengan obat penguat.


bukan aku yang melakukan nya melainkan Caca yang memaksa ku. aku hanya menambah campuran sedikit agar semua berjalan sesuai keinginan ku


Rival kembali pada laptop nya, melirik sekilas ponsel nya. ada cahaya berkelap disana bertanda ada pesan masuk


"Sudah beres tuan, terimakasih" pesan teks yang tidak tertera nama nya


"akan saya transfer sisa nya" tulis rival dengan cepat. kemudian langsung menghapus pesan singkat tersebut.


melirik ke arah pintu kamar mandi, tidak ada tanda tanda Caca akan keluar, lalu bangkit dari duduknya menuju pintu kamar mandi


"Ca apa kau belum selesai" ketuk rival


"Aku masih ingin berendam lama disini" teriak Caca


apa yang lakukan didalam sana, terlebih obat itu pasti masih mempengaruhi mu


jeglek membuka pintu yang tidak terkunci, mendapati bayang Caca dibalik tirai putih yang hanya terlihat kepalanya saja.


rival perlahan melangkah kan kaki nya duduk tepat di atas kepala Caca


"Apakah suhu nya kurang" tanya rival sambil mengelus lembut rambut Caca


Spontan Caca membuka matanya mencari sumber suara "Aaa tidak, aku menyukainya. sangat hangat didalam sini daripada di luar"


"Baiklah bolehkan aku menemanimu" ucap rival dengan perlahan tangan nya meraih dagu caca.

__ADS_1


membungkukan badan nya lalu mendaratkan bibir nya pada caca.


Hanya beberapa detik berlangsung, rival meraih remot di meja lalu meredupkan lampu ruangan.


membuka satu persatu pakaian nya lalu masuk ke bak mandi.


Dilubuk hati Caca yang paling dalam selalu menolak apapun yang rival lakukan, tapi ia tak berdaya untuk melakukan nya.


sepertinya rival sudah memantrai nya agar selalu diam dengan apa yang ia lakukan.


Rival memang tidak melakukan aktivitas apapun, rival hanya memeluk Caca, menenggelamkan dirinya bersama Caca.


didalam sana memang lah hangat ditambah sambil memeluk gadis yang ia cintai, rasanya tak ingin menyakiti Caca jika saja Caca tidak terlahir dari keluarga Hermansyah.


Rival kembali pada kesadarannya, rival melihat Caca begitu nyaman di pelukannya, sesekali rival mencium lembut rambut Caca


andai kau tidak terlahir dari keluarga Hermansyah aku tidak akan melakukan ini. sekarang untuk mencintaimu saja tak pantas aku melakukannya, aku begitu kotor untuk mendapatkan yang ku inginkan. kelak aku akan membuat mu sangat bahagia setelah urusan ku selesai dengan papamu. maafkan aku ca.


berkali kali rival mencium lembut Caca tetapi Caca seperti nya memang sudah sangat terlelap di pelukannya.


rival mencoba menyentuh area sensitif milik caca, memastikan apakah obat itu masih bekerja atau tidak.


baru beberapa detik rival memainkan jarinya Caca Sudan mendesah dengan kuat.


Caca membalikkan tubuhnya ******* bibir rival dengan sangat lembut, rival tidak membalasnya membiarkan gadis itu melakukan apa yang ia inginkan.


Tangan mungil Caca bergerak menuju yang sudah sedari tadi menunggu. Caca tertawa kecil melihat rival memikat sentuhan nya.


manisnya saat kau seperti inj, sepertinya kau menyukainya.


Menghentikan aktivitas tangan nya lalu menatap rival " Jika akuu" belum sempat caca menyelesaikan kalimatnya rival ******* kembali bibir Caca


"Aku tak ingin pernyataan apapun, kita akan melewati ini bersama" Seperti nya rival memang hebat dalam membaca pikiran Caca


Caca hanya tersenyum, ia akan bangkit dari bak mandi. merasa sudah cukup lama berbaring disana.


Rival menahan nya "Kau mau kemana, aku belum membalas perbuatan mu yang tadi"


"Bukan kah kau yang mulai terlebih dahulu" sahut Caca

__ADS_1


"Baiklah aku tidak ingin memaksamu"


mendengar kata kata itu sudah seperti senjata untuk caca yang akan menyerang dirinya sendiri.


"Kau bisa membalasku di luar" Caca mengangkat tubuhnya.


rival mengikuti langkah caca. tepat di bawah shower Caca berhenti membiarkan air menghujani tubuh nya. Rival memeluk Caca dari belakang.


Dengan spontan Caca membalikkan tubuh nya membalas pelukan hangat rival.


..


Seperti tidak bosan akan aktivitas yang di lakukan keduanya, selang beberapa menit rasanya aneh jika keduanya tidak melakukan apapun.


terlebih untuk Caca yang memang sudah terangsang semenjak makan siang tadi, rival dengan hebatnya melakukan tanpa membuat Caca bosan, malahan semakin ingin melakukan nya lagi lagi dan lagi


Rival sudah siap dengan makan malam nya, sudah ia campur kan obat perangsang di minuman caca dan obat kuat di minuman nya, dengan cepat Caca menghabiskan makanan nya. menegak habis minuman nya, membuat rival tersenyum tipis melihat nya


"Aku ingin minum kopi buatan mu" ucap Caca melangkah kaki nya berjalan menuju sofa.


"Baiklah nona akan saya buatkan dalam beberapa detik" rival berjalan menuju pintu keluar


Caca beralih mencari ponsel nya memastikan tidak ada yang mengkhawatirkan nya.


hanya ada pesan singkat dari Caca menanyakan bagaimana keadaannya melihat hujan kabut menyelimuti kota sejak kepergian Caca dari rumahnya.


Caca hanya tersenyum tipis mengetik dengan cepat memberi tahu dia bersama rival baik baik saja dan akan menghabiskan malam di hotel milik ayahnya.


Rival kembali dengan beberapa pelayan, Pelayan hanya tersenyum menyapa Caca lalu merapikan meja makan lalu beranjak pergi, hanya menundukkan kepala pada rival dan Caca.


"Kopi cinta sudah tersedia, silahkan nona" goda rival


Caca tidak memperdulikan perkataan rival, ia masih fokus dengan ponsel nya. melihat beberapa postingan teman teman nya menghabiskan weekend dengan suka cita.


sementara dirinya terjebak bersama rival di hotel terlebih lagi dengan apa yang ia lakukan, tak terasa ada yang jatuh dari mata nya


Rival mengusap lembut wajah Caca meraih pundak nya lalu menenggelamkan gadis itu ke pelukannya.


"Aku tak ingin ada yang jatuh lagi dari matamu, aku tak menyukainya dan aku melarang mu melakukan itu" kata kata rival sepertinya menyentuh hati Caca.

__ADS_1


Caca berfikir rival tidak akan mungkin meninggalkan dirinya dalam kondisi seperti ini.


Caca hanya memeluk erat tubuh lelaki yang dicintainya sementara rival hanya Membelai lembut rambut Caca


__ADS_2